Suriname dan Guyana Dibidik Jadi Pasar Baru PMI Terampil, Pemerintah Kejar Data Akurat

JAKARTA – BELA RAKYAT – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mulai melirik kawasan Karibia sebagai tujuan penempatan baru. Menteri P2MI Mukhtarudin menyebut Suriname dan Guyana punya potensi besar, terutama untuk pekerja terampil di sektor perkebunan, pertambangan, hingga minyak dan gas.

Hal itu dibahas dalam pertemuan Mukhtarudin dengan Duta Besar RI untuk Suriname merangkap Guyana dan CARICOM, Agus Priono, di Kantor KP2MI Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Bacaan Lainnya

Agus memaparkan, saat ini ada sekitar 689 WNI di Suriname, dan 560 di antaranya adalah Pekerja Migran Indonesia. Mayoritas bekerja di perkebunan, industri kayu, perikanan, dan pertambangan. Sebagian bahkan merupakan pekerja yang ikut pindah dari Solomon dan Papua Nugini mengikuti perusahaan tempat mereka bekerja.

Namun di balik peluang itu, ada masalah klasik yang belum selesai: pendataan.

“Banyak pekerja kita di sana berangkat secara perseorangan, jadi tidak tercatat di sistem resmi,” kata Agus.

Data resmi pun menunjukkan kesenjangan. Catatan SISKOP2MI terakhir untuk Suriname hanya 169 orang pada periode 2022-2023, dan Guyana 61 orang pada 2021-2023. Jauh dari angka riil yang disampaikan KBRI Paramaribo.

Mukhtarudin menilai pemutakhiran data adalah kunci. Tanpa data yang valid, pelindungan hukum dan sosial tidak bisa maksimal.

“Kami perlu dukungan Pak Dubes untuk mendapatkan informasi terbaru tentang jumlah dan kondisi PMI di sana. Itu dasar untuk kebijakan penempatan ke depan,” ujarnya.

Selain soal data, kedua pihak juga membahas penyiapan SDM. Mukhtarudin mengusulkan kerja sama dengan sekolah vokasi, khususnya yang fokus di bidang pertambangan dan migas, agar lulusannya bisa mengikuti pelatihan lanjutan, sertifikasi kompetensi, dan penyiapan penempatan melalui Migrant Center.

Langkah ini sejalan dengan target penempatan nasional. Sepanjang Januari hingga 19 Oktober 2026, P2MI telah memfasilitasi 297.450 layanan penempatan, yang masih didominasi Taiwan, Hong Kong, Malaysia, Jepang, dan Singapura.

Dengan pemetaan kebutuhan yang lebih rinci, termasuk kualifikasi jabatan dan syarat pekerja asing di Suriname dan Guyana, pemerintah berharap penempatan ke Karibia tidak hanya menambah jumlah, tapi juga naik kelas ke pekerjaan berketerampilan khusus.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *