JAKARTA – BELA RAKYAT – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar ajang Islamic Communication Festival (ICOMFEST) 5 bertema “Kreativitas Dakwah Berkemajuan” di Theater I-Gift, Menara Iqra Unismuh Makassar, Kamis (22/10/2026).
Perhelatan ini dirancang sebagai wadah terlembaga untuk melahirkan paradigma baru dakwah digital yang aplikatif dan kontekstual.
Ketua Program Studi KPI Unismuh Makassar, Dr. H. Aliman, Lc., M.Fil.I., menegaskan bahwa ICOM FEST 5 bukan sekadar agenda rutinitas organisasi tahunan.
“Kegiatan ini memuat pesan strategis yang mencerminkan visi dan misi utama program studi dalam menyebarkan syiar Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” Aliman.
Menurut Aliman, penguasaan teknologi komunikasi dan pembaruan strategi dakwah tidak boleh terhenti pada ruang kreativitas kompetisi semata.
Ia menambahkan, perkembangan media digital harus dimanfaatkan untuk membuka ruang-ruang baru dengan spirit Islam berkemajuan demi menjamin kelangsungan misi inti prodi komunikasi dan penyiaran Islam di era modern.
Rangkaian ICOM FEST 5 kali ini diikuti oleh 193 peserta dari 23 sekolah dan pesantren serta 12 perguruan tinggi. Ketua HMJ KPI Unismuh Makassar, Erwin, menjelaskan bahwa festival ini menghadirkan delapan cabang perlombaan, meliputi hafalan Al-Qur’an 5 dan 10 juz, pidato tiga bahasa (Indonesia, Arab, Inggris), video dakwah kreatif, desain poster, hingga pembacaan berita (news reading).
“Ajang ini bertujuan memperluas jejaring antarlembaga pendidikan sekaligus melatih keterampilan komunikasi peserta,” Aliman.
Selain kompetisi, ICOM FEST 5 menghadirkan seminar nasional yang diisi oleh Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung, dan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, Dr. Dahlan Lamma Bawa. Dalam paparannya, Tamsil Linrung menekankan bahwa keberhasilan komunikasi dakwah diukur dari kemampuannya melahirkan pemahaman dan menggerakkan perubahan positif di tengah masyarakat.
Pada sesi kegiatan berlangsung, Tamsil Linrung tidak hanya memberikan pencerahan tentang dakwah, tetapi juga memberikan apresiasi kepada peserta, baik kepada mahasiswa maupun dosen civitas akademika unismuh berupa buku karya monumental beliau, di mana sosok Tamsil Linrung tidak hanya dikenal sebagai tokoh nasional, politisi dan kiprahnya di DPRI tetapi juga penulis yang sangat produktif dalam menciptakan karya literasi.
Sementara itu, Dr. Dahlan Lamma Bawa menggarisbawahi pentingnya pendekatan dakwah yang ramah terhadap Generasi Z memanfaatkan berbagai platform digital seperti TikTok, Instagram, dan Facebook. Ia mengingatkan bahwa pesan keagamaan harus dikemas sebagai penuntun yang mencerahkan dan menggembirakan, bukan alat penghakiman.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Staf Ahli Wali Kota Makassar Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, H. Ahmad Namsu, yang mewakili Wali Kota Makassar untuk mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam pengembangan kapasitas generasi muda.






