BEKASI — Semangat kepedulian sosial kembali menyala dari generasi muda. Gabungan remaja putra dan putri dari empat RT di Perumahan Griya Syariah, RW 029, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, yang menamakan diri Gerakan Remaja Milenial, menggelar kegiatan Buka Puasa Bersama (Bukber) sekaligus bhakti sosial dan santunan anak yatim di Yayasan Rumah Harapan Abe, Pekopen, pada Minggu, 8 Maret 2026. Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa denyut solidaritas masih hidup di tengah masyarakat, terutama di kalangan generasi muda yang peduli terhadap sesama.
Aksi sosial tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan wujud nyata implementasi nilai-nilai kemanusiaan dan gotong royong sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya dalam amanat pembukaan yang menegaskan tujuan negara untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Nilai-nilai luhur tersebut diterjemahkan para remaja melalui langkah sederhana namun bermakna: berbagi kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan.
Sebanyak 50 penerima santunan dari anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan mendapatkan bantuan dalam kegiatan tersebut. Bantuan bersumber dari hasil penggalangan dana para remaja serta dukungan para donatur, yang secara sukarela menitipkan sebagian rezekinya demi menghadirkan senyum dan harapan bagi sesama. Di tengah berbagai tantangan sosial, gerakan kecil ini menjelma menjadi cahaya kemanusiaan yang menembus batas kepentingan pribadi.
Koordinator kegiatan, Dandy Herdiansyah dari Gerakan Remaja Milenial, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari kesadaran bersama para pemuda untuk menumbuhkan semangat empati dan kepedulian sosial di lingkungan mereka. Menurutnya, generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam dinamika sosial, melainkan harus hadir sebagai bagian dari solusi.
“Kami ingin membuktikan bahwa generasi muda juga mampu bergerak dan berbuat nyata. Melalui kegiatan bakti sosial dan santunan ini, kami belajar bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya, tetapi dimulai dari niat tulus dan kebersamaan. Harapan kami, gerakan kecil ini bisa menjadi inspirasi bagi remaja lainnya untuk terus menebar kebaikan di tengah masyarakat,” ujar Dandy Herdiansyah kepada awak media, Minggu (8/3/2026).
Lebih jauh, kegiatan sosial ini juga sejalan dengan semangat solidaritas sosial sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, yang menegaskan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial melalui partisipasi, kepedulian, dan gotong royong. Dalam konteks tersebut, para remaja di Perum Griya Syariah menunjukkan bahwa kepedulian sosial bukan hanya tugas negara, melainkan juga tanggung jawab moral seluruh elemen masyarakat. Pungkas Dandy.
Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai kegiatan yang berlangsung di Yayasan Rumah Harapan Abe tersebut. Senyum anak-anak yatim yang menerima santunan menjadi potret sederhana namun penuh makna tentang arti berbagi. Di tengah keterbatasan, kehadiran para remaja dengan tangan-tangan tulus menjadi pesan bahwa harapan selalu tumbuh dari kepedulian.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai satu peristiwa semata, tetapi menjadi awal dari gerakan sosial yang lebih luas dan berkelanjutan. Para remaja berharap aksi kemanusiaan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin serta melibatkan lebih banyak pihak, sehingga semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa Indonesia dapat terus hidup dan berkembang dari generasi ke generasi.
(CP/red)






