JAKARTA – BELA RAKYAT – Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PB MA) membuka peluang kerja sama internasional dengan Spanyol di bidang pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM). Sejumlah program strategis dijajaki, mulai dari pendidikan vokasional, beasiswa, pertukaran mahasiswa dan dosen, hingga peluang summer job atau pekerjaan musiman di Spanyol bagi siswa SMK Mathla’ul Anwar dan mahasiswa perguruan tinggi di lingkungan Mathla’ul Anwar.
Peluang kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, Dr. KH. Jazuli Juwaini, MA, MM, dengan delegasi Spanyol yang dipimpin Direktur Islamic Center sekaligus Imam Masjid M-30 Madrid, Adil Mohamed Hachmi, pada Kamis (15/10).
Delegasi Spanyol turut dihadiri Direktur Pengembangan Bisnis Jacinta Dominguez dan Direktur Strategi Komersial Fernando Delgado. Sementara itu, Ketua Umum PB MA didampingi Sekretaris Jenderal H. Yanuar Arif Wibowo, SH, M.I.Pol., Bendahara Umum H. Ulfi Khadafi, Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial Muhammad Arif Kirdiat, serta Badan Pengurus Harian Universitas Mathla’ul Anwar, Dr. Danang Aziz Akbarona.
Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, Dr. KH. Jazuli Juwaini, menyambut positif penjajakan tersebut sebagai peluang strategis untuk memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas SDM, khususnya bagi generasi muda Mathla’ul Anwar.
“Mathla’ul Anwar memiliki komitmen untuk terus memajukan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kami melihat peluang kerja sama dengan Spanyol ini sebagai langkah strategis untuk membuka akses yang lebih luas bagi siswa, mahasiswa, dan tenaga pendidik Mathla’ul Anwar agar dapat belajar, mengembangkan keterampilan, serta memperoleh pengalaman internasional,” ujar Jazuli Juwaini.
Menurutnya, kerja sama internasional perlu diarahkan pada program-program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi peserta didik, tenaga pendidik, dan pengembangan lembaga pendidikan.
“Kami berharap penjajakan ini tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi program konkret, mulai dari pendidikan vokasional, beasiswa, pertukaran mahasiswa dan dosen, hingga pengembangan teknologi dan penelitian bersama. Dengan demikian, kerja sama ini benar-benar memberikan manfaat bagi generasi muda dan lembaga pendidikan Mathla’ul Anwar,” tambahnya.
*Jajaki Berbagai Program Pendidikan*
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah peluang kolaborasi yang berpotensi dikembangkan secara bertahap. Di antaranya adalah program pendidikan vokasional bersama, pelatihan keterampilan bahasa, serta peluang beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Spanyol.
Peluang program summer job atau pekerjaan musiman juga menjadi salah satu topik pembahasan, terutama bagi siswa SMK Mathla’ul Anwar dan mahasiswa perguruan tinggi di lingkungan Mathla’ul Anwar. Program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperluas pengalaman kerja dan wawasan internasional generasi muda, sesuai dengan ketentuan yang berlaku di negara tujuan.
Selain itu, kedua pihak menjajaki kemungkinan pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, publikasi ilmiah, serta kerja sama pengajaran bahasa Indonesia dan bahasa Spanyol.
Bidang teknologi digital, pemrograman (coding), dan kesehatan turut menjadi bagian dari pembahasan. Kolaborasi di bidang-bidang tersebut diharapkan dapat memperkuat kompetensi peserta didik sekaligus mendorong pengembangan kapasitas perguruan tinggi dan lembaga pendidikan Mathla’ul Anwar.
*Perluas Kemitraan Pendidikan Indonesia–Spanyol*
Kunjungan delegasi Spanyol ke Indonesia dilakukan dalam rangka menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI), yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Adil Mohamed Hachmi, yang memiliki hubungan persahabatan erat dengan Dr. Jazuli Juwaini, menyampaikan ketertarikannya untuk menjajaki kerja sama dengan Mathla’ul Anwar. Ia menilai kiprah organisasi tersebut dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial dapat menjadi landasan bagi pengembangan kemitraan yang saling menguntungkan.
“Mathla’ul Anwar memiliki kiprah yang luas dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial. Kami melihat adanya peluang untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan, khususnya dalam memperluas kesempatan pendidikan dan pertukaran pengalaman antara Indonesia dan Spanyol,” ujar Adil.
Ia berharap penjajakan tersebut dapat berlanjut menjadi program konkret, terutama di bidang pendidikan, kebudayaan, dan keagamaan. Kerja sama ini juga diharapkan membuka kesempatan bagi pelajar dan mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan di Spanyol, sekaligus memperluas peluang bagi mahasiswa Spanyol untuk belajar di Indonesia.
“Kami berharap hubungan baik ini dapat dilanjutkan dengan program-program nyata dan berkelanjutan. Melalui kerja sama pendidikan, kita dapat membangun jembatan antara masyarakat Indonesia dan Spanyol serta memberikan kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda kedua negara,” tambahnya.
*Mathla’ul Anwar Miliki Jaringan Pendidikan yang Luas*
Mathla’ul Anwar merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan Islam tertua di Indonesia yang memiliki jaringan perguruan sekitar 3.000 lembaga pendidikan termasuk perguruan tinggi. Jaringan tersebut menjadi potensi penting dalam pengembangan kerja sama pendidikan lintas negara, baik melalui pertukaran pengetahuan, peningkatan kompetensi, maupun penguatan kapasitas kelembagaan.
Dengan jaringan pendidikan yang tersebar di berbagai wilayah, Mathla’ul Anwar memiliki peluang untuk memperluas manfaat kemitraan internasional hingga ke tingkat sekolah dan perguruan tinggi.
Penjajakan kerja sama dengan delegasi Spanyol ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kemitraan yang berkelanjutan. Selain memperluas akses pendidikan global, kerja sama tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas SDM, memperkuat hubungan kebudayaan dan keagamaan, serta menyiapkan generasi muda yang kompeten, berdaya saing, dan memiliki wawasan internasional dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.






