MATRAMAN, JAKARTA TIMUR – BELA RAKYAT – Suasana kebersamaan begitu terasa di lingkungan RW 10 Kelurahan Utan Kayu Utara, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Minggu pagi kemarin. Ribuan warga dari 20 RT tumpah ruah mengikuti Jalan Santai Semarak HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Acara yang mengambil start dari Balai Warga RW 10 ini secara resmi dibuka dan dilepas langsung oleh Ketua RW 10, Ery Vinanto.
Dalam sambutannya sebelum mengibarkan bendera start, Ery Vinanto tidak hanya melepas peserta jalan santai, namun juga menyampaikan pesan kebangsaan yang kuat tentang arti merdeka di tingkat lingkungan terkecil, yaitu Rukun Warga.
“Kemerdekaan itu bukan hanya upacara di Istana. Merdeka yang sesungguhnya adalah ketika kita sebagai tetangga bisa hidup saling peduli, saling toleransi, menjaga kebersamaan, dan gotong royong. Kalau warga RW 10 rukun dan kompak, maka RW kita sudah benar-benar merdeka dari perpecahan dan ketidakpedulian,” ujar Ery Vinanto disambut tepuk tangan warga di Jalan Balai Rakyat, Utan Kayu Utara, Matraman, Jakarta Timur, Ahad (23/8/2026).
Menurut Ery, perayaan 17 Agustusan dengan jalan santai, lomba-lomba dan pembagian hadiah jangan hanya dimaknai sebagai seremonial tahunan. Lebih dari itu, harus menjadi momentum untuk menguatkan kembali nilai-nilai luhur yang mulai luntur di kota besar.
Pada kesempatan itu, Ery Vinanto secara khusus memperkenalkan 7 Kunci Hidup Bertetangga yang menjadi pegangan warga RW 10 Utan Kayu Utara:
1. PEDULI
“Peduli artinya peka dan tidak cuek. Di RW kita, peduli itu artinya tahu kalau ada tetangga yang sakit, ada anak yatim yang butuh perhatian, ada selokan mampet, ada lampu jalan mati. Bukan untuk ikut campur, tapi untuk ikut membantu. Peduli adalah awal dari semua kebaikan,” tegasnya.
2. TOLERANSI
Ery mengingatkan bahwa RW 10 adalah miniatur Indonesia. Warganya datang dari berbagai suku, pekerjaan, pendapat dan pilihan yang berbeda.
“Toleransi adalah menerima perbedaan dengan lapang dada. Perbedaan itu jangan jadi perpecahan, tapi jadi kekuatan. Jangan memaksakan kehendak, hormati cara ibadah dan kebiasaan tetangga kita,” pesannya.
3. KEBERSAMAAN
“Kebersamaan itu merasa senasib sepenanggungan. Kalau ada yang hajatan kita ikut senang, kalau ada yang berduka kita ikut menguatkan. Jangan sampai ada warga yang merasa sendirian di lingkungannya sendiri,” ujarnya. Ia mencontohkan kebersamaan dengan hadir di arisan, pengajian, posyandu, dan takziah.
4. GOTONG ROYONG
Nilai keempat ini disebut sebagai wujud nyata dari kebersamaan. “Kerja bersama tanpa diupah untuk kepentingan bersama. Kalau semua dikerjakan bersama, yang berat jadi ringan. Ini identitas asli bangsa kita. Seperti acara hari ini, bisa terlaksana karena gotong royong panitia, ibu-ibu, karang taruna, dan para Ketua RT,” katanya.
5. RUKUN
Ery menekankan pentingnya menjaga kerukunan di atas segalanya. “Rukun itu bukan berarti tidak pernah beda pendapat. Tapi kalau ada masalah, selesaikan dengan musyawarah, jangan dengan adu mulut di grup WA. Rukun itu kita jaga dengan kepala dingin melalui Ketua RT dan RW,” pesannya yang disambut tawa warga.
6. KOMPAK
“Kalau rukun itu akur hatinya, kompak itu solid gerakannya. Sudah sepakat A, ya semua jalan A. Tidak ada yang jalan sendiri-sendiri. Iuran kas sepakat tanggal 10, semua bayar tanggal 10. Jadwal ronda disepakati, semua melaksanakan. Itu namanya kompak,” jelasnya.
7. GUYUB
Puncak dari semua nilai tersebut adalah guyub. “Guyub itu gabungan semuanya. Suasana hangat, akrab, seperti keluarga besar. Tidak ada sekat antara yang lama dan yang baru, yang muda dan yang tua. Di lingkungan yang guyub, anak-anak kita aman bermain, orang tua kita nyaman tinggal. Guyub itu nyapa tetangga saat papasan, bukan malah nunduk lihat HP,” ucap Ery.
Ia pun mengajak seluruh warga untuk tidak menjadikan 7 nilai tersebut hanya sebagai tulisan di spanduk 17-an.
“Mari kita jaga 7 nilai ini bukan hanya sebagai tulisan di spanduk, tapi sebagai kebiasaan harian. RW yang PEDULI, TOLERAN, hidup dalam KEBERSAMAAN, rajin GOTONG ROYONG, selalu RUKUN, tetap KOMPAK, dan akhirnya menjadi lingkungan yang GUYUB. Karena rumah yang baik bukan hanya bangunan yang kokoh, tapi tetangga yang guyub,” tutupnya.
Beragam Hadiah Khas 17-an, Dari Minyak Goreng Hingga TV
Kemeriahan jalan santai semakin lengkap dengan pembagian doorprize khas perayaan HUT RI. Panitia menyiapkan ratusan hadiah yang sangat dekat dengan kebutuhan ibu-ibu dan warga.
Berbagai hadiah yang dibagikan antara lain paket sembako, minyak goreng, gula, beras, serta peralatan dapur seperti panci, wajan, rantang susun, termos air, dan kompor. Tak ketinggalan hadiah utama berupa Televisi LED, kipas angin, dan sepeda.
“Hadiahnya memang khas 17 Agustusan, yang memang dibutuhkan warga sehari-hari. Biar semua senang, semua dapat. Yang penting bukan mewahnya hadiah, tapi kebersamaan dan kegembiraan warganya,” tambah Ketua Panitia Unang.
Acara jalan santai yang menempuh rute keliling wilayah RW 10 ini diakhiri dengan pembagian hadiah, hiburan musik, dan makan bersama warga. Tampak hadir Lurah Utan Kayu Utara Yuni Saropah, SPd, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para Ketua RT 01-10, TP PKK, Karang Taruna, dan tokoh masyarakat setempat.






