PESAN HIKMAH QS.Az-Zuhruf: 36-39: Muslim harus Konsisten di Jalur Benar Sesuai dengan Landasan al-Qur’an

PESAN HIKMAH:

وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ
شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ
وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ
أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ
حَتَّىٰ إِذَا جَاءَنَا قَالَ يَا لَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِقَيْنِ فَبِئْسَ الْقَرِينُ

Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.
Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa
Sehingga apabila orang-orang yang berpaling itu datang kepada kami (di hari kiamat) dia berkata: “Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara masyrik dan maghrib, maka syaitan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia.”

(QS.Az-Zuhruf: 36-39 )

PENJELASAN PESAN HIKMAH (PPH):

Dari ayat yang terdapat dalam QS. Az-Zuhruf : 36-38 mengajarkan tentang banyak hal yang terkait dengan keharusan seorang Muslim bersikap konsisten dijalur yang benar sesuai dengan landasan al-Qur’an serta tudak terbawa arus dominasi syaitan yang tidak lain hanya berorientasi untuk menjerambabkan manusia dari jalan kebenaran. Penjelasan mendalam tentang hal itu sebagai berikut:

1. Barangsiapa yang Berpaling dari Peringatan (Al-Quran)

Ini mengisyaratkan kepada individu yang secara sengaja atau tidak sengaja mengabaikan ajaran yang terdapat dalam Al-Quran, yang merupakan wahyu dan petunjuk dari Yang Maha Pemurah. Tindakan ini mencerminkan keengganan atau ketidaktahuan individu terhadap petunjuk-petunjuk ilahi.

2. Kami Adakan Baginya Setan yang Menjadi Temannya:

Allah menjelaskan konsekuensi dari perbuatan manusia yang berpaling dari petunjuk-Nya dengan menyatakan bahwa setan akan menjadi teman atau pengiringnya. Ini menyoroti bahwa ketika seseorang tidak mengikuti ajaran ilahi, ia akan rentan terhadap pengaruh negatif dan godaan setan yang menghalangi perjalanan spiritualnya.

3. Mereka Menghalangi dari Jalan yang Benar:

Ayat ini menegaskan bahwa setan dan pengikutnya bertujuan untuk menghalangi manusia dari jalan yang benar dan lurus, yang seharusnya mengarahkan mereka kepada kebaikan dan kesejahteraan. Ini menggambarkan pertempuran antara kebaikan dan kejahatan, di mana setan berusaha menggoda manusia agar terjerumus pada kesesatan.

4. Mereka Mengira Mereka Mendapat Petunjuk yang Lurus:

Meskipun seseorang mungkin merasa yakin bahwa mereka berada di jalur yang benar, mereka sebenarnya telah disesatkan oleh setan dan pengaruh negatifnya. Ini mengingatkan kita akan tipu daya setan yang dapat menyamar sebagai kebenaran, sehingga manusia terperangkap dalam kebingungan dan kesesatan.

5. Setan Berkata saat Datangnya Kehancuran

Ketika setan dan pengikutnya menyadari akibat dari perbuatannya di akhirat, mereka merasakan penyesalan. Namun, saat itu sudah terlambat untuk memperbaiki kesalahan mereka. Ini menggambarkan ironi bahwa pada saat kehancuran datang, penyesalan tidak lagi bermanfaat, dan kesalahan yang telah dilakukan tidak dapat diperbaiki.

Dengan demikian, ayat ini mengajarkan bahwa manusia harus waspada terhadap godaan dan pengaruh negatif yang dapat menyimpangkan mereka dari jalan yang benar. Ini juga mengingatkan kita akan pentingnya untuk selalu berpegang teguh pada ajaran dan petunjuk ilahi dalam setiap aspek kehidupan kita, sehingga kita dapat menghindari dominasi syaitan dan jalan kesesatan serta mendapatkan keberkahan dari sisi Yang Maha Kuasa ????

SEMOGA BERMANFAAT

Munawir Kamauddin, Dosen UIN Alauddin, Makassar

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.