JAKARTA – BA RAKYAT – Hermanto mantan Anggota Komisi IV DPR RI FPKS, prihatin terhadap karhutla yang semakin mengkhawatirkan sampai saat ini belum padam dan semakin meluas. Minta Pemerintah melakukan langkah cepat untuk pemadaman karhutlah dibeberapa wilayah titik kebakaran di Indonesia.
Ketua Presedium KAHMI Unkris itu, menduga ada indikasi sengaja oleh pihak pencari keuntungan dengan memanfaatkan cuaca elnino ekstrem untuk membuka lahan dengan cara membakar hutan dan lahan.
“Cara demikian dianggap lebih mudah dan menguntungkan bagi pelaku usaha karena berbiaya murah bahkan gratis dan cepat namun tanpa mempertimbangkan resiko deforestasi yang berakibat kerusakan lingkungan dan kerugian Negara serta berdampak berkurangnya kawasan hutan dan menurunnya cadangan air baku untuk penyangga kebutuhan air pertanian,” ujar Hermanto kepada wartawan, Jakarta, Ahad (23/8/2026).
Hingga Agustus 2026 diperikirakan luas kebakaran hutan mencapai lebih dari 202.000 hektar. Menyebar di wilayah Riau, Jambi, Kalimantan, Sulawesi, Papua, NTT, NTB dan sejumlah gunung di pulau Jawa. Hingga saat ini karhutla belum padam meski pihak aparat dan warga telah berusaha melakukan pemadaman. Hermanto, minta agar Pemerintah terus secara intensif mengarahkan upaya melakukan pemadaman untuk mencegah meluasnya area karhutla.
Aparat dan pemerintah agar mengambil langkah dan tindak tegas terhadap pelaku yang sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan. Bila ada indikasi tindak pidana karhutla, pemerintah segera mengambil langkah hukum dan sanksi administrasi yang tegas serta mencabut izin usaha, ujarnya.
Karhutla telah mengakibatkan kerusakan dan berkurangnya kawasan hutan, menurunkan kualitas lingkungan hidup, menggangu ekositem hayati, berdampak pada terganggu nya aktivitas ekonomi dan kesehatan warga, pungkas Hermanto.

