MATARAM – Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar Dr. KH. Jazuli Juwaini, MA, menegaskan pentingnya penguatan tiga risalah utama Mathla’ul Anwar sebagai fondasi perjuangan organisasi dalam membangun umat, bangsa dan peradaban dunia.
Penegasan tersebut disampaikan Jazuli Juwaini saat melakukan kunjungan silaturahim dan meresmikan Sekretariat Pengurus Wilayah (PW) Mathla’ul Anwar Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Jumat (6/6/2026). Dalam kunjungan itu, ia didampingi Sekretaris Jenderal PB Mathla’ul Anwar, H. Yanuar Arif Wibowo, SH, M.I.Pol.
Kedatangan rombongan PB Mathla’ul Anwar disambut langsung Ketua PW Mathla’ul Anwar NTB, Tg. KH. Juaini Adnan, Sekretaris Umum PW Mathla’ul Anwar NTB, KH. Burhanuddin, beserta jajaran pengurus wilayah.
Dalam sambutannya, Jazuli Juwaini memberikan apresiasi tinggi kepada PW Mathla’ul Anwar NTB yang telah berkiprah dan mengabdi kepada umat sejak tahun 1973. Menurutnya, perjalanan panjang tersebut merupakan bukti nyata konsistensi Mathla’ul Anwar dalam menjalankan misi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
“Keberadaan Mathla’ul Anwar di NTB selama lebih dari lima dekade menunjukkan komitmen yang kuat dalam membangun umat melalui pendidikan, dakwah, dan pengabdian sosial. Ini adalah warisan perjuangan yang harus terus dijaga dan dikembangkan,” ujar Jazuli.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kelembagaan, Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar juga menyerahkan bantuan satu unit perangkat komputer kepada PW Mathla’ul Anwar NTB. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas administrasi dan pelayanan organisasi dalam menjalankan berbagai program dakwah dan pendidikan.
Momentum silaturahim tersebut sekaligus ditandai dengan peresmian kantor Sekretariat PW Mathla’ul Anwar NTB yang akan difungsikan sebagai markaz dakwah dan pusat aktivitas organisasi. Jazuli berharap keberadaan sekretariat baru itu dapat memperkuat peran Mathla’ul Anwar dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat di Nusa Tenggara Barat.
Dalam arahannya kepada seluruh pengurus, Jazuli Juwaini menekankan pentingnya menguatkan tiga risalah utama Mathla’ul Anwar.
Pertama, risalah pendidikan sebagai instrumen utama mencerdaskan kehidupan bangsa. Menurutnya, sejarah telah membuktikan bahwa pendidikan menjadi kunci kemajuan bangsa dan jalan lahirnya generasi yang mampu membawa perubahan.
“Kemajuan bangsa hanya bisa dicapai melalui pendidikan yang berkualitas. Para pendiri Mathla’ul Anwar telah menunjukkan kontribusi besar melalui lembaga-lembaga pendidikan yang melahirkan generasi pejuang dan pemimpin bangsa,” tegasnya.
Kedua, risalah dakwah Ahlus Sunnah wal Jamaah, yang terus menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin dengan pendekatan yang santun, moderat, dan menyejukkan.
Menurut Jazuli, dakwah yang mengedepankan hikmah, nasihat yang baik, serta semangat persatuan merupakan kebutuhan penting dalam menjaga harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Dakwah harus menjadi sarana memperkuat ukhuwah, menjaga persatuan, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat. Dakwah yang menyejukkan akan memperkuat ketahanan sosial bangsa,” katanya.
Ketiga, risalah pemberdayaan sosial, yang diwujudkan melalui penguatan ekonomi umat, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan berbagai program sosial kemasyarakatan.
Jazuli menegaskan bahwa Mathla’ul Anwar harus terus hadir memberikan manfaat dan solusi konkret terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Mengakhiri arahannya, Jazuli Juwaini mengajak seluruh kader dan pengurus untuk menjadikan Mathla’ul Anwar sesuai makna namanya, yaitu “tempat terbitnya cahaya”, yang menerangi kehidupan masyarakat melalui pendidikan, dakwah, dan pengabdian sosial.
“Jadikan Mathla’ul Anwar sebagai sumber cahaya yang terus menerangi umat, bangsa, dan peradaban melalui karya nyata, persatuan, serta pengabdian yang berkelanjutan. Cahaya itu harus dirasakan manfaatnya tidak hanya oleh Indonesia, tetapi juga oleh dunia,” pungkasnya.






