LAENA Tour & Travel Tancap Gas: LaenaLink Jadi Senjata Baru, Revolusi Marketing Rebut Pasar Umrah Nasional

BEKASI — Seiring meningkatnya antusiasme masyarakat dalam menunaikan ibadah Umrah dan Haji, Laena Tours & Travel menggelar agenda strategis bertajuk Pengenalan Produk Laena Tours & Travel – Agent LaenaLink. Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 12.00 WIB ini dilaksanakan secara hybrid, bertempat di Ruko Kalimas II Blok B No.07, Margahayu Bekasi Timur, Kota Bekasi, serta terhubung melalui platform digital Google Meet pada, Sabtu (4/4/2026). Forum ini menjadi ruang temu antara manajemen, calon agen, dan pelaku industri untuk mengurai secara komprehensif keunggulan produk, sistem kemitraan, serta strategi pemasaran digital berbasis platform LaenaLink.

Dalam forum tersebut, agenda utama difokuskan pada penguatan product knowledge, pemaparan skema komisi dan benefit agen, serta sesi tanya jawab yang membuka ruang dialektika antara pelaku usaha dan calon mitra. Di balik format presentasi yang tampak formal, tersimpan misi yang lebih dalam: membangun ekosistem kolaboratif yang mampu menjawab tantangan zaman, sekaligus menjaga marwah pelayanan terhadap para tamu Allah.

Di tengah geliat industri perjalanan religi yang kian kompetitif, praktik pemasaran agen Umrah dan Haji memasuki babak baru: agresif, digital, sekaligus sarat emosi spiritual. Di balik angka-angka paket dan jadwal keberangkatan, terselip pertarungan narasi antara panggilan iman dan strategi bisnis. Dalam lanskap ini, Laena Tour & Travel hadir menawarkan pendekatan yang tidak sekadar menjual perjalanan, melainkan merancang ekosistem pemasaran yang terstruktur, masif, dan berbasis kepercayaan.

Fenomena ini tidak dapat dilepaskan dari meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap ibadah Umrah, yang secara hukum diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Regulasi tersebut menegaskan pentingnya transparansi, perlindungan jamaah, serta akuntabilitas penyelenggara perjalanan ibadah. Di sinilah titik krusial: antara ambisi ekspansi bisnis dan kewajiban menjaga amanah spiritual.

Dalam kegiatan kali ini, pola pemasaran yang digunakan menunjukkan adanya pergeseran signifikan, dari metode konvensional menuju pendekatan digital berbasis komunikasi personal. Salah satu instrumen utama yang digunakan adalah script closing berbasis WhatsApp, yang dirancang dengan formula psikologis: membangun emosi, menggali kebutuhan, menawarkan solusi, menciptakan urgensi, hingga akhirnya mengunci keputusan jamaah secara halus namun efektif.

“Strategi ini bukan sekadar jualan, tapi seni membangun keyakinan,” ungkap Pak Iman, Marketing Laena Tour & Travel. Ia menjelaskan bahwa pendekatan komunikasi yang digunakan timnya dirancang untuk menyentuh sisi terdalam calon jamaah.

“Kami memulai dengan pertanyaan sederhana (kapan ingin berangkat?) lalu masuk ke kebutuhan mereka. Dari situ, kami arahkan secara halus hingga mereka siap mengambil keputusan. Ini bukan paksaan, tapi pendampingan niat,” tegasnya.

Lebih jauh, sistem pemasaran Laena tidak hanya berhenti pada penjualan langsung, tetapi merambah pada penguatan jaringan melalui rekrutmen agen. Skema komisi yang ditawarkan terbilang progresif per jamaah, disertai bonus berjenjang serta sistem override dari penjualan tim, yang membuka peluang terbentuknya jaringan distribusi yang masif dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Alwi Hayat, calon agen Laena Tour & Travel, melihat potensi besar dalam sistem tersebut, namun ia juga memberikan catatan strategis. “Menurut saya, kekuatan utamanya ada di duplikasi sistem. Tapi harus dijaga juga kualitas edukasi agen. Jangan sampai hanya fokus rekrut, tapi minim pemahaman produk. Karena ini ibadah, bukan sekadar komoditas,” ujarnya, menegaskan pentingnya keseimbangan antara ekspansi dan integritas.

Dalam perspektif yang lebih luas, strategi rekrutmen agen dalam skala besar menjadi bagian dari arsitektur pemasaran modern yang mengandalkan kecepatan, jaringan, dan konsistensi narasi. Melalui kombinasi WhatsApp broadcast, media sosial, komunitas lokal, hingga pendekatan personal, LAENA Tour & Travel membangun funnel pemasaran yang sistematis, dari ketertarikan awal hingga konversi menjadi agen aktif.

Namun demikian, praktik ini tidak lepas dari sorotan etis. Dalam konteks hukum dan perlindungan konsumen, setiap bentuk promosi wajib mengedepankan kejujuran dan tidak menyesatkan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Transparansi harga, fasilitas, serta kepastian keberangkatan menjadi indikator utama yang tidak boleh dikompromikan dalam setiap lini komunikasi pemasaran.

Moh Cahyadi yang akrab disapa Den Cupank, jurnalis sekaligus Ketua Harian Rumah Hebat Nusantara, menutup rangkaian pernyataan dengan pandangan yang tajam dan visioner. “Marketing Umrah hari ini bukan sekadar strategi bisnis, tapi medan dakwah yang kompleks. Harus ada keseimbangan antara agresivitas dan integritas. Script boleh tajam, komisi boleh besar, tapi niat harus lurus. Karena yang kita fasilitasi adalah perjalanan suci,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah-langkah marketing ke depan harus berpijak pada empat pilar utama: emosional, rasional, spiritual, dan sosial. “Bangun narasi yang menyentuh hati, beri solusi yang masuk akal, jaga nilai ibadah, dan ciptakan efek sosial yang membanggakan. Jika itu dilakukan konsisten, maka merekrut jamaah bukan lagi sekadar target, melainkan gerakan,” tutupnya dengan nada penuh keyakinan.

Di ujung perjalanan ini, satu hal menjadi terang: bahwa di balik strategi yang kian canggih, terdapat tanggung jawab moral yang tak bisa ditawar. Sebab Umrah bukan sekadar perjalanan, ia adalah panggilan Ilahi. Dan mereka yang memfasilitasi panggilan itu, sejatinya sedang memikul amanah yang jauh lebih besar dari sekadar bisnis.
(CP/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *