Pentingnya Menuntut Ilmu: Bekal Menjalani Kehidupan, Jalan Mengangkat Derajat Manusia

Oleh: Habib Ahoe Bakar Alhansyi, Anggota DPR RI/ F-PKS/ Kalimantan Selatan I

Menuntut ilmu merupakan salah satu perintah utama dalam Islam. Sejak awal turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW, Allah SWT telah memulai risalah Islam dengan perintah membaca. Hal ini menunjukkan bahwa ilmu menjadi fondasi utama dalam membangun peradaban, membentuk akhlak, dan mengantarkan manusia kepada kebahagiaan di dunia maupun akhirat.

Bacaan Lainnya

Dalam kehidupan modern yang penuh dengan tantangan, menuntut ilmu tidak hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga kewajiban bagi setiap muslim. Ilmu menjadi cahaya yang membimbing manusia membedakan antara yang benar dan yang salah, yang bermanfaat dan yang membahayakan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.” (QS. Al-‘Alaq: 1)

Ayat pertama yang diturunkan kepada Rasulullah SAW ini menjadi bukti bahwa Islam sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Perintah membaca bukan hanya membaca tulisan, tetapi juga membaca alam semesta, sejarah, dan tanda-tanda kebesaran Allah.

Allah SWT juga berfirman:

“Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah bukan hanya karena harta atau kedudukan, tetapi juga karena iman dan ilmu yang dimilikinya.

Selain itu Allah berfirman:

“Katakanlah, apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS. Az-Zumar: 9)

Ayat ini menegaskan bahwa orang berilmu memiliki kedudukan yang berbeda dibandingkan mereka yang tidak memiliki pengetahuan.

Hadis Tentang Keutamaan Ilmu

Rasulullah SAW juga memberikan banyak motivasi kepada umatnya agar terus belajar.

Beliau bersabda:”Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda: “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa kewajiban mencari ilmu berlaku bagi laki-laki maupun perempuan sesuai kebutuhan agama dan kehidupan.

Sejarah Awal Islam: Peradaban Dimulai dari Ilmu

Sejarah mencatat bahwa kebangkitan Islam berawal dari semangat belajar. Rasulullah SAW membangun masyarakat Madinah dengan pendidikan. Masjid Nabawi bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran.

Di sana terdapat Ahlus Suffah, para sahabat yang menghabiskan waktunya untuk mempelajari Al-Qur’an, hadis, dan berbagai ilmu agama langsung dari Rasulullah SAW.

Setelah Rasulullah wafat, semangat menuntut ilmu diteruskan para sahabat. Tokoh-tokoh seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib dikenal sebagai pemimpin yang mencintai ilmu.

Pada masa Dinasti Abbasiyah, umat Islam mencapai puncak kejayaan ilmu pengetahuan. Berdirilah Baitul Hikmah di Baghdad sebagai pusat penerjemahan dan penelitian. Berbagai karya dari Yunani, Persia, dan India diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, kemudian dikembangkan oleh ilmuwan muslim.

Dari masa inilah lahir tokoh-tokoh besar seperti Ibnu Sina di bidang kedokteran, Al-Khawarizmi sebagai pelopor aljabar, Al-Biruni di bidang astronomi dan geografi, Jabir bin Hayyan dalam ilmu kimia, serta Ibnu Khaldun dalam ilmu sejarah dan sosiologi.

Karya-karya mereka menjadi rujukan dunia selama berabad-abad dan menjadi dasar perkembangan ilmu pengetahuan modern.

Ilmu Membentuk Akhlak

Dalam Islam, tujuan ilmu bukan sekadar memperoleh pekerjaan atau kekayaan, tetapi membentuk manusia yang bertakwa dan berakhlak mulia.

Imam Syafi’i pernah berkata bahwa ilmu adalah cahaya, sedangkan cahaya Allah tidak diberikan kepada pelaku maksiat. Karena itu, ilmu harus diiringi dengan keikhlasan, adab, dan amal.

Seorang yang berilmu diharapkan menjadi pribadi yang rendah hati, jujur, amanah, serta mampu memberikan manfaat kepada masyarakat.

Tantangan Generasi Digital

Perkembangan teknologi membuat akses ilmu semakin mudah. Namun di sisi lain, masyarakat juga menghadapi banjir informasi, berita palsu, serta konten yang menyesatkan.

Karena itu, umat Islam dituntut memiliki kemampuan menyaring informasi, melakukan tabayun, serta belajar dari sumber-sumber yang terpercaya. Ilmu harus digunakan untuk membangun peradaban, bukan menyebarkan kebencian maupun fitnah.

Pendidikan sebagai Investasi Terbaik

Para ulama menjelaskan bahwa harta dapat habis, sedangkan ilmu akan terus berkembang ketika diamalkan dan diajarkan kepada orang lain.

Ilmu juga termasuk amal yang pahalanya terus mengalir sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Hadis ini menjadi motivasi agar setiap muslim terus belajar dan mengajarkan ilmu kepada orang lain sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.

Penutup

Menuntut ilmu merupakan investasi terbesar bagi kehidupan manusia. Dengan ilmu, seseorang dapat memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, meningkatkan kualitas hidup, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Al-Qur’an, hadis, dan sejarah peradaban Islam menunjukkan bahwa kejayaan umat selalu lahir dari semangat belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, semangat membaca, belajar, berdiskusi, dan mengamalkan ilmu harus terus ditumbuhkan. Sebab ilmu bukan hanya mengangkat derajat seseorang di dunia, tetapi juga menjadi jalan menuju ridha Allah SWT dan kebahagiaan di akhirat.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *