JAKARTA – Kiprah diplomasi Indonesia kembali mendapat pengakuan internasional. Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Maroko, Hasrul Azwar, dianugerahi penghargaan tertinggi Kerajaan Maroko berupa Royal Medal (Wissam Malaki) yang diberikan langsung atas nama Raja Maroko, Mohammed VI, melalui Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, dalam acara resmi di Four Seasons Hotel, Jakarta, Kamis (30/7/2026) malam.
Penghargaan bergengsi tersebut menjadi simbol penghormatan Kerajaan Maroko atas dedikasi dan kontribusi luar biasa Hasrul Azwar selama menjalankan tugas sebagai Duta Besar RI di Maroko pada periode 2019–2025. Selama masa penugasannya, Hasrul dinilai berhasil memperkuat hubungan bilateral kedua negara secara signifikan di berbagai sektor strategis.
Dalam sambutannya, Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, menegaskan bahwa penghargaan ini diberikan setelah Kerajaan Maroko menilai berbagai capaian yang berhasil diwujudkan Hasrul Azwar dalam mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan Maroko.
Menurutnya, kerja sama kedua negara mengalami perkembangan yang sangat positif, mulai dari bidang pendidikan, ekonomi, perdagangan, investasi, kebudayaan, pariwisata, hingga kerja sama keagamaan. Hubungan antarmasyarakat (people to people contact) juga semakin erat selama Hasrul mengemban amanah sebagai kepala perwakilan Indonesia di Rabat.
Penghargaan tersebut juga memiliki nilai historis yang sangat tinggi. Sejak Indonesia membuka Kedutaan Besar di Maroko pada tahun 1960, baru tiga orang Duta Besar Indonesia yang pernah menerima Royal Medal dari Kerajaan Maroko. Nama Hasrul Azwar kini tercatat sebagai salah satu diplomat Indonesia yang memperoleh kehormatan tersebut.
Menerima penghargaan itu, Hasrul Azwar mengaku sangat terkejut sekaligus terharu. Dalam pidatonya yang disampaikan menggunakan Bahasa Arab, ia menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas penghargaan yang diterimanya.
Hasrul menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan semata-mata untuk dirinya ataupun keluarganya, melainkan menjadi kebanggaan bagi seluruh bangsa Indonesia.
“Pemberian penghargaan ini sejatinya bukan untuk saya pribadi dan keluarga, tetapi untuk bangsa dan rakyat Indonesia.”
Pernyataan tersebut mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan yang hadir.
Politisi senior yang pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi dan Ketua Komisi VIII DPR RI itu juga menyampaikan ucapan selamat kepada Raja Mohammed VI yang memperingati 27 tahun masa pemerintahannya. Ia mendoakan agar Raja senantiasa diberikan kesehatan serta keberkahan dalam memimpin Kerajaan Maroko.
Hasrul juga menyampaikan harapannya agar rakyat Maroko terus hidup dalam kemakmuran dan kesejahteraan. Selama bertugas di negara Afrika Utara tersebut, ia mengaku sangat terkesan dengan kecintaan masyarakat Maroko terhadap agama, negara, dan rajanya.
Ia bahkan menyinggung penggalan penutup lagu kebangsaan Maroko yang berbunyi “God, Homeland, and King” (Allah, Tanah Air, dan Raja) sebagai cerminan kuatnya nasionalisme dan spiritualitas masyarakat Maroko.
Menurut Hasrul, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus memperkuat hubungan persahabatan dengan negara-negara sahabat, termasuk Indonesia.
Selama enam tahun bertugas sebagai Duta Besar RI di Maroko, Hasrul dikenal aktif membuka berbagai peluang kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara. Hubungan pendidikan semakin berkembang melalui peningkatan pertukaran mahasiswa dan kerja sama antarperguruan tinggi. Di sektor ekonomi dan perdagangan, komunikasi antara pelaku usaha kedua negara juga semakin intensif.
Di bidang kebudayaan dan pariwisata, berbagai kegiatan promosi budaya Indonesia di Maroko berhasil memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat setempat. Begitu pula di bidang keagamaan, hubungan antarulama dan lembaga pendidikan Islam kedua negara semakin erat.
Keberhasilan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor utama yang melatarbelakangi keputusan Raja Mohammed VI memberikan penghargaan tertinggi Kerajaan Maroko kepada Hasrul Azwar.
Acara penganugerahan Royal Medal dirangkaikan dengan resepsi peringatan 27 tahun bertahtanya Raja Mohammed VI. Malam penghargaan berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh penting nasional.
Tampak hadir Menteri Perdagangan RI Budi Santoso, Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta, anggota DPR RI Yasonna H. Laoly, mantan Menteri Luar Negeri Alwi Shihab, para duta besar negara sahabat, serta sejumlah tokoh nasional lainnya.
Hasrul Azwar hadir didampingi sang istri, Sri Wahyuni Santosa, putra bungsunya Khairul Imam beserta keluarga.
Penganugerahan Royal Medal kepada Hasrul Azwar menjadi bukti bahwa diplomasi Indonesia mampu memperoleh penghormatan tinggi di tingkat internasional. Penghargaan ini tidak hanya menjadi pengakuan atas dedikasi pribadi seorang diplomat, tetapi juga mencerminkan semakin kuatnya hubungan persahabatan dan kerja sama strategis antara Indonesia dan Kerajaan Maroko yang telah terjalin selama puluhan tahun.






