DPR Punya Prediksi Juara Piala Dunia, Habib Aboe: Saya Idolakan Maroko tapi Sepertinya Spanyol vs Perancis Berpeluang Juara PD 2026

JAKARTA: BELA RAKYAT – Anggota Komisi DPR RI dari Fraksi PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi punya memprediksi soal siapa juara Piala Dunia 2026. Habib Aboe memprediksi Timnas Spanyol menjadi kandidat terkuat untuk meraih gelar juara Piala Dunia 2026. Baginya bola dan politik banyak kesamaan kadang beri kejutan di akhir.

Meski demikian, selama ini mengaku mengidolakan Timnas Maroko karena perkembangan pesat yang ditunjukkan negara Afrika Utara tersebut dalam beberapa tahun terakhir, dan lolos dari fase grup dengan runner up. Habib Aboe menilai Spanyol dan Perancis memiliki paket paling lengkap untuk mengangkat trofi dunia empat tahunan itu.

Bacaan Lainnya

“Saya sebenarnya mengidolakan Maroko selama ini. Namun kalau melihat perkembangan turnamen dan kualitas skuad yang ada sekarang, saya melihat peluang terbesar juara ada pada Spanyol. Setelah itu Prancis, kemudian Argentina, termasuk Portugal dengan adanya Ronaldo,” ujar Habib Aboe saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai prediksinya terhadap calon juara Piala Dunia 2026, Rabu (24/6/2026).

Menurut politisi senior asal Dapil Kalimantan Selatan I ini, ada sejumlah alasan yang membuat Spanyol fan Perancis layak ditempatkan sebagai favorit utama. Salah satunya adalah kesamaan pola dengan generasi emas Spanyol dan Perancis yang pernah mendominasi sepak bola dunia lebih dari satu dekade lalu.

Spanyol Bisa Mengulang Jejak Generasi Emas

Habib Aboe menjelaskan, sejarah menunjukkan Spanyol pernah membangun fondasi kejayaan melalui gelar Eropa sebelum akhirnya menjadi juara dunia. Pada periode 2008-2012, La Roja terlebih dahulu menjuarai Piala Eropa 2008 sebelum mengangkat trofi Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Kini, pola serupa kembali terlihat. Spanyol datang ke Piala Dunia 2026 dengan status juara Euro 2024 dan berhasil mempertahankan konsistensi permainan dalam dua tahun terakhir. Fakta tersebut membuat banyak pengamat menempatkan mereka sebagai salah satu favorit utama juara dunia.

“Kalau kita lihat sejarahnya, Spanyol pernah juara Eropa lalu menjadi juara dunia. Sekarang mereka datang lagi sebagai juara Eropa. Ada kemiripan pola yang menarik untuk dicermati,” ungkap Habib Aboe.

Faktor Lamine Yamal dan Mbappe

Salah satu alasan terbesar di balik keyakinan Habib Aboe adalah kehadiran bintang muda sensasional Barcelina, Spanyol, Lamine Yamal dan bintang Real Madrid Mbappe.

Di usia yang masih sangat muda, Yamal telah berkembang menjadi motor serangan La Roja. Penampilannya sejak Euro 2024 membuat banyak pihak menilai dirinya sebagai salah satu pemain paling menentukan dalam sepak bola dunia saat ini.

Pada Piala Dunia 2026, Yamal kembali menunjukkan pengaruh besar, termasuk saat membantu Spanyol menghancurkan Arab Saudi dengan skor 4-0. Ia bahkan mencetak gol pembuka yang menjadi momentum kemenangan timnya.

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, juga menempatkan Yamal sebagai bagian penting dari skema permainan yang lebih agresif dan vertikal. Banyak pengamat menilai kemampuan dribel, kreativitas, serta visi bermain Yamal mampu menjadi pembeda ketika Spanyol menghadapi laga-laga besar di fase gugur.

Tidak Bergantung pada Satu Pemain

Namun Habib Aboe menegaskan, kekuatan Spanyol dan Perancis tidak hanya bertumpu pada Yamal. Berbeda dengan beberapa tim yang terlalu bergantung pada satu bintang, Spanyol memiliki kedalaman skuad yang merata di setiap lini.

Di sektor tengah terdapat nama-nama seperti Pedri dan Rodri yang mampu mengontrol tempo permainan. Sementara di lini depan ada Mikel Oyarzabal yang tampil produktif dan konsisten mencetak gol. Bahkan ketika Yamal tidak berada dalam kondisi terbaik akibat cedera ringan, Spanyol tetap mampu tampil dominan berkat kolektivitas tim yang kuat.

“Yang membuat Spanyol dan Perancis berbahaya bukan hanya Yamal dan Mbappe. Mereka punya sistem permainan yang matang dan banyak pemain berkualitas. Kalau satu pemain tidak maksimal, pemain lain bisa mengambil peran,” ujar Habib Aboe.

Rekor Spanyol Mengesankan

Faktor lain yang menjadi perhatian Habib Aboe adalah konsistensi hasil yang diraih Spanyol menjelang dan selama Piala Dunia 2026. Tim asuhan Luis de la Fuente datang ke turnamen dengan catatan panjang tanpa kekalahan serta mempertahankan performa stabil dalam berbagai kompetisi. Rekor tersebut menjadi indikator bahwa Spanyol tidak hanya memiliki talenta, tetapi juga mental juara yang dibangun melalui kemenangan demi kemenangan.

Selain itu, sejumlah analisis statistik internasional juga menempatkan Spanyol sebagai salah satu negara dengan peluang terbesar mencapai partai final Piala Dunia 2026.

Prancis dan Argentina Tetap Berbahaya

Meski menjagokan Spanyol yang terdepan, Habib Aboe mengingatkan, persaingan menuju gelar juara tetap sangat ketat. Menurutnya, Prancis masih memiliki kombinasi pemain muda dan berpengalaman yang luar biasa. Sementara Argentina tetap menjadi ancaman karena budaya juara dan kemampuan mereka tampil efektif di turnamen besar.

“Prancis dan Argentina tetap sangat kuat. Karena itu saya menempatkan mereka setelah Spanyol. Namun kalau harus memilih satu tim yang paling berpeluang, saya memilih Spanyol,” tuturnya.

Dengan kombinasi status juara Eropa, generasi muda yang dipimpin Lamine Yamal, kedalaman skuad yang merata, serta konsistensi performa dalam beberapa tahun terakhir, Habib Aboe meyakini La Roja memiliki peluang besar mengulangi sejarah indah 2010 dan kembali berdiri di puncak sepak bola dunia pada Piala Dunia 2026.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *