Sinergi Polisi dan Ulama: Merawat Keamanan, Membangun Akhlak, Menjaga Peradaban

Oleh: Munawir Kamaluddin, Ketua Umum IKA Darul Istaqamah

Keamanan bukan sekadar ketiadaan kejahatan, dan kedamaian bukan sekadar ketiadaan pertengkaran. Keduanya tumbuh dari kesadaran, keadilan, keteladanan, dan tanggung jawab bersama.

Polri dan ulama merupakan dua unsur strategis yang dapat bersinergi dalam mewujudkan masyarakat yang aman, tertib, damai, dan beradab. Polri menjaga masyarakat melalui perlindungan dan penegakan hukum, sedangkan ulama membimbing melalui ilmu, dakwah, dan keteladanan moral.

Jika hukum menjaga batas perilaku, agama dan pendidikan karakter menumbuhkan kesadaran untuk menghormatinya. Keduanya bertemu dalam semangat amar ma’ruf nahi munkar: mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran dengan cara yang benar dan bermartabat.

Sinergi ini tidak boleh berhenti pada pertemuan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata: mencegah narkoba, menangkal hoaks dan ujaran kebencian, melindungi generasi muda, meredakan konflik, serta meningkatkan kesadaran hukum dan tanggung jawab sosial.

Polri dan ulama perlu bergandengan tangan bersama keluarga, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa. Kolaborasi dapat diwujudkan melalui dialog, pendidikan karakter, literasi digital, pembinaan generasi muda, serta deteksi dini terhadap potensi konflik.

Namun, sinergi yang sehat bukan berarti saling membenarkan tanpa kritik. Ulama harus tetap berani menyampaikan kebenaran, sementara Polri perlu terbuka terhadap masukan dan evaluasi. Kerja sama harus menjaga independensi, menjunjung keadilan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Sinergi sejati bukan ketika satu pihak selalu membenarkan pihak lain, melainkan ketika keduanya saling menguatkan dan mengingatkan demi kebaikan bersama.

Kamtibmas bukan hanya tanggung jawab Polri, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat. Sebab, masyarakat beradab bukanlah masyarakat tanpa perbedaan, melainkan masyarakat yang mampu mengelola perbedaan tanpa permusuhan dan kekerasan.

Sehingga dengan demikian, kita membutuhkan polisi yang tegas tanpa sewenang-wenang, ulama yang santun tanpa kehilangan keberanian, serta masyarakat yang kritis tanpa terjebak kebencian.

Polri menjaga keamanan, ulama menumbuhkan kesadaran, dan masyarakat merawat kedamaian. Ketika hukum ditegakkan dengan keadilan, agama disampaikan dengan kesejukan, dan masyarakat bergerak dengan kepedulian, keamanan menjadi budaya, kedamaian menjadi kekuatan, dan persatuan menjadi fondasi peradaban bangsa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *