Adde Rosi Khoerunnisa Dorong Pendidikan Merata di Lebak, Salurkan PIP dan Tanamkan Nilai Kebangsaan Sejak Dini

LEBAK – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golongan Karya, Adde Rosi Khoerunnisa, terus menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan akses pendidikan yang merata. Hal itu ditunjukkan melalui kunjungan kerja ke SDN 1 Cicaringin, Kecamatan Gunung Kencana, Kabupaten Lebak.

Dalam kunjungan tersebut, Adde Rosi tidak hanya melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, tetapi juga menyerahkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) secara simbolis kepada siswa-siswi.

Bacaan Lainnya

“Bantuan PIP ini adalah ikhtiar kita bersama di Komisi X DPR RI agar tidak ada lagi anak-anak di Lebak yang putus sekolah karena kendala biaya,” ujar Adde Rosi kwpada wartawan, Lebak, Banten, Sabtu (18/4/2026).

Tekan Angka Putus Sekolah

Isu putus sekolah masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Lebak. Berdasarkan data nasional dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, angka putus sekolah di Indonesia masih terjadi terutama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, dengan faktor utama berupa keterbatasan ekonomi, akses geografis, serta minimnya dukungan keluarga.

Di wilayah Banten, khususnya daerah pelosok seperti Lebak, tantangan tersebut diperparah oleh kondisi geografis dan infrastruktur yang belum merata. Program Indonesia Pintar (PIP) menjadi salah satu instrumen penting pemerintah untuk menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Melalui PIP, negara hadir memastikan anak-anak tetap bisa sekolah. Ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi masa depan bangsa,” tegasnya.

Tanamkan Nilai Empat Pilar Sejak Dini

Selain fokus pada bantuan pendidikan, Adde Rosi juga menekankan pentingnya penanaman nilai kebangsaan melalui Sosialisasi Empat Pilar, yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurut Adde Rosi, pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter.

“Kita ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, cinta tanah air, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila,” katanya.

Kondisi Pendidikan dan Tantangan Daerah

Kabupaten Lebak dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tantangan pendidikan yang cukup kompleks di Provinsi Banten. Beberapa daerah masih menghadapi keterbatasan akses sekolah, sarana prasarana, serta distribusi tenaga pendidik.

Data menunjukkan bahwa angka partisipasi sekolah di daerah pedesaan masih perlu ditingkatkan, terutama pada jenjang SMP dan SMA. Faktor ekonomi seringkali menjadi penyebab utama anak-anak terpaksa berhenti sekolah dan membantu orang tua.

Dalam konteks ini, peran pemerintah pusat, daerah, serta wakil rakyat menjadi krusial untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan pendidikan.

Apresiasi Semangat Belajar Siswa

Adde Rosi mengaku terharu melihat semangat belajar para siswa di SDN 1 Cicaringin. Meski dengan keterbatasan, para siswa tetap menunjukkan antusiasme tinggi dalam menuntut ilmu.

“Melihat senyum dan semangat adik-adik di sini menjadi motivasi bagi saya untuk terus memperjuangkan pendidikan yang lebih baik dan merata, khususnya di Provinsi Banten,” ungkapnya.

Komitmen Berkelanjutan

Ke depan, Adde Rosi menegaskan akan terus mengawal berbagai program pendidikan, termasuk peningkatan anggaran pendidikan, pemerataan fasilitas, serta perluasan jangkauan bantuan seperti PIP.

Ia juga mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Pendidikan adalah kunci utama memutus rantai kemiskinan. Kita harus pastikan setiap anak Indonesia, termasuk di Lebak, memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *