Type to search

Tanya DR Suharsono

Tips dan Strategi Manajemen Pemasaran yang Jitu

Share

Assalamualaikum Pak DR Suharsono

Saya Lia. Umur 30 tahun. Tinggal di Batam, Kepulauan Riau. Saya baru saja dipromosikan menjadi manajer marketing di salah satu perusahaan swasta. Perusahaan bergerak di bidang makanan dan minuman.

Saya tidak tahu kenapa perusahaan mengangkat saya. Padahal pendidikan saya bukan dari manajemen, apalagi manajemen pemasaran.

Saya mau tanya, strategi pemasaran atau penjualan agar pembeli minat membeli produk yang kita pasarkan. Dan tentu saja omset yang ditargetkan dapat tercapai.

Oh ya, selama ini saya kerja sebagai staff pemasaran di perusahaan tersebut. Selama ini, saya hanya memasarkan produk seperti yang diajarkan manajer kami yang juga kurang menguasai masalah pemasaran.
Seperti harus tahu produk dulu, selera konsumen, dan lain sebagainya.

Melalui pertanyaan saya ini, saya mau dijelaskan kiat-kiat memasarkan produk yang terstruktur agar kami marketing ada panduan yang jelas.

Sekian pertanyaan saya terima kasih pak DR Suharsono.

Lia, Batam (081364****)

Jawaban:

Waalaikum salam ww.
Selamat untuk bu Lia yang luar biasa!
Selamat atas promosinya sebagai manajer pemasaran di perusahaannya. Tidak mudah untuk menduduki jabatan tersebut, apalagi bu Lia tidak berlatar belakang pendidikan manajemen pemasaran.

Tetapi, saya yakin, perusahaan punya pertimbangan matang untuk mengangkat bu Lia. Mungkin bu ibu punya kepribadian yang supel, atau punya etos kerja tinggi, atau punya relasi banyak. Semoga jabatan yang ibu pegang membawa kebermanfaatan bagi banyak orang, khususnya keluarga bu lia dan tentu saja bagi perusahaan.

Pemasaran punya peran penting dalam opearsionalisasi perusahaan. Melalui pemasaran produk dan jasanya perusahaan mendapatkan omset. Omset inilah yang digunakan untuk biaya produksi, biaya SDM, biaya operasi, biaya pengembangan, dan lain-lain. Kalau kegiatan pemasarannya tidak mencapai omset yang ditargetkan, hal ini akan mengganggu operasional bagian-bagian lain di perusahaan.

Berdasarkan pengalaman saya dalam menjual produk jasa pendidikan dan sedikit ilmu pemasaran, saya ingin memberikan beberapa strategi pemasaran untuk produk makanan dan minuman yang ibu jual. Silahkan ibu pelajari lebih dalam. Kalau seandainya cocok, silahkan pratikkan dan implementasikan strategi tersebut di perusahaan bu Lia.

Strategi pemasaran jitu yang pada umumnya melibatkan aspek-aspek berikut.

1. Product

Produk dapat berupa barang ataupun jasa. Hal-hal yang berkaitan dengan produk adalah: rasa, manfaat, dan kemasan. Untuk produk makanan dan minuman, faktor rasa sangat penting. Orang membeli karena enak rasanya.

Produk atau jasa juga memberikan manfaat bagi penggunanya. Manfaat yang lebih dari yang diharapkan merupakan alasan penting kenapa orang membeli produk atau jasa. Kita, sebagai produsen, harus menginformasikan manfaat ini kepada calon konsumen.

Mereka harus tahu manfaat yang ditimbulkan dari produk kita.
Banyak orang membeli produk karena faktor kemasan. Desain kemasannya bagus, menarik, enak dipandang, dan membuat orang penasaran untuk membelinya. Mungkin makanannya biasa-biasa saja. Tetapi karena kemasannya menarik, maka orang membelinya.

2. Price

Faktor harga merupakan pertimbangan utama kenapa orang membeli produk. Harga yang ditetapkan harus sepadan dengan rasa dan manfaatnya. Untuk membuat harga terkesan murah, untuk konsumen tertentu volume kemasannya diperkecil dengan harga yang sama seperti produk standar.

Dalam beberapa kasus, harga malah dinaikkan untuk wilayah-wilayah premium. Faktor harga juga harus disesuaikan dengan strata ekonomi konsumen. Jangan memberikan harga yang terlalu murah kepada konsumen kelas atas. Dan jangan memberikan harga terlalu mahal untuk onsumen kelas bawah.

Harga-harga dapat dimainkan dengan memberikan diskon-diskon, potongan khusus untuk pembelian pada volume tertentu, atau pembelian ulang produk yang sama.

3. Promotion

Promosi adalah salah satu bentuk cara memperkenalkan produk dan menarik orang untuk melihat dan membelinya. Kita membeli suatu produk kadang-kadang menunggu sedang ada promosi apa. Kita juga seringkali membeli produk karena adanya promosi diskon, atau beli 2 dapat 3, atau beli produk dapat hadiah produk lain, dan sebagainya.

Promosi juga seringkali dikaitkan dengan waktu-waktu khusus. Misalnya: midnight sale, harga khusus untuk yang berulang tahun, potongan khusus pada hari-hari tertentu, dan masih banyak lagi.

Di beberapa toko, sering kita jumpai poster-poster: Discount up to 70%. Ini semua adalah bentuk-bentuk promosi untuk menarik calon-calon pembeli.

4. Place

Faktor place berkaitan dengan dimana produk ditempatkan. Tempat dapat berupa rak produk, almari pajangan, lokasi dalam toko, atau lokasi toko dalam daerah tertentu.

Beberapa produk kelihatan lebih menarik bila ditaruh dalam almari kaca yang diberi pencahayaan yang bagus. Beberapa produk juga akan menarik konsumen bila ditempatkan pada lokasi yang mudah dilihat dalam toko.

Produk-produk tertentu memerlukan ruang pamer dan lokasi yang representative untuk menggambarkan kualitas produk yang dijual.

5. People

Faktor people menggambarkan siapa-siapa yang berkaitan dengan produk yang dijual. Produk-produk tertentu menggunakan bintang iklan untuk menggambarkan citra produk yang diiklankan. Beberapa produk menggunakan sales people yang berpakaian khas dan berpenampilan menarik untuk melayani calon konsumen.

Ada juga yang melatih penjaja toko, sales people, dan siapa saja yang bertugas menjual produk dengan informasi dan kompetensi khusus tentang produk, penjualan, membangun hubungan, membuat konsumen setia, dsb.

Semuanya dilakukan dalam rangka menarik konsumen dan membuat penjualan lebih banyak.

6. Physical Evidence

Faktor ini berhubungan dengan fakta-fakta fisik suatu produk untuk menarik orang. Semua fakta fisik tentang produk diperbaiki dan dibuat menarik. Fakta fisik harus mencerminkan citra produk.

Bagaimana membuat orang ingat suatu produk tertentu bila melihat kemasannya, mencium baunya, mendengar musiknya, melihat pakaian penjualnya, melihat tempat pajangannya, dan melihat gedung atau tokonya. Semuanya harus dibuat agar orang menghubungkannya dengan suatu produk tertentu.

Strategi yang saya sampaikan di atas lebih dikenal dengan ‘Strategi 6 P’ yakni: product, price, promotion, place, people, dan physical evidence. Silahkan bu Lia menerapkannya pada produk makanan dan inuman yang dijual.

Saya yakin semuanya atau sebagian dari strategi tersebut dapat dipakai untuk membuat pemasaran yang lebih kuat. Dan yang lebih penting lagi mencapai atau melampaui target pemasaran yang ditetapkan perusahaan.

Selamat mencoba, sukses untuk bu Lia! []

 

[ Kali ini DR Suharsono memberi kesematan buat Anda sekalian yang ingin curhat, ada personalan hidup yg susah diselesaikan terkait keluarga, karir, bisnis, keuangan dll.

Daftar pertanyaan bisa dihubungi Nomor what’s App 081364923457

Catatan: identitas bisa disembunyikan dan jawabannya dimuat di belarakyat.com

Terimakasih

Cc: DR SUHARSONO, MM, MPd]

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *