JENEPONTO – Musibah kebakaran yang melanda Lingkungan Pala Palasa, Kelurahan Tolo Selatan, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu, 19 April 2026 menyisakan duka mendalam bagi warga. Empat rumah dilaporkan hangus dilalap api yang menyebabkan sejumlah keluarga kehilangan tempat tinggal dan harta benda dalam hitungan menit.
Di tengah kondisi itu, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dapil Sulsel I Hamka B Kady turun langsung menemui para korban kebakaran. Kunjungan itu tidak hanya menjadi bentuk empati politik, tetapi juga memperlihatkan adanya dorongan agar penanganan pascabencana tidak berhenti pada bantuan darurat semata.
Dalam kunjungannya, Hamka menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak sekaligus mendengarkan langsung keluhan para korban yang kini harus bertahan di tengah keterbatasan.
“Kami hadir untuk melihat langsung kondisi warga terdampak, sekaligus menyerahkan bantuan sembako kepada para korban kebakaran sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril bagi masyarakat yang sedang menghadapi musibah,” ujar Hamka seperti keterangannya diterima wartawan, Selasa (19/5/2026).
Empat Rumah Ludes, Warga Kehilangan Segalanya
Peristiwa kebakaran tersebut disebut berlangsung cepat. Material rumah yang sebagian besar berbahan kayu membuat api mudah membesar dan merembet ke bangunan lain. Warga sekitar berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum bantuan datang.
Sejumlah korban mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga mereka. Selain kehilangan tempat tinggal, sebagian warga juga kehilangan dokumen penting, perlengkapan sekolah anak, hingga sumber mata pencaharian.
“Kondisi ini, kita perlu kesiapan mitigasi kebakaran di wilayah pemukiman padat, termasuk ketersediaan sarana pemadam, akses air, hingga sistem penanganan darurat di tingkat kelurahan dan kecamatan,” terang Hamka.
Pengamatan di lokasi menunjukkan, warga kini masih sangat membutuhkan bantuan lanjutan, bukan hanya kebutuhan pangan sementara, tetapi juga kepastian tempat tinggal yang layak agar dapat kembali menjalani aktivitas normal.
Soroti Pentingnya Bantuan Berkelanjutan
Dalam dialog dengan warga, Hamka menegaskan, bantuan sosial tidak boleh berhenti pada distribusi sembako. Menurutnya, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan korban dapat bangkit melalui program pemulihan yang nyata.
Hamka yang saat ini duduk di DPR RI sebagai Anggota Komisi V DPR RI itu menyebut akan mengupayakan bantuan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai program bedah rumah.
“Semoga para korban yang tertimpa musibah diberikan kekuatan, ketabahan, dan dapat segera bangkit kembali,” kata Hamka.
Ia menilai program bedah rumah menjadi langkah penting agar warga tidak terlalu lama hidup dalam kondisi darurat. Terlebih, banyak korban berasal dari keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas yang sulit membangun kembali rumah mereka secara mandiri.
Momentum Kepedulian di Tengah Sorotan Pembangunan Daerah
Kunjungan Hamka ke lokasi kebakaran juga menjadi sorotan karena berlangsung di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap pembangunan dan penanganan sosial di Sulawesi Selatan.
Belakangan, nama Hamka kerap disebut dalam berbagai isu strategis daerah, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga respons terhadap persoalan kemanusiaan. Dalam momentum Hari Jadi Jeneponto ke-163, kontribusinya terhadap pembangunan Sulsel bahkan mendapat apresiasi dari Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.
Di sisi lain, masyarakat kini menaruh harapan agar kunjungan pejabat ke lokasi bencana tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Warga berharap janji bantuan benar-benar terealisasi dan proses pemulihan berjalan cepat.
Desakan Evaluasi Sistem Penanggulangan Kebakaran
Musibah di Tolo Selatan kembali memperlihatkan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem penanggulangan kebakaran di daerah. Minimnya fasilitas pemadam, keterbatasan armada, hingga akses jalan sempit kerap menjadi faktor yang memperbesar dampak kebakaran di kawasan permukiman.
Sejumlah tokoh masyarakat setempat berharap pemerintah daerah dapat menjadikan kejadian ini sebagai momentum memperkuat sistem mitigasi bencana berbasis komunitas. Edukasi pencegahan kebakaran, pelatihan tanggap darurat, hingga penyediaan alat pemadam ringan di lingkungan warga dinilai perlu menjadi prioritas.
Sementara itu, para korban kini masih menanti kepastian bantuan lanjutan. Di tengah puing-puing rumah yang hangus terbakar, harapan mereka sederhana: bisa kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan kehidupan yang kembali normal.






