Lewat Jurnalistik, Mahasiswa dan Pelajar Kalai Anim Dorong Suara Kampung Jangkau Publik

MERAUKE – BELA RAKYAT – Sebanyak 16 mahasiswa dan pelajar Kalai Anim di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, belajar memotret peristiwa, mewawancarai narasumber, hingga menyusun berita. Keterampilan jurnalistik tersebut diharapkan memperluas peran generasi muda dalam mendokumentasikan kehidupan, kebudayaan, dan aspirasi masyarakat kampungnya sendiri.

Pembelajaran tersebut berlangsung dalam pelatihan jurnalistik bertema “Cerita Lokal, Dampak Nyata: Pemuda Kalai Anim Menulis untuk Perubahan” yang diselenggarakan Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Kalai Anim (IMPKA) bersama Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) di Honai Patung Hati Kudus Yesus, Merauke, Minggu (1/11/2026).

Bacaan Lainnya

Ketua IMPKA, Emanuel Talpia Yolmen, mengatakan pelatihan itu menjadi kesempatan bagi pemuda dan pelajar untuk memperoleh keterampilan yang dapat diterapkan dalam kegiatan organisasi maupun kehidupan bermasyarakat.

“Saya harap kiranya materi yang nanti disampaikan bisa menjadi sebuah pedoman, pegangan dan menjadi pengalaman buat teman-teman,” ujar Emanuel dalam sambutannya.

Emanuel menekankan pentingnya kemampuan mengakses informasi, menulis, dan memanfaatkan media untuk memperkenalkan kebudayaan masyarakat Kalai Anim. Menurutnya, pengembangan keterampilan tersebut juga perlu memperkuat persaudaraan, solidaritas, dan kerja sama sebagai landasan organisasi.

Pelatihan menghadirkan tiga narasumber yang memberikan pembekalan mengenai pemanfaatan media massa, fotografi, videografi, dokumentasi kegiatan, serta teknik penulisan berita dan wawancara.

Peneliti MPSI, Fathan Putra Mardela, menjelaskan bahwa publikasi dapat menjadi sarana memperkenalkan aktivitas organisasi sekaligus menyampaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat yang memerlukan perhatian.

“Ketika ada dokumentasi, itu kan ada bukti. Ketika ada bukti, itu orang akan lebih percaya,” kata Fathan saat menyampaikan materi mengenai media massa sebagai instrumen eksposur dan penguatan kelembagaan.

Menurut Fathan, dokumentasi yang dikelola secara konsisten dapat membangun rekam jejak organisasi dan meningkatkan kepercayaan publik. Karena itu, IMPKA didorong memanfaatkan Facebook, Instagram, TikTok, serta media massa untuk memperluas jangkauan informasi mengenai kegiatan pendidikan, kebudayaan, dan aktivitas sosial masyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan kebenaran informasi sebelum dipublikasikan, menghormati privasi narasumber, serta memperhatikan izin dalam menyebarluaskan informasi yang berkaitan dengan masyarakat adat.

Sementara itu, Nikinus Kogoya, S.Kom., dari Humas Sekretariat Daerah Provinsi Papua Selatan, memberikan pembekalan mengenai teknik fotografi, videografi, dan dokumentasi kegiatan menggunakan kamera maupun telepon seluler.

Peserta mempelajari pengaturan pencahayaan, fokus, komposisi, serta sudut pengambilan gambar. Materi dilanjutkan dengan praktik fotografi dan pembahasan hasil pemotretan untuk memahami cara menghasilkan dokumentasi yang sesuai bagi kebutuhan pemberitaan dan kehumasan.

Pada sesi penulisan berita, Muhammad Husni Tamami memperkenalkan teknik menentukan sudut pandang pemberitaan, menyusun informasi berdasarkan unsur 5W+1H, serta melakukan wawancara untuk memperoleh keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Peserta mempelajari cara menyusun pertanyaan, memperkenalkan diri kepada narasumber, merekam hasil wawancara, dan memverifikasi informasi sebelum mengolahnya menjadi berita. Penggunaan bahasa sederhana juga ditekankan agar informasi mudah dipahami masyarakat.

Untuk menerapkan pembelajaran tersebut, peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Setiap kelompok diarahkan mempraktikkan wawancara dan menyusun naskah berita berdasarkan informasi yang diperoleh selama kegiatan.

Praktik tersebut memperkenalkan proses jurnalistik sejak pengumpulan informasi hingga penyusunan berita. Keterampilan ini dapat dimanfaatkan peserta untuk mendokumentasikan kegiatan organisasi maupun peristiwa yang berlangsung di lingkungan masyarakatnya.

Melalui pelatihan tersebut, IMPKA bersama MPSI mendorong penguatan kapasitas pemuda Kalai Anim agar mampu menghasilkan informasi yang akurat, memperkenalkan kebudayaan lokal, dan menyampaikan aspirasi masyarakat secara bertanggung jawab.

Kemampuan mendokumentasikan dan menulis berita diharapkan membuka ruang yang lebih luas bagi pemuda Kalai Anim untuk turut menentukan bagaimana kehidupan dan perkembangan kampung mereka diperkenalkan kepada publik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *