Profil Zigo Rolanda: Dari Solok Menuju Senayan hingga Memimpin AMPI

JAKARTA – BELA RAKYAT – Zigo Rolanda, S.E, MM. memasuki babak baru dalam perjalanan politik dan organisasi kepemudaannya. Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar periode 2024–2029 itu kini dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Pusat Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPP AMPI) periode 2027–2031 menggantikan Jerry Sambuaga.

Kepemimpinan Zigo di AMPI menjadi kelanjutan dari perjalanan panjangnya di dunia politik, organisasi kepemudaan, partai politik dan dunia usaha. Sebelum berada di panggung nasional sebagai anggota DPR RI, Zigo membangun karier politik dari Sumatera Barat, mulai dari anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat hingga dipercaya menjadi Ketua DPRD Kabupaten Solok Selatan.

Bacaan Lainnya

Sebelum Munas X AMPI, Zigo telah memperoleh dukungan dari 26 DPD AMPI tingkat I. Jumlah tersebut melampaui persyaratan minimal pencalonan yang ditetapkan panitia, yakni dukungan dari 12 DPD AMPI tingkat I. Ia juga menjadi satu-satunya bakal calon yang mengembalikan formulir pencalonan hingga batas pendaftaran.

Dari Solok Selatan Menuju Senayan

Perjalanan politik Zigo bermula dari daerah. Ia tercatat menjadi Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat periode 2014–2019. Lima tahun kemudian, karier legislatifnya berlanjut dengan kepercayaan sebagai Ketua DPRD Kabupaten Solok Selatan periode 2019–2024.

Pengalaman tersebut kemudian membawanya ke tingkat nasional. Pada Pemilu 2024, Zigo terpilih menjadi Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari daerah pemilihan Sumatera Barat I dan bergabung dengan Fraksi Partai Golkar.

Di DPR RI, Zigo duduk di Komisi V yang memiliki ruang lingkup kerja berkaitan dengan infrastruktur, pekerjaan umum, perumahan, transportasi dan berbagai sektor pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan pengalaman legislatif berjenjang dari tingkat provinsi, kabupaten hingga pusat, perjalanan Zigo memperlihatkan proses kaderisasi politik yang dibangun dalam waktu panjang.

Tiga Jalur yang Membentuk Zigo

Karakter kepemimpinan Zigo tidak hanya dibentuk melalui politik elektoral. Ada sedikitnya tiga jalur pengalaman yang berjalan bersamaan, yakni politik, organisasi kepemudaan dan dunia usaha.

Di jalur politik, ia tumbuh dari Golkar Sumatera Barat hingga menjadi anggota DPR RI. Di jalur kepemudaan, ia aktif dalam AMPG dan AMPI. Sementara di bidang ekonomi dan kewirausahaan, ia memiliki pengalaman panjang di HIPMI.

Profil tersebut menjadi salah satu modal pengalaman ketika Zigo membawa gagasan pembaruan AMPI di tingkat nasional.

Dari AMPG, AMPI hingga Kepemimpinan Nasional

Keterlibatan Zigo dengan organisasi kepemudaan Partai Golkar bukan sesuatu yang baru. Ia pernah menjabat Sekretaris AMPG Sumatera Barat 2015–2017 dan kemudian dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum AMPG Bidang BAPILU periode 2026–2029.

Di lingkungan AMPI, Zigo pernah memimpin DPD AMPI Sumatera Barat. Pengalaman di tingkat daerah tersebut menjadi salah satu pijakan dalam gagasannya untuk membawa perspektif daerah ke tingkat nasional.

Pada proses menuju Munas X AMPI, Zigo menekankan pentingnya konsolidasi organisasi dari pusat hingga daerah. Ia juga menginginkan pengurus daerah mendapatkan ruang yang lebih besar dalam pembahasan organisasi dengan Partai Golkar.

Gagasan AMPI yang Lebih Inklusif

Salah satu gagasan utama Zigo adalah membangun AMPI yang lebih inklusif. Ia ingim AMPI mengikuti perubahan zaman.

Menurut gagasan yang disampaikannya dalam proses pencalonan, ruang kepemimpinan AMPI perlu dibuka lebih luas bagi kader muda dan tidak hanya berputar pada kelompok tertentu. Ia ingin AMPI menjadi rumah bersama bagi kader dengan latar belakang, karakter dan pengalaman yang beragam.

“Ini membuktikan bahwa Golkar itu, ya, AMPI juga ke depan kami dorong menjadi AMPI yang inklusif, tidak hanya kelompok-kelompok saja yang bisa memimpin di AMPI,” ujar Zigo dalam rangkaian pencalonannya arena Munas X AMPI di Grand Sahid, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Gagasan tersebut sejalan dengan pandangannya dalam forum Leadership Talkshow AMPI sebelumnya. Zigo ketika itu menyebut konsep make over AMPI bukan berarti mengubah identitas organisasi, melainkan menyiapkan AMPI sebagai rumah pemuda Partai Golkar yang disenangi generasi muda tanpa kehilangan identitas dan tujuan politik organisasi.

AMPI Harus Menjadi Rumah Anak Muda

Bagi Zigo, tantangan organisasi kepemudaan bukan hanya mempertahankan struktur, tetapi juga memastikan organisasi tetap relevan dengan perubahan zaman.

Karena itu, pembaruan AMPI menurut gagasannya harus dilakukan dengan tetap menjaga sejarah dan identitas organisasi. Organisasi harus mampu menjadi ruang kaderisasi, tempat belajar kepemimpinan, sekaligus wadah bagi anak muda untuk menyampaikan gagasan dan mengambil peran dalam kehidupan publik.

Pandangan tersebut telah disampaikan Zigo jauh sebelum proses Munas X. Dalam forum “Make Over AMPI: Belajar dari Masa Lalu, Menjawab Hari Ini, Menyiapkan AMPI 5 Tahun ke Depan”, ia menekankan bahwa pembaruan tidak harus berarti meninggalkan identitas organisasi.

Membuka Ruang bagi Kader Perempuan

Dalam forum yang sama, Zigo juga berbicara mengenai pentingnya membuka ruang lebih luas bagi kader perempuan.

Ia menilai keterlibatan perempuan tidak cukup hanya ditempatkan sebagai pemenuhan kewajiban organisasi, tetapi harus masuk dalam sistem yang memungkinkan kader perempuan berkembang dan mengambil posisi strategis.

Gagasan tersebut memperlihatkan bahwa inklusivitas yang ditawarkan Zigo tidak hanya menyangkut kelompok atau daerah, tetapi juga berkaitan dengan perluasan kesempatan kader dalam struktur dan kepemimpinan organisasi.

Konsolidasi Daerah Menjadi Agenda Utama

Jika dipercaya memimpin AMPI, Zigo telah menyampaikan bahwa konsolidasi organisasi sampai ke daerah menjadi salah satu prioritas.

Ia ingin memperkuat struktur internal DPP, membentuk tim yang solid serta memberikan ruang lebih besar kepada pengurus daerah.

Bagi Zigo, AMPI tidak boleh hanya aktif di tingkat pusat. Kekuatan organisasi harus terasa hingga daerah sehingga kader memiliki ruang untuk berkontribusi sekaligus memperoleh kesempatan berkembang.

Gagasan ini menjadi penting karena AMPI memiliki jaringan kepengurusan di berbagai daerah Indonesia. Konsolidasi tersebut juga dipandang Zigo sebagai bagian dari upaya membangun energi bersama menghadapi agenda politik mendatang.

Menyiapkan Kader Menghadapi 2029

Zigo juga menghubungkan konsolidasi AMPI dengan agenda politik nasional, termasuk Pemilu 2029.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, seluruh kader perlu bergerak dalam satu energi organisasi. Ia menekankan prinsip bahwa tidak boleh ada kader yang ditinggalkan maupun meninggalkan organisasi.

Dalam konteks tersebut, AMPI diproyeksikan bukan hanya menjadi wadah aktivitas kepemudaan, tetapi juga ruang kaderisasi politik yang mempersiapkan generasi muda Partai Golkar menghadapi tantangan politik ke depan.

Dari Organisasi ke Dunia Usaha

Pengalaman Zigo juga terbentuk melalui organisasi pengusaha. Ia pernah menjadi Ketua Umum BPC HIPMI Solok Selatan pada 2011–2014, kemudian Ketua Umum BPD HIPMI Sumatera Barat periode 2014–2017.

Setelah itu, ia dipercaya menjadi Ketua Dewan Pembina HIPMI Sumatera Barat dan kemudian memegang posisi Ketua Kompartemen Bidang Koperasi BPP HIPMI.

Pengalaman tersebut memberikan warna tersendiri terhadap perjalanan kepemimpinannya karena dunia kepemudaan, politik dan kewirausahaan menjadi tiga bidang yang pernah ia jalani secara bersamaan.

Pengalaman di DPR RI

Sebagai anggota DPR RI, Zigo berada di Komisi V. Aktivitasnya banyak bersinggungan dengan persoalan infrastruktur, transportasi dan pembangunan daerah.

Pada Mei 2026, misalnya, Zigo menyoroti kecelakaan bus ALS di Jalan Lintas Sumatera di Musi Rawas Utara yang menewaskan 16 orang. Ia mendorong evaluasi aspek keselamatan transportasi, kondisi jalan serta pengawasan angkutan logistik.

Pada Agustus 2026, ia juga menyoroti persoalan kendaraan Over Dimension Over Load atau ODOL dan meminta pengawasan dilakukan sejak kendaraan sebelum memasuki jalan tol.

Perhatian terhadap Sumatera Barat

Sebagai wakil masyarakat Sumatera Barat di DPR RI, perhatian terhadap pembangunan daerah tetap menjadi bagian dari aktivitas politik Zigo.

Sebelum masuk Senayan, ia telah mengalami langsung dinamika pembangunan daerah ketika menjadi anggota DPRD Sumatera Barat dan kemudian Ketua DPRD Solok Selatan.

Pengalaman tersebut menjadi modal ketika ia kemudian mengawal berbagai persoalan pembangunan Sumatera Barat melalui posisi di DPR RI, khususnya yang berkaitan dengan infrastruktur dan pekerjaan umum.

Dari Baleg hingga Komisi V DPR RI

Pada awal masa tugasnya di DPR RI, Zigo juga tercatat mengikuti kegiatan Badan Legislasi DPR RI. Dalam sosialisasi Prolegnas di Sumatera Barat pada Desember 2024, ia hadir dalam pembahasan sejumlah rancangan undang-undang.

Kini, dengan posisinya di Komisi V, ruang kerja Zigo lebih banyak bersentuhan dengan pembangunan fisik dan konektivitas nasional.

Perpindahan ruang kerja tersebut membuat pengalaman legislatif Zigo semakin beragam, dari pembentukan regulasi hingga pengawasan sektor pembangunan dan transportasi.

Kepemimpinan Baru AMPI

Naiknya Zigo ke pucuk pimpinan AMPI juga berlangsung setelah berakhirnya periode kepemimpinan Jerry Sambuaga 2022–2026.

Dalam Munas X, Jerry menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusannya. LPJ tersebut mencatat sekitar 200 kegiatan selama periode kepengurusan, ekspansi 14 DPLN serta sejumlah agenda transformasi digital organisasi.

Estafet kepemimpinan tersebut menempatkan Zigo pada tantangan berikutnya: mempertahankan capaian organisasi sekaligus membawa AMPI memasuki fase baru yang lebih dekat dengan karakter generasi muda.

Visi Kepemimpinan Zigo di AMPI

Dari gagasan yang telah disampaikan Zigo dalam rangkaian pencalonannya, arah kepemimpinannya dapat dirangkum pada beberapa agenda utama.

Pertama, memperkuat konsolidasi organisasi dari pusat hingga daerah.

Kedua, membangun struktur DPP yang solid dan efektif.

Ketiga, memberikan ruang lebih besar kepada pengurus daerah dalam pengambilan keputusan dan komunikasi organisasi dengan Partai Golkar.

Keempat, mendorong AMPI menjadi organisasi yang inklusif, dengan membuka kesempatan kepemimpinan lebih luas kepada kader muda.

Kelima, memperkuat soliditas kader dalam menghadapi agenda politik nasional, termasuk Pemilu 2029.

Keenam, menjadikan AMPI sebagai rumah anak muda, yakni organisasi yang tetap memiliki identitas politik tetapi mampu menjawab kebutuhan dan karakter generasi muda.

Misi: Membuat AMPI Lebih Terbuka dan Bergerak

Misi yang dibawa Zigo pada dasarnya bertumpu pada upaya membuat AMPI lebih terbuka, lebih terkonsolidasi dan lebih relevan.

AMPI tidak hanya diarahkan menjadi organisasi yang memiliki struktur lengkap, tetapi juga harus memiliki aktivitas yang dirasakan kader di daerah.

Kaderisasi juga menjadi bagian penting. Pengalaman Zigo di AMPG, AMPI, HIPMI, Golkar dan lembaga legislatif menjadi bekal untuk membangun jembatan antara pengalaman organisasi dan kebutuhan kader muda.

Dengan pendekatan tersebut, AMPI diharapkan mampu menjadi tempat lahirnya kader-kader muda yang memiliki pengalaman organisasi, kemampuan politik, kapasitas kepemimpinan serta pemahaman terhadap persoalan masyarakat.

Tidak Mengubah Identitas, tetapi Melakukan Pembaruan

Satu gagasan yang konsisten dari Zigo adalah bahwa pembaruan AMPI tidak berarti menghapus identitas organisasi.

Ia menggunakan gagasan make over sebagai metafora untuk memperbarui cara organisasi bekerja dan berinteraksi dengan anak muda.

Artinya, sejarah AMPI tetap menjadi fondasi, sementara pendekatan terhadap generasi baru harus disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Di titik inilah kepemimpinan Zigo akan menghadapi tantangan: bagaimana menjaga karakter AMPI sebagai organisasi kepemudaan Partai Golkar sekaligus membuatnya tetap menarik, terbuka dan relevan bagi generasi muda.

Profil Pribadi Zigo Rolanda

Zigo Rolanda lahir di Rimbo Tangah pada 10 Desember 1991. Ia merupakan putra daerah Sumatera Barat yang kemudian membangun karier politiknya dari tingkat daerah hingga nasional.

Zigo menikah dengan drg. Almira Widya Arnoli. Dari pernikahan tersebut, ia dikaruniai seorang anak bernama Muhammad Ozil Rolanda.

Di luar aktivitas politik dan organisasi, olahraga menjadi salah satu hobinya.

Riwayat Pendidikan

Magister Manajemen (M.M.) – STIE AKBP.

Sarjana Ekonomi (S.E.) – Universitas Andalas.

SMA Negeri 3 Solok Selatan – Kabupaten Solok Selatan.

Pendidikan LEMHANNAS RI, 2013.

Riwayat Organisasi

Wakil Ketua Umum AMPG Bidang BAPILU, 2026–2029.

Pelaksana Tugas Ketua DPD MKGR Sumatera Barat, 2026–sekarang.

Ketua DPD AMPI Sumatera Barat, 2023–2028.

Wakil Bendahara Umum ADKASI, 2022–2026.

Ketua DPD II Partai Golkar Solok Selatan, 2021–2026.

Ketua Kompartemen Bidang Koperasi BPP HIPMI, 2020–2023.

Ketua Dewan Pembina HIPMI Sumatera Barat, 2017–2020.

Wakil Ketua KADIN Sumatera Barat, 2017–2022.

Wakil Ketua I MPW Pemuda Pancasila Sumatera Barat, 2017–2022.

Ketua KOSGORO Kabupaten Solok Selatan, 2017–2023.

Ketua DPD II Partai Golkar Solok Selatan, 2016–2021.

Ketua PSSI Solok Selatan, 2016–2021.

Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Barat, 2015–2017.

Sekretaris AMPG Sumatera Barat, 2015–2017.

Ketua Umum BPD HIPMI Sumatera Barat, 2014–2017.

Wakil Ketua KNPI Sumatera Barat, 2014–2017.

Ketua Umum BPC HIPMI Solok Selatan, 2011–2014.

Riwayat Pekerjaan dan Jabatan Publik

Anggota DPR RI, periode 2024–2029.

Ketua DPRD Kabupaten Solok Selatan, periode 2019–2024.

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, periode 2014–2019.

Di DPR RI, Zigo merupakan anggota Fraksi Partai Golkar dari daerah pemilihan Sumatera Barat I dan bertugas di Komisi V.

Riwayat Keluarga

Tempat/Tanggal Lahir: Rimbo Tangah, 10 Desember 1991.

Status: Menikah.

Istri: drg. Almira Widya Arnoli.

Anak: Muhammad Ozil Rolanda.

Hobi: Olahraga.

Perjalanan Zigo Rolanda pada akhirnya memperlihatkan satu garis yang cukup jelas: dari kader muda di daerah, masuk ke dunia politik, memimpin lembaga legislatif daerah, kemudian menuju DPR RI dan kini memasuki panggung kepemimpinan nasional organisasi kepemudaan.

Dengan estafet kepemimpinan dari Jerry Sambuaga kepada Zigo Rolanda, periode 2027–2031 akan menjadi fase baru bagi AMPI. Tantangan utamanya bukan hanya memperkuat struktur, tetapi bagaimana menjadikan organisasi tetap relevan bagi generasi muda, memberi ruang bagi kader daerah dan perempuan, memperluas kaderisasi, serta membangun soliditas menghadapi dinamika politik nasional.

Bagi Zigo, pembaruan AMPI bukan berarti meninggalkan identitas. Pembaruan justru diarahkan untuk membuat rumah besar anak muda Golkar itu semakin terbuka, bergerak dan mampu menjawab tantangan generasi baru.

Laporan: Aisah Hamim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *