Waspada Bencana, Hamka Minta BMKG Tingkatkan Akurasi Informasi

JAKARTA – BELA RAKYAT – Akurasi informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana. Karena itu, pemeliharaan dan peningkatan kualitas peralatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dinilai perlu mendapat perhatian serius.

Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Hamka B. Kady, mendorong BMKG memastikan seluruh perangkat pengamatan yang dimiliki berada dalam kondisi optimal sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat semakin akurat, cepat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Hamka dalam konteks penguatan fungsi BMKG sebagai salah satu lembaga penting dalam sistem mitigasi bencana nasional. Menurutnya, informasi yang dihasilkan dari perangkat pemantauan harus memiliki tingkat keandalan tinggi karena menjadi salah satu dasar bagi masyarakat maupun pemerintah dalam mengambil langkah antisipasi.

Akurasi Alat Jadi Perhatian

Hamka menekankan bahwa kualitas informasi tidak dapat dilepaskan dari kondisi peralatan yang digunakan untuk melakukan pengamatan. Karena itu, pemeliharaan perangkat BMKG menurutnya tidak boleh dipandang sebagai persoalan teknis semata.

“Nah, yang kami dorong ini adalah bagaimana tanggapan dari BMKG terhadap keakuratan daripada alat yang dimiliki, sehingga suplai informasi itu benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Hamka seperti dikutip dari Instagram pribadinya.

Ia menilai keberadaan perangkat yang canggih harus dibarengi dengan pemeliharaan secara berkala. Dengan demikian, data yang diperoleh dari lapangan dapat menjadi dasar informasi yang semakin terpercaya.

Dorongan tersebut sejalan dengan perhatian Komisi V DPR RI terhadap penguatan teknologi BMKG. Dalam kunjungan kerja spesifik ke Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG di Bogor pada 11 September 2026, Hamka sebelumnya juga menekankan dua aspek penting, yakni pemeliharaan peralatan yang sudah tersedia dan pengembangan teknologi ke depan.

Informasi BMKG Berkaitan dengan Keselamatan

Bagi Hamka, kebutuhan terhadap informasi yang akurat semakin penting karena data BMKG berkaitan langsung dengan berbagai aktivitas masyarakat. Informasi cuaca dan kondisi atmosfer, misalnya, dapat menjadi bahan pertimbangan dalam sektor transportasi, pertanian, kelautan hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi.

Dalam konteks kebencanaan, keterlambatan ataupun ketidakakuratan informasi dapat memengaruhi kesiapan masyarakat dalam mengambil langkah mitigasi. Karena itu, kualitas sistem pengamatan harus terus dijaga.

“Kita harapkan mendorong BMKG bagaimana memelihara alat-alat yang dimiliki agar supaya keakuratan 100 persen atau mendekati 100 persen,” kata Hamka.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perhatian Hamka tidak hanya diarahkan pada teknologi baru, tetapi juga pada bagaimana perangkat yang sudah dimiliki negara dapat terus berfungsi secara optimal.

Pemeliharaan Tidak Boleh Diabaikan

Penguatan peralatan BMKG memang menjadi bagian penting dari agenda peningkatan layanan. BMKG sendiri menyatakan bahwa sepanjang 2026 pemeliharaan operasional dilakukan terhadap 1.914 unit peralatan utama meteorologi, klimatologi, dan geofisika di daerah.

Langkah pemeliharaan tersebut penting karena sistem pengamatan BMKG bekerja secara terus-menerus untuk menyediakan data yang dibutuhkan berbagai sektor.

Sebelumnya, dalam pembahasan bersama Komisi V DPR RI, BMKG juga menegaskan bahwa pemeliharaan alat operasional utama menjadi salah satu fokus penguatan layanan, selain pembangunan infrastruktur observasi dan peningkatan kualitas sistem peringatan dini.

Dengan demikian, perhatian terhadap kondisi perangkat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun sistem informasi kebencanaan yang kuat.

Jangan Hanya Mengandalkan Teknologi Baru

Hamka juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara modernisasi teknologi dan perawatan peralatan yang sudah ada. Menurutnya, perkembangan teknologi memang harus terus diikuti, tetapi perangkat yang telah tersedia juga harus dipastikan tetap berfungsi dengan baik.

Dalam kesempatan sebelumnya, ia menyampaikan bahwa BMKG perlu melakukan inovasi sekaligus memperhatikan pemeliharaan perangkat yang sudah dimiliki.

“Kami berpendapat bahwa memang BMKG harus berinovasi lagi. Ada dua hal yang harus kita pikirkan, bagaimana me-maintain atau memelihara alat yang sudah ada dan bagaimana advance technology dari alat itu sendiri ke depan,” ujar Hamka.

Pendekatan tersebut menjadi penting agar investasi pemerintah dalam infrastruktur pengamatan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Informasi Harus Berujung pada Mitigasi

Selain menyoroti keakuratan perangkat, Hamka juga memiliki perhatian terhadap bagaimana informasi BMKG dimanfaatkan oleh kementerian dan lembaga terkait.

Dalam pembahasan mengenai potensi El Nino, misalnya, Hamka menekankan bahwa informasi yang telah disampaikan BMKG semestinya tidak berhenti pada publikasi, tetapi diterjemahkan menjadi langkah konkret oleh kementerian dan lembaga terkait.

Artinya, sistem mitigasi bencana tidak hanya membutuhkan data yang akurat. Data tersebut juga harus cepat diterima, dipahami, dan ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang memiliki kewenangan.

Rangkaian proses tersebut menjadi penting karena tujuan akhir dari sistem peringatan dini adalah memberikan waktu yang cukup bagi masyarakat dan pemerintah untuk melakukan antisipasi.

Peran Strategis BMKG

BMKG memiliki posisi strategis dalam menyediakan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika. Lembaga tersebut juga menyediakan sistem peringatan dini yang digunakan untuk mendukung keselamatan masyarakat dan berbagai sektor pelayanan publik.

Dalam rapat bersama Komisi V DPR RI pada April 2026, BMKG menyampaikan bahwa penguatan akurasi dan kecepatan penyampaian informasi cuaca ekstrem serta sistem peringatan dini real-time menjadi bagian dari peningkatan layanan.

Karena itu, penguatan fasilitas pengamatan, pemeliharaan peralatan, kualitas sumber daya manusia, serta penyebaran informasi menjadi satu rangkaian yang saling berkaitan.

Dorongan Pengawasan dari Komisi V DPR RI

Sebagai anggota Komisi V DPR RI, perhatian Hamka terhadap BMKG menjadi bagian dari fungsi pengawasan parlemen terhadap lembaga pemerintah yang menjadi mitra kerja komisi.

Dorongan tersebut pada dasarnya diarahkan agar fasilitas negara yang berkaitan dengan keselamatan publik dapat dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Bagi masyarakat, kualitas informasi BMKG bukan sekadar persoalan angka atau data teknis. Informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan apakah sebuah perjalanan perlu ditunda, apakah aktivitas nelayan perlu disesuaikan, bagaimana sektor pertanian menghadapi perubahan cuaca, hingga bagaimana masyarakat mempersiapkan diri menghadapi potensi bencana.

Karena itu, tuntutan terhadap keakuratan informasi perlu berjalan bersama dengan pemeliharaan peralatan, peningkatan teknologi, penguatan sumber daya manusia, serta penyampaian informasi yang mudah dipahami publik.

Hamka pun mendorong agar BMKG terus memperkuat seluruh mata rantai tersebut. Dengan perangkat yang terawat, teknologi yang terus berkembang, dan informasi yang disampaikan secara tepat, sistem peringatan dini diharapkan semakin mampu mendukung keselamatan masyarakat.

Pada akhirnya, perhatian terhadap akurasi informasi BMKG merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan nasional. Pesan yang dibawa Hamka sederhana namun penting: alat harus terawat, data harus akurat, informasi harus dapat dipertanggungjawabkan, dan masyarakat harus memperoleh informasi yang dapat digunakan untuk mengambil langkah antisipasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *