GOWA – Tangis haru tak mampu dibendung seorang warga penerima manfaat Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Bone, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa.
Rumah yang sebelumnya hanya berupa rumah panggung sederhana berdinding rapuh, kini berubah menjadi hunian batu yang kokoh dan layak huni berkat bantuan program BSPS Tahun Anggaran 2025 yang diperjuangkan Anggota Komisi V DPR RI, Hamka B Kady.
Momentum peresmian rumah tersebut berlangsung penuh emosional. Di hadapan masyarakat, aparat desa, tokoh masyarakat, hingga unsur TNI dan Polri, pemilik rumah tampak menitikkan air mata bahagia saat menerima langsung perhatian dan dukungan dari wakil rakyat asal Dapil Sulawesi Selatan I itu.
Dalam keterangannya, Hamka B Kady menyampaikan bahwa tidak ada kebahagiaan yang lebih besar selain melihat masyarakat kecil akhirnya bisa tinggal di rumah yang aman dan nyaman.
“Tak ada yang lebih membahagiakan selain melihat senyum dan air mata haru masyarakat yang akhirnya bisa tinggal di rumah yang layak. Hari ini, kami meresmikan hasil Program BSPS di Desa Bone, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa,” ujar Hamka B Kady seperti dikutip dari media sosialnya.
Ia menjelaskan, rumah yang sebelumnya berdinding bambu dan jauh dari kata layak kini telah berubah menjadi rumah batu yang kokoh dan sehat untuk ditempati bersama keluarga.
“Bantuan ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan harapan, rasa aman, dan kebahagiaan bagi keluarga penerima manfaat. Semoga rumah ini menjadi tempat lahirnya kehidupan yang lebih baik, penuh keberkahan dan kebahagiaan,” lanjut politisi Partai Golkar tersebut.
Suasana semakin mengharukan ketika pemilik rumah seorang ibu menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya secara langsung. Dengan suara terbata-bata menahan haru, ia mengaku tidak pernah membayangkan rumahnya bisa berubah menjadi sebaik sekarang.
“Saya berterima kasih sekali sama Bapak karena dengan adanya bantuan ini saya bisa menempati rumah lebih nyaman lagi dari sebelumnya. Karena rumah saya sebelumnya merupakan rumah panggung,” ucapnya sambil menahan tangis.
Wanita yang tak diketahui namanya itu, juga berharap program seperti ini terus berlanjut agar lebih banyak masyarakat kurang mampu yang merasakan manfaat serupa.
“Semoga Bapak bisa menurunkan lagi lebih banyak bantuan kepada masyarakat di sini,” katanya.
Dalam peninjauan tersebut, Hamka B Kady menjelaskan, bantuan BSPS yang diterima warga mencapai Rp20 juta. Namun, melalui semangat gotong royong dan swadaya masyarakat, pembangunan rumah itu akhirnya berkembang hingga menelan biaya sekitar Rp40 juta.
“Kita terima uang Rp20 juta termasuk biaya tukangnya. Dari Rp20 juta itu masyarakat tambah lagi secara swadaya, sehingga totalnya menjadi sekitar Rp40 juta. Inilah yang kita harapkan, masyarakat bisa bekerja sama dengan pemerintah di dalam membangun rumahnya sendiri sehingga menjadi layak dan nyaman ditempati,” jelasnya.
Menurut Hamka, Program BSPS bukan hanya membangun rumah, tetapi juga membangun optimisme masyarakat agar memiliki kehidupan yang lebih baik. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan warga menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
Program BSPS sendiri merupakan salah satu program strategis Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang bertujuan membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar memiliki rumah layak huni. Di berbagai daerah, program ini dinilai mampu mengurangi angka rumah tidak layak huni sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Peresmian rumah di Desa Bone itu menjadi bukti nyata bahwa kehadiran negara melalui wakil rakyat mampu membawa perubahan langsung bagi masyarakat kecil. Senyum haru sang pemilik rumah menjadi gambaran sederhana bahwa sebuah rumah layak huni bukan hanya soal bangunan, tetapi juga tentang menghadirkan rasa aman, martabat, dan harapan baru bagi sebuah keluarga.






