Obituari Ustadz Ayyub Ishaq

Setiap kali wafat seorang ulama, maka masyarakat akan kehilangan figur yang mengingatkan mereka agar tidak terjerumus ke dalam dosa dan membimbing mereka ke jalan yang benar. Itulah fungsi terpenting dari seorang ulama, pewaris para Nabi.

Kali ini, telah wafat seorang ulama akar rumput, KH. Ayyub Ishaq. Beliau merupakan guru tetap di masjid kami, Masjid Umar bin Al-Khattab. Beliau dikenal seorang pribadi yang lembut, santun, sederhana dan istiqamah. Tetapi bila berceramah, dia bisa sangat keras dan tandas. Mirip seperti almarhum kakaknya, KH. Fachrurrozi Ishaq.

Saya mengikuti sejak lama pandangan-pandangannya dan pengaruhnya kepada masyarakat Rawabunga. Almarhum sebenarnya seorang ulama yang bergaris tauhid, pembela amar ma’ruf nahi munkar dan penentang kerusakan moral dan pengecam penyelewengan agama.

Memang demikianlah pada umumnya pada mereka yang memiliki rasa sayang terhadap kesucian agama.

Tidak disangsikan lagi, beliau seorang pejuang Islam dan penolak kebatilan. Jejak perannya tidak tersembunyikan dalam setiap perjuangan menolak perendahan dan penistaan Islam di Jakarta. Sekalipun banyak tantangan, tekanan dan godaan hidup, namun beliau tetap istiqamah dengan sikap dan pendiriannya. Kehidupannya yang jauh dari mewah, kalau bukan bersahaja, menambah nilainya sebagai ulama sejati.

Semoga Allah mengampuni ustadz Ayyub dan menerima amal salihnya selama hidup di dunia yang fana. Kita sendiri, rela tidak rela, pada waktunya akan menyusulnya ke alam baqa.

Oleh: Abul Ghany, Imam Masjid Umar bin Al-Khattab Jatinegara

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *