Rasulullah Muhammad Saw, Ahli Gerakan Tersukses Sepanjang Sejarah

Indikasi bahwa Rasulullah menerapkan pendekatan gerakan dalam dakwahnya ialah bahwa dia melakukan pola kontra.

Dia dengan tegas melancarkan pola kontra. Bukan pola kompromi apalagi hibernasi hingga kehilangan orientasi dan eksistensi seperti pola-pola gerakan ciptaan yang mengalami revisi, moderasi hingga hilang watak.

Dia membagi, kelompoknya menempuh Jalan Allah (sabilillah), dan lawannya, Jalan Sesat (Taghut).

“Orang-orang beriman berperang di Jalan Allah, dan orang-orang kafir berperang di Jalan Thogut. Sebab itu perangilah kawan-kawan Syetan itu, karena sesungguhnya tipu daya Syetan itu lemah” (Qs An-Nisa [4] : 76)

Uniknya lagi, dalam merawat konsolidasi ideologis para pengikutnya, dia membetuk DARUL ARQOM  (sebagai tempat bermusyawarah/pembinaan umat) sebagai tandingan untuk menantang DARUN NADWAH (tempat berkumpulnya/musyawarah Abu Jahal dan pemimpin Quraiys), suatu pertemuan rutin berbasis kepentingan antar kaum feodal Mekkah.

Ibnu Hisyam meriwayatkan dalam Sirah -nya:

“Rasulullah  mengajak para sahabat untuk berkumpul di rumah Al-Arqam bin Abi al-Arqam di bukit Shafa. Beliau membacakan Al-Qur’an kepada mereka dan mengajarkan agama kepada mereka.” (Sirah Ibnu Hisyam , jilid 1, hlm. 265).

 

Rasululullah Saw dan para Sahabatnya tidak pernah bermusyawarah di dalam Gedung Darun Nadwah milik koalisi kaum Musyrik Quraisy, walau sempat diajak sekalipun dan tidak memperdulikan kebijakan-kebijakan Kubu Darun Nadwah. Puncaknya penaklukan Mekkah dengan Sabilillah.

Dan sekarang pola kontra ini pulalah yang dilancarkan kekuasaan Wilayatul Fakih di Iran melawan kuasa Zionis dan AS.

Abul Ghany

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *