BEKASI – Di tengah denyut kehidupan masyarakat Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, semangat demokrasi kembali berhembus membawa harapan baru. Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) periode 2026–2034, berbagai gagasan mulai bermunculan untuk menjawab kebutuhan zaman yang terus bergerak. Di antara nama-nama yang hadir dalam kontestasi tersebut, Drs. Kasan Abdullah, MM tampil membawa visi yang berakar pada pengabdian dan bertumbuh menuju masa depan, yakni “Setiamekar Maju, Amanah, Sejahtera, Berbudaya.” Sebuah visi yang bukan sekadar rangkaian kata, melainkan ikhtiar untuk merangkai harapan rakyat menjadi kenyataan yang dapat dirasakan bersama.
Bagi Kasan Abdullah, desa bukan sekadar wilayah administratif yang dibatasi peta dan angka statistik. Desa merupakan rumah besar tempat cita-cita warga bernaung, tempat anak-anak menata mimpi, dan tempat para orang tua menggantungkan harapan bagi generasi penerus. Berbekal pendidikan Sarjana dan Magister Manajemen, serta pengalaman dalam organisasi dan pemerintahan, ia meyakini bahwa kemajuan desa harus dibangun melalui perencanaan yang matang, pengelolaan yang profesional, dan keberpihakan yang tulus kepada kepentingan masyarakat.
Dalam gagasannya mengenai pembangunan, Kasan Abdullah mengusung prinsip keadilan yang merata. Jalan-jalan lingkungan yang layak, saluran air yang berfungsi baik, dan penerangan yang menjangkau seluruh wilayah diharapkan tidak lagi menjadi kemewahan bagi sebagian warga, melainkan hak yang dapat dinikmati seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Sebab pembangunan yang sejati bukanlah tentang siapa yang paling dekat dengan kekuasaan, melainkan tentang bagaimana setiap sudut desa dapat merasakan sentuhan kemajuan yang sama.
Di bidang ekonomi, ia memandang bahwa kesejahteraan tidak lahir dari janji-janji yang bergema sesaat, melainkan dari kesempatan yang terbuka luas bagi masyarakat untuk tumbuh dan berkembang. Karena itu, penguatan UMKM, penataan lapak usaha, pengembangan pasar desa, serta pelatihan kerja menjadi bagian penting dalam program yang ditawarkannya. Ia percaya bahwa ketika ekonomi rakyat bergerak, maka dapur-dapur warga akan tetap menyala, dan masa depan keluarga-keluarga di Setiamekar akan semakin kuat menghadapi tantangan zaman.
Tak kalah penting, Kasan Abdullah menempatkan transparansi sebagai fondasi pemerintahan yang sehat. Baginya, dana desa adalah amanah rakyat yang harus dikelola secara terbuka dan bertanggung jawab. Selaras dengan semangat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa serta prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, ia berkomitmen mendorong keterbukaan informasi dengan merangkul rekan-rekan wartawan (media-red), serta pengelolaan keuangan yang dapat diawasi bersama oleh masyarakat. Sebab kepercayaan publik bukan dibangun oleh kata-kata, melainkan oleh kejujuran yang tampak dalam tindakan nyata.
Dalam urusan pelayanan publik, ia menginginkan hadirnya pemerintahan desa yang cepat, ramah, dan bebas dari praktik-praktik yang memberatkan masyarakat. Surat-menyurat dan berbagai kebutuhan administrasi warga harus menjadi pelayanan yang mudah dijangkau, bukan perjalanan panjang yang melelahkan. Dengan demikian, pemerintah desa dapat benar-benar hadir sebagai pelayan masyarakat sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
Lebih jauh lagi, Kasan Abdullah memandang bahwa kemajuan desa tidak cukup hanya diukur dari beton yang berdiri kokoh atau angka pertumbuhan ekonomi yang meningkat. Kemajuan sejati juga lahir dari lingkungan yang bersih, generasi muda yang produktif, serta kehidupan sosial dan keagamaan yang harmonis. Oleh karena itu, program sanitasi, pengelolaan sampah, dukungan terhadap olahraga, seni budaya, dan kegiatan keagamaan menjadi bagian dari cita-citanya untuk membangun Setiamekar yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat dalam karakter dan nilai-nilai kemanusiaan.
Sementara itu, Tokoh Muda Kabupaten Bekasi yang juga Bendahara Umum DPP Rumah Hebat Nusantara, Dewi Hapsari Kusumawardhani, menilai bahwa masyarakat saat ini membutuhkan pemimpin yang mampu memadukan kapasitas, integritas, dan keberanian dalam mengambil langkah perubahan. Menurutnya, sosok Drs. Kasan Abdullah, MM memiliki bekal pendidikan, pengalaman, dan kedekatan dengan masyarakat yang menjadi modal penting dalam menjalankan roda pemerintahan desa.
“Desa Setiamekar membutuhkan pemimpin yang mau mendengar suara rakyat, menjaga amanah, serta bekerja untuk seluruh warga tanpa membedakan golongan. Saya berharap siapapun yang terpilih nanti dapat membawa desa ini menjadi lebih maju, lebih transparan, lebih sejahtera, dan semakin bermartabat. Demokrasi desa harus menjadi jalan untuk memperkuat persatuan, bukan memecah kebersamaan,” ujar Dewi Hapsari kepada awak media, Sabtu (30/5/2026).
Pada akhirnya, Pilkades Setiamekar 2026–2034 bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan momentum untuk menentukan arah perjalanan sebuah desa yang terus bertumbuh. Seperti sungai yang mencari muaranya dan matahari yang setia menyinari bumi setiap pagi, masyarakat Setia Mekar pun menaruh harapan agar lahir pemimpin yang mampu mengubah amanah menjadi karya, menjadikan kepercayaan sebagai tanggung jawab, dan menjadikan pembangunan sebagai jalan menuju kesejahteraan yang dapat dirasakan oleh seluruh warga tanpa terkecuali.
(Den Cupank/red)






