Bamsoet Jadi Anggota Wantimpres: Babak Baru Karier Politik Eks Pimpinan Parlemen

JAKARTA – BELA RAKYAT – Bambang Soesatyo, yang akrab disapa Bamsoet, resmi memulai babak baru dalam karier politiknya. Politisi dari Partai Golkar yang juga kembali terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 ini kini memegang amanat baru setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 2 Oktober 2026.

​Pengangkatan tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Wantimpres RI. Bamsoet dilantik bersama 25 tokoh nasional lainnya. Dalam kepengurusan Wantimpres yang baru ini, Pratikno ditunjuk sebagai Ketua, Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua, serta Muhammad Qodari mengisi posisi Sekretaris. Sejumlah figur penting lain dari beragam latar belakang juga turut dilantik, di antaranya Budi Gunawan, Agum Gumelar, Chairul Tanjung, Quraish Shihab, Yahya Cholil Staquf, Rocky Gerung, Anwar Usman, Jusuf Hamka, hingga Ignasius Jonan.

Bacaan Lainnya

​Seluruh anggota Wantimpres mengikrarkan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo. Mereka berjanji untuk setia pada UUD 1945 serta menjalankan perundang-undangan demi pengabdian penuh kepada bangsa dan negara.

​Penugasan ini menandai kelanjutan perjalanan panjang Bamsoet di ruang publik. Sebelum masuk dalam lingkar lembaga kepresidenan, perjalanan kariernya telah melintasi berbagai ranah, mulai dari dunia pers, bisnis, organisasi, Partai Golkar, hingga panggung parlemen.

​Awal Karier: Dari Insan Pers ke Parlemen

​Bambang Soesatyo memulai perjalanan profesionalnya di bidang kewartawanan. Ia mengawali kiprah di Harian Umum Prioritas pada 1985, dilanjutkan di Majalah Vista. Kariernya di dunia pers terus menanjak hingga dipercaya menjabat Pemimpin Redaksi Majalah Info Bisnis serta mengelola beberapa media lain.

​Selain berkiprah di dunia jurnalistik, Bamsoet juga aktif berorganisasi. Berdasarkan rekam jejak resmi di MPR, ia pernah aktif di Kadin, HIPMI, Generasi Muda Kosgoro, AMPI, KNPI, hingga struktur kepengurusan Partai Golkar.

​Kiprah organisasinya berlanjut ke panggung politik tingkat nasional saat ia berhasil menembus Senayan. Bamsoet pertama kali terpilih sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2009. Kepercayaan publik membuatnya kembali terpilih pada Pemilu 2014, 2019, hingga 2024 dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VII.

​Selama berkiprah di DPR, Bamsoet sempat berada di Komisi III dan Badan Anggaran. Pada rentang 2015–2017, ia menduduki posisi strategis sebagai Ketua Komisi III DPR RI yang mengawasi bidang hukum dan keandalan regulasi nasional.

​Memimpin Dua Lembaga Tinggi Negara: DPR dan MPR

​Puncak pengabdiannya di legislatif ditandai saat ia dipercaya menjadi Ketua DPR RI menggantikan Setya Novanto. Pengalaman tersebut menjadikannya salah satu politisi Golkar yang sangat berpengalaman di jajaran pimpinan parlemen.

​Karier legislatifnya makin kukuh ketika ia terpilih memimpin posisi tertinggi di lembaga permusyawaratan, yakni sebagai Ketua MPR RI periode 2019–2024. Meski kini tak lagi berada di jajaran pimpinan MPR, statusnya sebagai legislator tetap berlanjut setelah kembali terpilih sebagai anggota DPR/MPR periode 2024–2029 dari Fraksi Golkar.

​Perspektif Bamsoet tentang Peran Wantimpres

​Jauh sebelum dirinya resmi dilantik, Bamsoet sudah memiliki pandangan mendalam mengenai peran penting Wantimpres. Saat menerima kunjungan pimpinan Wantimpres pada tahun 2022 sewaktu menjabat Ketua MPR, ia menggarisbawahi fungsi strategis lembaga tersebut.

​Ia menyampaikan bahwa Wantimpres bertugas memberikan masukan, nasihat, serta pertimbangan langsung kepada Presiden, terutama dalam merespons tantangan serta ancaman krisis global di sektor pangan, energi, maupun keuangan.

​Pergeseran Peran ke Lingkar Kepresidenan

​Masuknya Bamsoet ke dalam struktur Wantimpres menandai pergeseran fokus dalam rekam jejak politiknya. Bila selama lebih dari satu dekade peran utamanya dimainkan dari panggung parlemen—sebagai Ketua Komisi III, Ketua DPR, hingga Ketua MPR—kini tanggung jawabnya bergeser menjadi pemberi nasihat serta pertimbangan langsung kepada Presiden dalam menjalankan roda pemerintahan.

​Pengalaman panjang yang ditempuhnya dari dunia jurnalistik, usaha, organisasi, kepartaian, hingga pimpinan di DPR dan MPR kini menjadi bekal berharga bagi Bamsoet dalam menjalankan amanat barunya di Wantimpres.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *