Setelah Sekian Lama Umat Tanpa Agenda Strategis Bersama dan Berjalan Masing-masing, Sudah Waktunya Lahir Inisiatif Politbiro Umat Islam Indonesia

Sampai sejauh ini, kecelakaan terbesar dari umat Islam Indonesia yaitu:

1. Membiarkan dirinya yang banyak itu sebagai santapan dan ternak politik bagi orang lain.

Bacaan Lainnya

2. Mencukupkan dirinya sebagai penadah jatah yang tidak setimpal dari mekanisme politik dagang sapi.

3. Membiarkan dirinya berkompetisi secara internal ketimbang ke eksternal.

4. Membiarkan dirinya terhambat untuk maju dan sejahtera kapasitas, kapabilitas dan kompetensnya.

5. Menerima begitu saja doktrin intimidatif dari pihak lain bahwa jika umat menyatu dan bergerak menuntut aspirasi esensialnya yang wajar, dapat menciptakan ketidakseimbangan dan destabilisasi keadaan.

6. Menjerumuskan dirinya sebagai pasifis ketimbang dinamis yang progresif demi memenuhi aspirasi lawan.

7. Selalu menyesuaikan diri dengan agenda besar dan kepentingan pihak lawan, walau harus mengorbankan kepentingannya sendiri.

Padahal umat Islam itu adalah kesatuan komunitas yang luas didasarkan persamaan rujukan iman sama yaitu Alquran dan sunnah dan memiliki orientasi tatanan kehidupan yang tunduk pada Allah demi menciptakan suasana kehidupan manusia yang mulia dan sejahtera.

Karena itu, dia harus mengelola tujuan dan kepentingan strategisnya dengan pintar dan militan.

Sejauh ini, umat Islam telah terperangkap dengan skema di luar kepentingan strategisnya. Itulah sebabnya umat Islam Indonesia kehilangan kepemimpinan strategis, dan terperosok jadi objek eksploitasi politik dan ekonomi yang tentu mencelakakannya.

Masih banyak yang harus diuraikan problem-problem mendasar dari umat Islam Indonesia sejauh ini.

Singkatnya, kita memerlukan langkah baru: perlunya kehadiran politbiro yang merumuskan kerangka, orientasi dan agenda strategis umat Islam Indonesia. Kriteria strategis itu ialah memiliki dampak jangka panjang dan mengungkit daya saing, kapasitas dan kepemimpinan yang kokoh dan terstruktur dari kesatuan dinamis seluruh komunitas umat Islam.

Politbiro umat Islam tidak perlu deklaratif, tapi bekerja efektif secara bayangan dan dipastikan beregenerasi dan meluas ke seluruh ekosistem umat Islam yang saat ini terpecah-pecah.

Surat Ali ‘Imran Ayat 104

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

Artinya: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.

(Jika setuju, mohon disebarkan supaya bangkit dari tidur panjang).

*Bhre Wira

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *