Habibie Mahabbah Siapkan Arah Baru Pemuda LIRA

 Perkuat Peran Anak Muda Mengawal Kepentingan Rakyat

JAKARTA – BELA RAKYAT –  Ketua Umum DPP Pemuda LIRA periode 2026–2031, Habibie Mahabbah, menjadi figur yang akan mengemban tanggung jawab dalam mengarahkan gerak organisasi kepemudaan tersebut selama lima tahun ke depan. Tantangannya bukan hanya memperkuat konsolidasi internal, tetapi juga mendorong agar organisasi semakin relevan dengan kebutuhan generasi muda dan persoalan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kepemimpinan Pemuda LIRA dalam periode 2026–2031 memiliki ruang untuk memperkuat keterlibatan anak muda dalam berbagai isu publik. Mulai dari akses pendidikan, kesempatan kerja, pemberdayaan ekonomi, hingga partisipasi masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan kebijakan pemerintah.

“Kita beri ruang seluas-luasnya bagi Pemuda Indonesia untuk terlibat membangun bangsanya melalui Pemuda LIRA,” kata Habibie kepada wartawan, Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Bagi organisasi kepemudaan, kehadiran struktur dan kepengurusan perlu diikuti program yang jelas serta hasil kerja yang dapat dievaluasi. Karena itu, penyusunan prioritas, pembagian tanggung jawab, dan koordinasi antarpengurus menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang berkelanjutan.

“Program kerja telah kita susun masing-masing bidang sehingga kita terbiasa bekerja sesuai target,” ujar Habibie.

Habibie memiliki latar belakang organisasi, Mantan Bendahara Umum PB HMI dan Wakil Sekjen DPP KNPI termasuk sebagai Sekretaris Jenderal DPP Pemuda LIRA sebelum terpilih menjadi ketua umum melalui Munas III pada Agustus 2026. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan kepemimpinannya di lingkungan Pemuda LIRA.

Dalam menghadapi tantangan generasi muda, organisasi kepemudaan dapat mengambil peran sebagai ruang pembelajaran, pengembangan kepemimpinan, serta penyampaian aspirasi masyarakat. Peran ini membutuhkan keterbukaan terhadap kritik dan kesediaan untuk membangun dialog dengan berbagai kelompok.

Persoalan lapangan kerja, misalnya, membutuhkan perhatian karena generasi muda memerlukan akses terhadap keterampilan, informasi kesempatan kerja, dan peluang kewirausahaan. Organisasi kepemudaan dapat membantu mempertemukan aspirasi anak muda dengan pemangku kepentingan yang relevan.

“Kita perlu mengandeng pihak terkait agar  Pemuda Indonesia, khususnya pemuda yang ada di LIRA memiliki kualitas,” papar Habibie.

Di bidang pendidikan, partisipasi pemuda juga dapat diarahkan pada upaya memperluas akses informasi, mendorong pemerataan kesempatan belajar, dan menyuarakan persoalan yang dihadapi pelajar serta mahasiswa.

Sementara dalam pengawasan kebijakan publik, keterlibatan pemuda perlu dilakukan dengan mengedepankan data, argumentasi yang terukur, serta penghormatan terhadap mekanisme hukum dan demokrasi. Kritik yang disertai solusi dapat membantu membangun ruang publik yang lebih sehat.

Penguatan organisasi juga memerlukan komunikasi yang efektif antara pengurus pusat, wilayah, dan daerah. Koordinasi yang teratur dapat membantu memastikan bahwa program tidak hanya dirumuskan di tingkat pusat, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.

Di era digital, Pemuda LIRA memiliki peluang untuk memperluas jangkauan komunikasi dan partisipasi kader. Namun, pemanfaatan teknologi perlu disertai tanggung jawab dalam menyampaikan informasi, memeriksa fakta, dan menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

Periode kepemimpinan lima tahun mendatang dapat menjadi kesempatan untuk menetapkan indikator kerja yang jelas, mengevaluasi pelaksanaan program, serta membuka ruang bagi kader muda untuk menyampaikan gagasan dan mengambil peran dalam organisasi.

Publik pada akhirnya dapat menilai organisasi kepemudaan melalui konsistensi sikap, kualitas program, keterbukaan terhadap masukan, dan manfaat kegiatan yang dijalankan. Kepercayaan masyarakat dibangun melalui proses dan kerja yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan arah kerja yang terencana dan partisipasi kader yang luas, Pemuda LIRA memiliki kesempatan untuk memperkuat kontribusinya dalam kehidupan sosial dan pembangunan nasional. Agenda tersebut perlu diterjemahkan ke dalam program konkret yang disusun dan dikonfirmasi oleh kepengurusan DPP Pemuda LIRA di bawah kepemimpinan Habibie Mahabbah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *