Novita Kuswantri Korban TPPO Libya: Terima Kasih Pak Presiden Prabowo dan Menteri KP2MI Mukhtaruddin

JAKARTA – BELA RAKYAT –  Novita Kuswantri warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Libya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah Indonesia setelah berhasil dipulangkan ke Tanah Air dengan selamat.

Ucapan tersebut disampaikan Novita melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadi Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Mukhtaruddin. Dalam pernyataannya, Novita mengapresiasi langkah cepat pemerintah yang telah memberikan perlindungan dan memfasilitasi kepulangannya dari Libya.

Bacaan Lainnya

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Novita Kuswantri, saya korban TPPO negara Libya. Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada bangsa Indonesia, dan terutama buat Bapak Presiden Prabowo Subianto, Bapak Menteri KP2MI Mukhtaruddin, dan juga segala jajaran KBRI Tripoli,” ujar Novita.

Ia mengaku bersyukur karena akhirnya dapat kembali berkumpul bersama keluarga setelah melalui masa-masa sulit sebagai korban perdagangan orang di luar negeri.

Rasa terima kasih juga disampaikan suami Novita, Muhammad Ramadani. Ia mengungkapkan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras hingga istrinya dapat dipulangkan dengan selamat.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bangsa dan negara ini yang telah mengembalikan istri saya. Kami tidak dapat mengungkapkannya dengan kata-kata indah. Kami hanya bisa berdoa semoga Bapak Presiden, Bapak Menteri, dan seluruh pihak terkait yang membantu pemulangan istri saya diberikan kekuatan dalam memimpin dan mengabdi kepada bangsa dan negara,” katanya.

Ungkapan tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia yang menghadapi persoalan di luar negeri, khususnya para korban TPPO.

Pemerintah melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) bersama KBRI Tripoli terus berkoordinasi untuk memastikan proses penyelamatan, pendampingan, hingga pemulangan WNI korban perdagangan orang dapat berjalan dengan baik.

Kasus yang dialami Novita sekaligus menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar selalu berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan ke luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi.

Pemerintah terus mengimbau calon pekerja migran Indonesia untuk menggunakan jalur legal demi menghindari risiko menjadi korban TPPO maupun bentuk eksploitasi lainnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *