Ketum KAUMY Nasarudin Dukung Peserta LCC Empat Pilar MPR RI Asal Pontianak

JAKARTA – Polemik penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat masih menjadi sorotan publik. Kontroversi itu muncul setelah adanya perbedaan keputusan dewan juri terhadap jawaban peserta dari dua kelompok berbeda dalam perlombaan tersebut.

Dukungan kepada peserta yang dinilai dirugikan terus berdatangan. Salah satunya datang dari Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY), H. Nasarudin, SH, MH.

Bacaan Lainnya

Nasarudin menyampaikan keprihatinannya terhadap dinamika yang terjadi dalam ajang pendidikan tersebut, khususnya yang dialami siswa dari SMAN 1 Pontianak. Meski demikian, ia meminta para peserta tetap menjaga semangat belajar dan tidak larut dalam polemik berkepanjangan.

“Adik-adik dari SMAN 1 Pontianak harus tetap semangat. Jangan sampai persoalan ini membuat patah semangat dalam belajar dan mengejar cita-cita,” ujar Nasarudin dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Menurut Nasarudin, kompetisi pendidikan seharusnya menjadi ruang yang mendorong tumbuhnya semangat intelektual, keberanian berpikir kritis, dan sikap sportif di kalangan pelajar. Karena itu, ia mengapresiasi para siswa yang tetap menyampaikan keberatan mereka secara santun dan beretika.

Polemik LCC Empat Pilar sebelumnya mencuat setelah jawaban Grup C dari SMAN 1 Pontianak dinilai salah oleh dewan juri. Sementara jawaban serupa dari Grup B SMAN 1 Sambas justru diberikan nilai penuh. Perbedaan keputusan tersebut memicu perdebatan di media sosial dan menarik perhatian berbagai kalangan.

Nasarudin juga mengapresiasi perhatian Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, terhadap persoalan tersebut. Rifqi yang juga merupakan alumni SMAN 1 Pontianak disebut telah menyampaikan permintaan maaf kepada peserta dan memberikan dukungan moral kepada siswa yang merasa dirugikan.

Selain itu, Rifqi juga memberikan bantuan beasiswa pendidikan ke China kepada peserta terkait sebagai bentuk motivasi agar tetap semangat dalam meraih masa depan.

Nasarudin berharap polemik yang terjadi dapat menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara kompetisi agar pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang berjalan lebih objektif, profesional, dan transparan.

“Saya mendoakan adik-adik semua sukses ke depannya. Terus belajar, terus berprestasi, karena masa depan bangsa ada di tangan generasi muda,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *