JAKARTA – Penemuan cadangan gas alam berukuran raksasa di Sumur Geliga-1, Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional. Cadangan yang diperkirakan mencapai sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas bumi serta 300 juta barel minyak setara kondensat ini disebut sebagai salah satu temuan migas terbesar Indonesia dalam beberapa dekade terakhir.
Temuan tersebut sekaligus memperkuat arah kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang selama ini mendorong percepatan eksplorasi dan peningkatan cadangan migas nasional. Pemerintah dinilai konsisten membuka peluang investasi serta mempercepat kegiatan eksplorasi di wilayah-wilayah potensial guna menjaga keberlanjutan pasokan energi.
Wakil Ketua DPR RI Bidang Ekonomi dan Keuangan Sari Yuliati menyambut positif penemuan tersebut. Ia menilai capaian ini menjadi bukti konkret bahwa strategi pemerintah dalam memperkuat sektor energi mulai menunjukkan hasil yang signifikan.
“Penemuan gas jumbo di Kalimantan Timur menunjukkan bahwa arah kebijakan percepatan eksplorasi dan penguatan cadangan migas sudah berada di jalur yang tepat. Ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen untuk memperkuat kemandirian energi bangsa mulai terwujud,” ujar Sari Yuliati dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jakarta, Senin (27/-4/2026).
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjadikan gas bumi sebagai bagian dari strategi energi transisi menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Menurutnya, kebijakan ESDM yang mengarahkan gas sebagai energi transisi sangat relevan dalam menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
“Penyelarasan pengembangan gas dengan agenda energi hijau dan target Net Zero Emission 2060 merupakan langkah strategis. Indonesia tidak hanya memanfaatkan sumber daya untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menyiapkan fondasi energi masa depan yang lebih ramah lingkungan,” jelasnya.
Selain aspek nasional, Sari Yuliati juga menyoroti pentingnya keadilan bagi daerah penghasil. Ia menegaskan bahwa pengembangan Blok Ganal harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal, terutama dalam bentuk peningkatan kesejahteraan dan pembangunan daerah.
Pendapatan dari sektor migas, lanjutnya, perlu dikelola secara transparan dan akuntabel, serta diarahkan untuk memperkuat infrastruktur, layanan publik, dan kualitas hidup masyarakat di wilayah sekitar. Hal ini penting agar keberadaan industri migas tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi secara makro, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat setempat.
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, DPR RI akan terus mendorong sinergi dengan pemerintah dalam memastikan kebijakan energi berjalan tepat sasaran. Sari menegaskan bahwa kolaborasi antara legislatif dan eksekutif sangat diperlukan agar pengelolaan sumber daya alam dapat dilakukan secara optimal, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Dengan pendekatan yang terencana, kolaboratif, dan berorientasi jangka panjang, penemuan gas jumbo di Blok Ganal diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya kemandirian energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.






