Daniel Johan Minta Badan Karantina Jadi Benteng Produk Lokal dan Motor Ekspor Nasional

JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan meminta Badan Karantina Indonesia memperkuat perannya dalam melindungi produk lokal sekaligus mendorong peningkatan ekspor komoditas nasional. Menurutnya, lembaga karantina harus menjadi garda terdepan negara dalam menjaga ketahanan pangan, keamanan hayati, dan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Pernyataan tersebut disampaikan Daniel Johan usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kepala Badan Karantina Indonesia di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Ia menilai, tantangan perdagangan internasional saat ini semakin kompleks. Karena itu, Badan Karantina tidak hanya bertugas mengawasi lalu lintas komoditas pertanian, perikanan, dan peternakan, tetapi juga harus mampu menjaga biodiversitas nasional dari ancaman hama dan penyakit yang dapat merugikan sektor pangan dan ekonomi masyarakat.

“Badan Karantina harus menjadi kekuatan negara di garis depan, bukan hanya menjaga keamanan komoditas, tetapi juga memastikan produk lokal kita mampu bersaing dan terlindungi dari tekanan produk impor,” ujar Daniel.

Politikus Fraksi PKB tersebut juga menyoroti pentingnya penguatan pengawasan terhadap masuknya produk impor yang berpotensi mengganggu keberlangsungan petani dan nelayan dalam negeri. Menurutnya, perlindungan terhadap produk lokal harus menjadi prioritas agar pelaku usaha kecil dan sektor pangan nasional tetap tumbuh.

Selain itu, Daniel mengapresiasi capaian penyerapan anggaran Badan Karantina Indonesia yang dinilai cukup baik dibanding sejumlah mitra kerja Komisi IV DPR RI lainnya. Namun, ia mengingatkan agar penggunaan anggaran benar-benar diarahkan untuk program yang memberi dampak langsung kepada masyarakat.

“Penyerapan anggaran yang tinggi tentu harus dibarengi dengan program yang tepat sasaran, terutama dalam memperkuat produk lokal dan mendukung kesejahteraan petani maupun nelayan,” katanya.

Daniel juga menegaskan bahwa peningkatan ekspor harus menjadi agenda utama Badan Karantina Indonesia. Ia menyebut, keberhasilan mendorong produk nasional menembus pasar internasional akan memberikan efek besar terhadap pertumbuhan devisa negara dan ekonomi masyarakat di daerah.

Menurutnya, sektor pertanian, perkebunan, kelautan, dan perikanan Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang apabila didukung sistem karantina yang kuat, cepat, dan profesional.

“Kalau ekspor meningkat, devisa negara bertambah dan kesejahteraan petani serta nelayan juga ikut naik. Ini yang harus menjadi semangat bersama,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *