Doa dan Harapan Pimpinan Golkar DKI Usai Wahyu Hidayat Nahkodai Golkar Jakut

JAKARTA – Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi DKI Jakarta Basri Baco memberikan ucapan selamat atas terpilihnya Wahyu Hidayat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jakarta Utara Masa Bakti 2025–2030. Ucapan itu disampaikan Basri Baco seperti dikutip dari Instagram pribadinya.

“Selamat dan sukses atas terpilihnya Wahyu Hidayat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jakarta Utara Masa Bakti 2025–2030. Semoga amanah dalam mengemban tugas, senantiasa diberikan kelancaran dalam memimpin, serta mampu membawa Partai Golkar Jakarta Utara semakin solid, maju, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” tulis Basri.

Bacaan Lainnya

Unggahan Basri Baco tersebut bertepatan dengan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kota Administrasi Jakarta Utara yang digelar pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

Sementara di akun Instagram Ketua Harian Golkar DKI Jakarta sekaligus Ketua Fraksi DPRD DKI Jakarta Judistira Hermawan juga menyampaikan doa kepada Ketua Golkar Jakut terpilih.

“Selamat & Sukses atas terpilihnya Bapak Wahyu Hidayat sebagai Ketua DPD Partai GOLKAR Kota Jakarta Utara Periode 2025-2030,” tulis Judistira.

Melalui postinganya itu, Judistira menyampaikan doa dan harapan di bawah kepemimpinan Wahyu Golmar Jakut berhasil memenangkan Pemilu 2029.

“Semoga amanah baru ini, GOLKAR Jakarta Utara semakin jaya dan bisa memenangkan Pemilu 2029,” harap Judistira.

Sebagai informasi, mekanisme Pemilihan Ketua sesuai AD/ART dan Juklak Partai Golkar, pemilihan Ketua DPD tingkat Kota/Kabupaten melalui Musda:

1. Pimpinan Sementara: Sebelum pimpinan Musda terpilih, Musda dipimpin oleh DPD Kabupaten/Kota sebagai pimpinan sementara untuk mengesahkan jadwal acara dan tata tertib.

2. Pimpinan Definitif dipilih secara musyawarah mufakat. Jika tidak tercapai, ditempuh mekanisme voting.

3. Tanpa Diskresi: Ketua Umum DPP Partai Golkar menegaskan tidak ada diskresi dalam proses pemilihan. Keputusan siapa yang terpilih tetap melalui mekanisme musyawarah mufakat atau voting.

4. Demokratis: Seperti ditegaskan Basri Baco sebelumnya, “Ini bukan partai pribadi, setiap untuk keputusan itu harus ditempuh dengan mekanisme yang ada. Partai Golkar itu partai yang demokratis”.

Pada Musda Jakut kali ini, forum menetapkan Wahyu Hidayat secara musyawarah setelah proses penjaringan calon di tingkat DPD.

Dokumentasi Musda yang diunggah Basri Baco juga menampilkan kehadiran tokoh sentral Golkar DKI di atas panggung dengan backdrop nama: Basri Baco, A. Zaki Iskandar, Judistira Hermawan, Bahlil Lahadalia, Muhammad Sarmuji, dan Sari Yuliati.

Dalam sambutan perdananya, Wahyu Hidayat menegaskan amanah dari DPD DKI Jakarta untuk mempertahankan suara di Dapil 2 dan merebut kursi di Dapil 3 Jakarta Utara.

“Ini adalah kemenangan kita bersama. Tugas kita ke depan adalah bagaimana membesarkan Partai Golkar di Jakarta Utara sesuai amanah yang disampaikan oleh DPD Partai Golkar DKI Jakarta,” ujar Wahyu usai terpilih.

Langkah strategis yang disiapkan Wahyu, antara lain Muscam dan Muskel berjenjang, rekrutmen pemilih muda hingga 60 persen, serta pembenahan fasilitas sekretariat partai.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *