JAKARTA – Ketua Umum DPP Pemuda LIRA, Habibie Mahabbah, SIP., MM menyampaikan ucapan selamat milad ke-62 kepada Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Habib Aboe Bakar Alhabsyi, S.E yang berulang tahun hari ini, Kamis (15/10/2026)
Habibie mendoakan agar Habib Aboe senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, umur panjang, serta kesuksesan dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Menurutnya, usia 62 tahun merupakan fase yang sangat matang, dengan pengalaman kehidupan, perjalanan organisasi, dan pengabdian politik yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.
“Selamat milad ke-62 untuk Kanda Habib Aboe. Semoga selalu diberikan kesehatan, panjang umur, keberkahan, semakin sukses, dan senantiasa diberikan kekuatan untuk menjalankan amanah. Semoga setiap langkah pengabdian beliau terus membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Habibie kepada wartawan, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Bagi Habibie, ucapan tersebut bukan sekadar penghormatan kepada seorang pejabat publik. Ada pengalaman pribadi, kedekatan emosional, serta proses belajar yang membuat sosok Habib Aboe memiliki tempat yang baik belajar terkait perjalanan hidup dan pengabdiannya di dunia organisasi maupun politik.
Mengenal Habib Aboe dari Dekat di Lingkungan Parlemen
Mantan Bendahara Umum PB HMI sekaligus eks Wakil Sekjen DPP KNPI ini mengungkapkan, dirinya mulai mengenal dan berinteraksi dengan Habib Aboe ketika bertugas sebagai wartawan di lingkungan DPR RI, TV Parlemen. Dari aktivitas jurnalistik tersebut, ia berkesempatan berkomunikasi lebih dekat dengan Habib Aboe, baik untuk kepentingan pemberitaan maupun dalam hubungan personal antara senior dan yunior.
Pengalaman itu membuat Habibie tidak hanya mengenal Habib Aboe melalui pernyataan politik yang disampaikan kepada media. Ia juga memperoleh kesempatan untuk memahami cara pandang, sikap, dan pemikiran Habib Aboe dalam menyikapi berbagai persoalan yang berkembang di parlemen.
“Bagi saya, Habib Aboe bukan sekadar anggota DPR yang saya kenal ketika menjadi wartawan. Saya melihat beliau sebagai senior yang bisa diajak berkomunikasi, tempat bertanya, sekaligus sosok yang memberikan arahan. Kadang saya berkomunikasi sebagai yunior, kadang sebagai jurnalis yang membutuhkan pandangan beliau untuk kepentingan pemberitaan,” kata Habibie.
Menurut Habibie, pengalaman menjadi wartawan di parlemen memberikan pelajaran penting tentang bagaimana memahami politik secara lebih utuh. Politik tidak hanya berbicara tentang partai, jabatan, ataupun perebutan kekuasaan, tetapi juga tentang gagasan, tanggung jawab, keberanian menyampaikan pandangan, serta bagaimana keputusan negara berdampak pada kehidupan masyarakat.
Perjalanan Panjang Pengabdian di DPR RI
Habib Aboe memiliki pengalaman panjang sebagai anggota DPR RI. Berdasarkan riwayat jabatan yang tercantum dalam profil resmi MPR RI, ia pernah menjadi anggota DPR RI lima periode 2004–2009 dan 2009–2014, kemudian kembali bertugas pada periode 2014–2019, 2019–2024, serta periode 2024–2029.
Pada periode 2014–2019 dan 2019–2024, Habib Aboe tercatat bertugas di Komisi III DPR RI. Pada periode 2024–2029, ia kembali menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan I melalui Fraksi PKS. Rekam jejak tersebut menunjukkan pengalaman panjangnya dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat selama lima periode berturut-turut.
Sebagai anggota Komisi III, Habib Aboe berada dalam ruang lingkup kerja yang berkaitan dengan persoalan hukum, penegakan hukum, hak asasi manusia, dan berbagai institusi yang menjadi mitra komisi. Bidang tersebut menuntut pemahaman terhadap aturan, ketegasan dalam menjalankan fungsi pengawasan, serta perhatian terhadap keadilan dan perlindungan hak masyarakat.
Bagi Habibie, pengalaman panjang di parlemen menjadi salah satu alasan mengapa pandangan Habib Aboe menarik untuk dipelajari. Menurutnya, pengalaman politik yang matang semestinya tidak berhenti sebagai catatan jabatan, tetapi menjadi bekal untuk membaca persoalan secara lebih luas, memahami kepentingan publik, dan mendorong perbaikan dalam penyelenggaraan negara.
Habibie juga menilai bahwa fungsi pengawasan parlemen harus tetap memiliki orientasi yang jelas, yakni memastikan institusi negara bekerja sesuai ketentuan dan kepentingan masyarakat terlindungi. Dalam persoalan hukum, ketegasan perlu berjalan bersama objektivitas, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan prinsip bahwa setiap orang berhak memperoleh perlakuan yang adil di hadapan hukum.
Senior PII yang Memberi Makna bagi Regenerasi
Selain pengalaman di parlemen, perjalanan organisasi Habib Aboe juga menjadi bagian yang menarik untuk dicermati. Dalam riwayat organisasi yang tercantum pada profil resmi MPR RI, Habib Aboe tercatat mengikuti Pelajar Islam Indonesia (PII) pada periode 1980–1988.
Bagi Habibie, pengalaman dalam organisasi kepemudaan dan pelajar merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter. Organisasi dapat menjadi ruang belajar mengenai kepemimpinan, tanggung jawab, komunikasi, serta kemampuan memahami perbedaan pandangan.
Habibie memandang hubungan senior dan yunior idealnya tidak berhenti pada penghormatan terhadap usia maupun pengalaman. Hubungan itu seharusnya melahirkan proses pembelajaran yang berkelanjutan, ketika senior bersedia berbagi pengalaman dan yunior memiliki kesempatan untuk mengembangkan kapasitas serta menemukan jalannya sendiri.
Dalam pandangan Habibie, sosok senior yang baik bukan hanya orang yang berhasil mencapai posisi penting. Senior yang patut dihormati adalah mereka yang tetap bersedia memberikan perhatian kepada generasi berikutnya, membuka ruang komunikasi, dan ikut merasa bahagia ketika yuniornya berhasil mencapai kemajuan.
Mentor yang Tidak Hanya Memberikan Arahan
Habibie secara terbuka mengakui bahwa Habib Aboe merupakan salah satu sosok yang ia anggap sebagai mentor. Di mana Habib Aboe sempat aktif di LSM LIRA.
Dari komunikasi dan interaksi selama berada di lingkungan parlemen, Habibie mengaku mendapatkan banyak pelajaran yang berguna bagi perjalanan organisasi dan pengabdiannya.
Ia mengenang Habib Aboe sebagai senior yang kerap memberikan dukungan. Hal itu memiliki arti tersendiri karena tidak setiap orang yang memiliki pengalaman panjang bersedia meluangkan waktu untuk membimbing mereka yang lebih muda.
“Buat saya, Kanda Habib Aboe itu bukan hanya senior. Beliau juga mentor. Saya banyak belajar dari beliau. Ada kalanya saya datang atau berkomunikasi sebagai yunior yang membutuhkan pandangan, dan ada kalanya saya hadir sebagai wartawan yang ingin memahami suatu persoalan. Dari situ saya belajar banyak hal,” ungkap Habibie.
Ia menambahkan, salah satu hal yang paling berkesan adalah kesan bahwa seorang senior seharusnya ingin melihat yuniornya berkembang. Keberhasilan generasi muda tidak semestinya dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai bagian dari keberlanjutan perjuangan dan regenerasi.
Menurut Habibie, nilai tersebut relevan dalam organisasi kepemudaan, partai politik, lembaga negara, maupun kehidupan bermasyarakat. Regenerasi yang sehat membutuhkan pemimpin yang mampu mempersiapkan generasi penerus, bukan sekadar mempertahankan pengaruhnya sendiri.
Pribadi yang Asyik dan Lebih Memasyarakat
Di luar jabatan dan pengalaman politiknya, Habibie mengenang Habib Aboe sebagai pribadi yang menyenangkan diajak berkomunikasi. Baginya, pengalaman berinteraksi langsung memperlihatkan sisi personal yang tidak selalu dapat tergambarkan melalui pemberitaan formal.
Habibie menilai, kedekatan seorang tokoh dengan masyarakat merupakan hal penting. Jabatan publik membawa tanggung jawab untuk memahami persoalan warga, mendengar aspirasi, dan menjaga komunikasi agar tidak tercipta jarak yang terlalu lebar antara pemegang amanah dan masyarakat.
Ia berharap pengalaman panjang Habib Aboe di parlemen terus menjadi modal untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat, khususnya dalam menyikapi persoalan hukum, keadilan, serta berbagai persoalan publik yang membutuhkan perhatian wakil rakyat.
Bagi Habibie, pengalaman menjadi wartawan juga mengajarkannya bahwa seorang tokoh tidak hanya dinilai dari apa yang disampaikan di depan kamera atau dalam forum resmi. Cara membangun komunikasi, kesediaan menerima masukan, dan perhatian kepada orang-orang di sekitarnya turut membentuk penilaian terhadap karakter seorang pemimpin.
Harapan di Usia 62 Tahun
Memasuki usia 62 tahun, Habibie berharap Habib Aboe tetap diberikan kesehatan dan kekuatan untuk melanjutkan pengabdiannya. Ia juga berharap pengalaman panjang di dunia politik dan parlemen semakin memperkaya kontribusi Habib Aboe dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Habibie menegaskan, penghormatan kepada senior tidak berarti menghilangkan sikap kritis. Sebaliknya, hubungan yang dibangun melalui komunikasi dan pembelajaran dapat menjadi ruang untuk saling mengingatkan, bertukar gagasan, dan mendorong pengabdian yang lebih baik.
Sebagai Ketua Umum DPP Pemuda LIRA, Habibie turut berharap nilai-nilai positif dari para senior dapat diteruskan kepada generasi muda. Anak muda membutuhkan teladan yang tidak hanya berbicara tentang keberhasilan, tetapi juga menunjukkan arti tanggung jawab, konsistensi, kepedulian, dan kesediaan membimbing orang lain.
“Sekali lagi, selamat milad ke-62 untuk Habib Aboe Bakar Alhabsyi. Semoga selalu sehat, panjang umur, semakin sukses, dan terus menjadi sosok yang memberikan manfaat bagi banyak orang. Terima kasih atas komunikasi, arahan, dan pelajaran yang selama ini saya dapatkan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan dalam setiap langkah pengabdian beliau,” tutup Habibie Mahabbah.






