JAKARTA – BELA RAKYAT – Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menceritakan pengalaman uniknya saat menjalankan ibadah haji dan umrah, dikejar pasangan suami istri asal Mesir hanya untuk meminta obat masuk angin asal Indonesia.
Cerita itu disampaikan Sarmuji dalam sebuah video yang diunggah di akun Facebook pribadinya @muhammad.sarmuji.73, Jumat (30/10/2026).
“Saya waktu umroh, waktu haji itu dikejar-kejar orang Mesir. Suami istri ngejar saya. Ditanya, ‘punya obat masuk angin Indonesia?’ Saya bilang, ‘ada’. Maaf saya tidak sebut mereknya ya,” kata Sarmuji dalam video berjudul ‘Dikejar Orang Mesir Waktu Haji Hanya untuk Barang ini’ itu.
Sarmuji yang resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Perindustrian pada Kamis, 1 Oktober 2026 menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita itu, menggunakan cerita tersebut untuk menyoroti potensi besar industri jamu dan obat tradisional Indonesia.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa produk herbal Indonesia dipercaya khasiatnya hingga ke luar negeri.
“Jadi orang Mesir itu pun percaya obat masuk angin dari Indonesia. Padahal kita sendiri kadang masih ragu sama produk kita sendiri. Ini menunjukkan jamu, obat tradisional kita, bahan-bahan seperti kumis kucing, keji beling itu dipercaya khasiatnya. Tidak hanya di dalam negeri, di luar negeri juga orang percaya,” ujarnya.
Sarmuji menegaskan, kekayaan biodiversitas Indonesia seharusnya tidak hanya dijual sebagai bahan mentah. Ia mendorong agar bahan alam tersebut diolah menjadi bahan baku farmasi yang memiliki nilai tambah, terstandarisasi dan teruji secara ilmiah.
“Nah kekayaan biodiversitas kita ini harusnya kita kembangkan. Jangan hanya jadi bahan mentah saja, tapi kita olah menjadi bahan baku farmasi yang punya nilai ilmiah, yang terstandarisasi,” tegasnya.
Seperti diketahui, Muhammad Sarmuji resmi dilantik sebagai Menperin Kabinet Merah Putih periode 2024-2029. Saat ini, ia juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar.






