Membangun Kepemimpinan Akademik: Perjalanan Dr. Ni Luh Putu Inca Buntari Agustini dari Alumni S3 Keperawatan Unair

SURABAYA – Alumni Program Doktor (S3) Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga kembali menunjukkan kiprah gemilang melalui kontribusi akademik, penelitian, dan kepemimpinan strategis di tingkat nasional.

Salah satu sosok yang menjadi representasi keunggulan lulusan Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga adalah Dr. Ni Luh Putu Inca Buntari Agustini, S.Kep., MNS., akademisi dan pemimpin pendidikan tinggi kesehatan yang konsisten mengembangkan budaya akademik berbasis integritas, inovasi, dan kolaborasi.

Bacaan Lainnya

Perjalanan akademik Dr. Ni Luh Putu Inca Buntari Agustini mencerminkan dedikasi yang kuat terhadap pengembangan ilmu keperawatan. Ia mengawali pendidikan tinggi pada Program Sarjana Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga yang menjadi fondasi utama dalam pembentukan kompetensi profesional dan keilmuan keperawatan.

Semangat untuk terus berkembang membawanya melanjutkan studi magister di Kasetsart University, Thailand, yang memberikan pengalaman akademik internasional sekaligus memperluas perspektif global dalam bidang kesehatan dan pendidikan.

Puncak perjalanan akademiknya diraih melalui Program Doktor (S3) Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga. Dalam program tersebut, Dr. Inca berhasil meraih predikat lulusan terbaik Program Doktor Keperawatan, sebuah pencapaian prestisius yang mencerminkan kapasitas intelektual, ketekunan, dan komitmennya terhadap pengembangan ilmu keperawatan berbasis riset dan evidence-based practice.

Keunggulan akademik tersebut kemudian terimplementasi dalam berbagai peran strategis yang diembannya di lingkungan pendidikan tinggi kesehatan. Saat ini, Dr. Inca dipercaya sebagai anggota Tim Akuntabilitas LLDIKTI Wilayah VIII, yang berperan dalam mendukung tata kelola pendidikan tinggi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu. Ia juga menjabat sebagai Ketua Tim Integritas Akademik, posisi yang memiliki peran penting dalam membangun budaya akademik yang menjunjung tinggi etika, kejujuran, dan profesionalisme.

Kontribusinya dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi semakin terlihat melalui keterlibatannya sebagai tim penilai angka kredit jabatan akademik dosen di LLDIKTI Wilayah VIII dan Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali. Tanggung jawab tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap kompetensi, objektivitas, dan integritasnya dalam mendukung pengembangan karier akademik dosen serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di perguruan tinggi.

Di lingkungan institusi, Dr. Inca juga memegang sejumlah posisi kepemimpinan yang strategis. Ia menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister Keperawatan sekaligus Ketua Indikator Kinerja Utama (IKU) ITEKES Bali, yang berperan dalam memastikan pencapaian target mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sesuai standar nasional pendidikan tinggi.

Selain itu, ia dipercaya sebagai Ketua Tim Task Force Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) yang berhasil mengantarkan institusi meraih Predikat Akreditasi Perguruan Tinggi Unggul, sebuah capaian yang menjadi indikator kualitas tata kelola, akademik, dan keberlanjutan institusi pendidikan tinggi.

Prestasi kepemimpinan Dr. Inca juga memperoleh pengakuan di tingkat regional melalui penghargaan sebagai Juara 2 Academic Leader Bidang Kesehatan Tingkat LLDIKTI Wilayah VIII. Penghargaan tersebut diberikan kepada akademisi yang menunjukkan kapasitas kepemimpinan visioner, kemampuan manajerial yang kuat, serta kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi kesehatan. Pencapaian ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemimpin akademik yang berpengaruh dalam pengembangan pendidikan keperawatan di Indonesia.

Dalam bidang penelitian dan inovasi, Dr. Inca menunjukkan produktivitas akademik yang sangat baik. Pada Tahun Anggaran 2026, ia menjadi penerima pendanaan Program Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Hilirisasi Riset Prioritas, Riset Konsorsium Unggulan Berdampak, dan Inovasi Seni Nusantara. Keberhasilan memperoleh pendanaan kompetitif nasional tersebut mencerminkan kualitas riset yang relevan, inovatif, dan memiliki potensi dampak yang luas bagi masyarakat.

Selain itu, Dr. Inca juga berhasil memimpin berbagai program hibah kompetitif nasional yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Sebagai Ketua Pemenang Hibah Kompetitif Nasional Kemendiktisaintek, ia berhasil memperoleh tiga hibah Penelitian Fundamental Reguler (PFR), tiga hibah tesis magister, serta satu hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).

Prestasi tersebut menunjukkan kemampuan yang kuat dalam membangun budaya riset, mengembangkan jejaring kolaborasi, serta menghasilkan luaran penelitian yang berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik keperawatan.

Kiprah akademiknya juga diakui di tingkat internasional melalui perannya sebagai reviewer pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus Q1, yaitu Nursing Open dan Journal of Nursing Research and Practice. Keterlibatan sebagai reviewer pada jurnal bereputasi internasional menunjukkan pengakuan komunitas akademik global terhadap kompetensi ilmiah dan kapasitasnya dalam menjaga kualitas publikasi penelitian keperawatan.

Tidak hanya berfokus pada pengembangan pendidikan dan penelitian, Dr. Inca juga aktif membangun kolaborasi riset multidisiplin. Salah satu kontribusinya adalah sebagai research collaborator dalam pengembangan model dan aplikasi untuk Palliative End of Life Care, sebuah inovasi yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan paliatif dan pendampingan pasien pada fase akhir kehidupan. Keterlibatan dalam proyek tersebut menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan inovasi yang berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kesehatan dan kesejahteraan pasien.

Dalam berbagai kesempatan, Dr. Inca menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam membangun pendidikan tinggi yang berkualitas.

“Integritas merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang berkualitas. Tanpa integritas, keunggulan akademik tidak akan memiliki makna yang berkelanjutan,” ucapnya kepada telusur.co.id. Selasa, (15/9/2026) siang.

Pernyataan tersebut mencerminkan nilai-nilai yang senantiasa ia terapkan dalam menjalankan berbagai peran akademik maupun kepemimpinan.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, manajemen, dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Pemimpin di bidang kesehatan harus mampu mengintegrasikan keilmuan, manajemen, dan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan demikian, kita dapat menghasilkan kebijakan dan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat,” tambah Inca.

Perjalanan akademik dan profesional Dr. Ni Luh Putu Inca Buntari Agustini menjadi gambaran nyata profil alumni Program Doktor Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga yang unggul, inovatif, berintegritas, dan berdaya saing global.

Melalui berbagai capaian di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kepemimpinan akademik, ia terus memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan ilmu keperawatan dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi kesehatan di Indonesia.

Kisah inspiratif Dr. Inca diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan tenaga kesehatan untuk terus mengembangkan kapasitas diri, menjunjung tinggi integritas akademik, serta berkontribusi dalam mewujudkan sistem pendidikan dan pelayanan kesehatan yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat luas. (ari)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *