Jumat Berkah: Bersalawatlah agar Namamu Dikenal dan Disebut dalam Kebaikan

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Anggota DPR RI / F-PKS / Kalimantan Selatan I

JUM’AT ADALAH HARI YANG ISTIMEWA

Bacaan Lainnya

Sahabat yang dirahmati Allah…

Hari Jumat bukanlah sekadar pergantian hari dalam kalender. Jumat adalah hari yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam.

Di antara hari-hari yang Allah ciptakan, Jumat memiliki banyak keutamaan. Karena itu, seorang Muslim hendaknya tidak melewati hari Jumat sebagaimana melewati hari-hari biasa.

Jumat adalah kesempatan untuk memperbanyak amal. Jumat adalah kesempatan untuk memperbanyak doa. Jumat adalah kesempatan untuk memperbanyak istighfar.

Dan, Jumat adalah kesempatan untuk membaca Al-Qur’an. Jumat adalah kesempatan untuk memperbanyak shalawat kepada Rasulullah SAW. Jumat juga menjadi momentum bagi kita untuk kembali mengingat:

Seberapa besar cinta kita kepada Rasulullah? Sebab sering kali kita mengatakan: “Saya mencintai Rasulullah.”

Tetapi pertanyaannya: Seberapa sering nama Rasulullah SAW hadir dalam lisan kita? Seberapa sering kita bershalawat kepada beliau? Seberapa sering kita mengingat perjuangan beliau? Seberapa sering kita membaca dan mempelajari sunnah beliau? Seberapa besar keinginan kita untuk bertemu dengan beliau kelak?

Karena cinta bukan hanya sebuah pengakuan. Cinta akan melahirkan kerinduan.

Dan kerinduan akan membuat seseorang senang menyebut nama yang dicintainya. Maka salah satu bentuk kecintaan kita kepada Rasulullah ﷺ adalah memperbanyak shalawat kepada beliau.

BERSHALAWATLAH KEPADA RASULULLAH

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)

Perhatikan ayat ini. Allah sendiri menyebutkan bahwa Dia bershalawat kepada Nabi.

Para malaikat juga bershalawat kepada Nabi. Kemudian orang-orang beriman diperintahkan untuk bershalawat kepada Nabi SAW.

Betapa mulianya amalan ini. Shalawat bukan sekadar rangkaian kata. Shalawat adalah bentuk penghormatan.

Shalawat adalah bentuk kecintaan. Shalawat adalah bentuk syukur kepada Rasulullah ﷺ yang telah menyampaikan risalah Islam kepada umat manusia.

Bayangkan… Kita mengenal Allah melalui ajaran yang dibawa oleh Rasulullah.

Kita mengenal Al-Qur’an melalui Rasulullah. Kita mengetahui tata cara shalat melalui Rasulullah. Kita mengetahui bagaimana cara berpuasa, berzakat, berhaji, berbuat baik kepada orang tua, menyayangi anak, menghormati tetangga, berdagang dengan jujur, dan menjalani kehidupan dengan akhlak mulia melalui Rasulullah SAW.

Maka sudah sepantasnya kita memperbanyak shalawat kepada beliau.

 SATU SHALAWAT, SEPULUH RAHMAT ALLAH

Ada kabar yang sangat menggembirakan bagi orang yang senang bershalawat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا

“Barang siapa bershalawat kepadaku sekali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim)

Subhanallah… Kita membaca:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

Hanya beberapa detik. Tetapi Allah memberikan kepada kita sepuluh rahmat.

Kita mengucapkan:

صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Dengan ikhlas karena cinta kepada Rasulullah SAW.

Allah memberikan keutamaan kepada kita. Lalu mengapa kita masih malas bershalawat?

Mengapa kita bisa menghabiskan waktu berjam-jam di depan telepon? Mengapa kita bisa membaca berbagai pesan yang tidak penting? Mengapa kita bisa mengikuti berbagai informasi dunia?

Tetapi terkadang untuk mengucapkan:

اللهم صل وسلم على نبينا محمد

kita merasa berat? Padahal tidak membutuhkan waktu lama.

JUMAT DAN SHALAWAT

Sahabat yang dimuliakan Allah… Hari Jumat merupakan salah satu waktu yang sangat baik untuk memperbanyak shalawat.

Rasulullah bersabda:

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ فِيهِ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ

“Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat. Maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari itu, karena shalawat kalian disampaikan kepadaku.” (HR. Abu Dawud)

Masya Allah… Ada sesuatu yang sangat indah dalam hadis tersebut.

Shalawat kita disampaikan kepada Rasulullah. Karena itu, jangan jadikan Jumat hanya sebagai hari untuk menyelesaikan pekerjaan.

Jangan jadikan Jumat hanya sebagai hari untuk mencari rezeki. Jangan jadikan Jumat hanya sebagai hari untuk berkumpul.

Jadikan Jumat sebagai hari memperbaharui cinta kepada Rasulullah ﷺ.

APAKAH RASULULLAH MENGETAHUI SHALAWAT KITA?

Ada ungkapan yang sering beredar: “Ketika Rasulullah ﷺ memanggil namamu, lalu engkau bertanya, ‘Ya Rasulullah, bagaimana engkau mengetahui namaku?’ Kemudian beliau menjawab, ‘Shalawat yang engkau baca telah sampai kepadaku.’”

Makna bahwa shalawat umat disampaikan kepada Rasulullah ﷺ memiliki dasar dalam hadis.

Namun, kita hendaknya berhati-hati dalam menyampaikan kisah atau redaksi tertentu dan tidak mengatasnamakannya sebagai hadis Nabi ﷺ apabila tidak jelas sumber dan derajatnya.

Yang pasti, terdapat hadis sahih bahwa shalawat umat kepada Rasulullah ﷺ disampaikan kepada beliau.

Maka tidak perlu kita membuat kisah yang tidak jelas untuk membuat orang tertarik bershalawat. Hadis sahih tentang keutamaan shalawat sudah sangat indah.

Dan cinta kepada Rasulullah ﷺ tidak membutuhkan cerita yang dibuat-buat.

SHALAWAT ADALAH DOA DAN PENGHORMATAN

Ketika kita mengucapkan:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

Kita sedang memohon kepada Allah agar memberikan rahmat dan kemuliaan kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Ketika kita mengucapkan:

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ

Kita sedang mengagungkan Rasulullah ﷺ dan memohon kepada Allah agar memberikan keselamatan dan kemuliaan kepada beliau.

Karena itu, jangan membaca shalawat hanya dengan lisan. Bacalah dengan hati.

Bayangkan perjuangan Rasulullah ﷺ. Beliau berdakwah ketika banyak orang menolak.

Beliau dihina. Beliau dicaci. Beliau dilempari. Beliau dituduh sebagai penyihir. Beliau menghadapi berbagai kesulitan. Namun beliau tetap memikirkan umatnya.

Bahkan ketika menjelang wafat, salah satu hal yang sangat mengharukan adalah perhatian beliau terhadap umat.

Rasulullah bukan hanya memikirkan dirinya sendiri. Beliau memikirkan kita. Umatnya.

Kita yang bahkan belum pernah bertemu dengan beliau. Kita yang hidup lebih dari seribu tahun setelah beliau.

Kita yang hanya mengenal beliau melalui Al-Qur’an, hadis dan sejarah. Tetapi beliau telah berjuang agar risalah Islam sampai kepada kita.

Maka… Pantaskah kita lupa bershalawat kepada beliau?

JANGAN HANYA MENGAKU CINTA

Sahabatku… Kalau seseorang benar-benar mencintai seseorang, ia akan senang menyebut namanya.

Kalau seorang ibu mencintai anaknya, nama anaknya sering disebut. Kalau seorang anak mencintai orang tuanya, ia akan sering mengingat jasa orang tuanya. Kalau seseorang mencintai gurunya, ia akan mengenang nasihatnya.

Lalu kalau kita benar-benar mencintai Rasulullah… Mengapa kita tidak senang menyebut nama beliau?

Mari kita perbanyak:

صَلَّى اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Semoga lisan kita terbiasa bershalawat. Semoga hati kita dipenuhi cinta kepada Rasulullah.

Dan semoga kecintaan itu tidak hanya berhenti di lisan, tetapi diwujudkan dengan mengikuti sunnah beliau.

ORANG YANG PALING DEKAT DENGAN RASULULLAH.

Ada sebuah hadis yang sangat menggugah hati. Rasulullah ﷺ bersabda:

أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً

“Orang yang paling utama/dekat denganku pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak bershalawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi)

Bayangkan hari kiamat. Hari ketika manusia mencari pertolongan. Hari ketika harta tidak lagi berguna. Hari ketika jabatan tidak lagi berarti. Hari ketika popularitas tidak bisa menyelamatkan. Hari ketika manusia sibuk dengan dirinya sendiri.

Pada hari itu… Betapa bahagianya orang yang mendapatkan kedekatan dengan Rasulullah.

Maka mulai hari ini, mari kita jadikan shalawat sebagai bagian dari kehidupan kita.

Bukan hanya ketika Jumat. Bukan hanya ketika Maulid. Bukan hanya ketika mendengar nama Muhammad ﷺ. Tetapi setiap hari.

JANGAN MENUNGGU PUNYA WAKTU

Ada orang berkata: “Nanti kalau sudah tua saya akan banyak ibadah.” “Nanti kalau pekerjaan sudah selesai.” “Nanti kalau sudah kaya.” “Nanti kalau sudah pensiun.”

Jangan menunggu. Karena kita tidak pernah tahu kapan umur kita berakhir.

Shalawat tidak membutuhkan tempat khusus. Kita bisa bershalawat ketika berjalan.

Ketika berkendara. Ketika menunggu. Ketika selesai bekerja. Ketika sedang memasak.

Ketika sedang duduk. Ketika sebelum tidur. Bahkan ketika hati sedang gelisah.

Lidah kita bisa mengucapkan:

اللهم صل وسلم على نبينا محمد

KETIKA HATI SEDANG BERAT

Sahabat… Tidak semua orang yang tersenyum sedang bahagia.

Ada orang yang diam-diam sedang menghadapi masalah. Ada yang sedang memikirkan utang. Ada yang sedang menghadapi penyakit. Ada yang sedang kehilangan orang yang dicintai. Ada yang sedang menghadapi masalah rumah tangga. Ada yang sedang mencari pekerjaan.

Dan, ada yang sedang memikirkan masa depan anak-anaknya. Ada yang sedang berjuang melawan kesedihan yang tidak diketahui orang lain.

Kalau hari ini hati kita sedang berat… Jangan hanya mengeluh kepada manusia.

Datanglah kepada Allah. Perbanyak istighfar. Perbanyak doa. Perbanyak membaca Al-Qur’an.

Dan perbanyak shalawat kepada Rasulullah. Jangan menganggap shalawat sebagai sekadar ucapan.

Jadikan ia bagian dari perjalanan kita mendekat kepada Allah.

JUMAT BUKAN HANYA TENTANG SHALAWAT

Hari Jumat memiliki banyak amalan yang dianjurkan. Di antaranya:

1.  Mandi Jumat bagi yang menghadiri shalat Jumat.

2. Memakai pakaian yang baik dan bersih.

3. Menggunakan wewangian bagi laki-laki yang hendak menghadiri shalat Jumat.

4.  Datang lebih awal menuju masjid.

5.  Memperbanyak shalawat kepada Nabi.

6. Membaca Surah Al-Kahfi.

7. Memperbanyak dzikir dan istighfar.

8. Memperbanyak doa.

9.  Menjaga adab ketika khutbah berlangsung.

10. Memperbanyak amal kebaikan.

Dan jangan lupa mencari waktu mustajab pada hari Jumat untuk berdoa.

Rasulullah SAW bersabda bahwa pada hari Jumat terdapat suatu waktu yang apabila seorang Muslim berdoa kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, Allah akan memberikan apa yang dimintanya.

Karena itu… Jangan biarkan Jumat berlalu tanpa doa.

MALAM JUMAT, WAKTU UNTUK MENGINGAT RASULULLAH

Ketika Kamis sore mulai berlalu dan malam Jumat tiba… Mari kita hidupkan malam dengan amal kebaikan.

Tidak harus dengan sesuatu yang berat. Mulailah dari yang sederhana. Ambil wudhu. Duduk dengan tenang.

Matikan sejenak suara dunia. Letakkan telepon. Jauhkan diri dari kesibukan yang tidak perlu.

Kemudian ucapkan perlahan:

اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد

Baca Al-Qur’an. Berdzikir. Beristighfar. Berdoa untuk orang tua. Berdoa untuk keluarga. Berdoa untuk anak-anak.

Lalu, berdoa untuk orang-orang yang sedang sakit. Berdoa untuk saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan. Dan berdoalah untuk diri kita sendiri.

JANGAN MEMASTIKAN JUMLAH PAHALA YANG TIDAK ADA DALIL SAHIHNYA

Ada pesan yang sering beredar bahwa: “Barang siapa bershalawat pada hari Jumat dan malam Jumat, Allah akan memenuhi 100 hajat; 70 hajat akhirat dan 30 hajat dunia.”

Pesan seperti ini sering dibagikan di media sosial. Kita boleh mengajak orang untuk memperbanyak shalawat.

Namun jangan sembarangan memastikan bahwa Rasulullah SAW menjanjikan angka tertentu apabila riwayatnya tidak kuat.

Kita tidak perlu melebih-lebihkan keutamaan sebuah amalan. Sebab keutamaan shalawat yang sahih sudah luar biasa.

Satu shalawat dibalas dengan sepuluh rahmat Allah. Shalawat kita disampaikan kepada Rasulullah ﷺ.

Orang yang paling banyak bershalawat mendapatkan kedudukan yang utama di sisi beliau pada hari kiamat. Maka apa lagi yang kita cari?

BERAPA BANYAK SHALAWAT HARI INI?

Mari kita bertanya kepada diri sendiri. Sudah berapa kali hari ini kita bershalawat?10 kali? 100 kali? 1000 kali?

Tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain. Yang penting adalah mulai.

Kalau belum terbiasa, mulai dengan 10 kali. Kemudian 100 kali. Lalu jadikan kebiasaan.

Bukan karena mengejar angka semata. Tetapi karena ingin mendidik hati agar semakin mencintai Rasulullah ﷺ.

SHALAWAT BUKAN SEKADAR UCAPAN

Ada satu hal yang tidak boleh dilupakan. Jangan sampai kita rajin bershalawat tetapi meninggalkan sunnah Rasulullah ﷺ.

Jangan sampai lisan kita mengatakan cinta kepada Nabi ﷺ tetapi tangan kita masih suka menyakiti orang lain. Jangan sampai kita banyak membaca shalawat tetapi masih senang berdusta.

Jangan sampai kita mengaku mencintai Rasulullah ﷺ tetapi masih meremehkan shalat. Jangan sampai kita mengaku mencintai Rasulullah ﷺ tetapi masih suka memutus silaturahmi.

Cinta kepada Rasulullah harus melahirkan perubahan. Allah SWT berfirman:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ

“Katakanlah: Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian.” (QS. Ali ‘Imran: 31)

Maka cinta kepada Rasulullah ﷺ harus dibuktikan dengan mengikuti petunjuk beliau.

MULAI JUMAT INI

Mari kita buat sebuah kebiasaan sederhana. Setiap Jumat:

1.  Perbanyak shalawat.

2.  Baca Al-Qur’an.

3.  Jaga shalat lima waktu.

4. Perbanyak doa.

5.  Perbanyak istighfar.

6. Bersedekah sesuai kemampuan.

7. Perbaiki hubungan dengan keluarga.

8. Perbaiki hubungan dengan sesama.

9. Jaga lisan dari ghibah, fitnah dan perkataan yang menyakiti.

Dan yang paling penting: Jangan lewatkan Jumat tanpa mengingat Rasulullah.

KALAU NANTI KITA BERTEMU RASULULLAH 

Bayangkan… Suatu hari nanti, dengan izin Allah, kita berdiri di hadapan Rasulullah ﷺ.

Kita melihat wajah beliau. Kita mendengar salam beliau. Kita berada dekat dengan beliau.

Lalu dalam hati kita berkata: “Ya Rasulullah, saya adalah umatmu yang hidup jauh setelah engkau wafat. Saya tidak pernah melihatmu di dunia. Tetapi saya berusaha mencintaimu. Saya berusaha mengikuti sunnahmu. Saya memperbanyak shalawat kepadamu.”

Betapa bahagianya jika kita mendapatkan pengakuan sebagai umat beliau. Betapa indah jika kita dikumpulkan bersama orang-orang saleh. Betapa indah jika kita mendapatkan syafaat beliau dengan izin Allah.

Namun jangan hanya membayangkan pertemuan itu. Persiapkan diri untuk pertemuan itu.

Perbanyak shalawat. Perbanyak amal saleh. Tinggalkan maksiat. Perbaiki akhlak.

Jaga shalat. Berbakti kepada orang tua.

Sayangi keluarga. Jangan menyakiti sesama. Dan ikutilah sunnah Rasulullah.

DOA DI HARI JUMAT

Ya Allah… Kami adalah hamba-Mu yang penuh dosa. Kami sering lalai. Kami sering lupa. Kami sering mengutamakan dunia daripada akhirat. Kami sering mengeluh ketika diuji.

Kami sering lupa bersyukur ketika diberi nikmat. Namun kami berharap kepada rahmat-Mu.

Ya Allah… Ampunilah dosa kami. Ampunilah dosa kedua orang tua kami. Ampunilah dosa pasangan kami. Ampunilah dosa anak-anak kami. Ampunilah keluarga kami. Ampunilah guru-guru kami. Ampunilah orang-orang yang telah berjasa dalam kehidupan kami.

Ya Allah… Tanamkan dalam hati kami kecintaan kepada Rasulullah Muhammad.

Jadikan lisan kami ringan untuk bershalawat. Jadikan hati kami lembut ketika mendengar nama beliau. Jadikan kehidupan kami mengikuti sunnah beliau.

Ya Allah… Jangan Engkau cabut nyawa kami sebelum Engkau ridha kepada kami.

Jangan Engkau matikan kami dalam keadaan lalai. Jangan Engkau matikan kami sebelum kami bertaubat.

Jadikan akhir kehidupan kami husnul khatimah. Ya Allah…

Kumpulkan kami bersama Rasulullah SAW di akhirat. Berikan kami kesempatan meminum dari telaga Al-Kautsar.

Berikan kami syafaat Nabi-Mu ﷺ dengan izin-Mu. Dan masukkan kami ke dalam surga-Mu bersama para nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang saleh.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

MARI BERSHALAWAT

Di hari Jumat yang penuh keberkahan ini… Mari kita tinggalkan sejenak kesibukan dunia. Mari kita basahi lisan dengan shalawat. Mari kita hidupkan hati dengan cinta kepada Rasulullah ﷺ.

Mari kita mulai:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

صَلَّى اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ

صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Semoga setiap shalawat yang kita baca menjadi sebab turunnya rahmat Allah.

Semoga menjadi sebab hati kita semakin dekat kepada Allah.

Semoga menjadi sebab kita semakin mencintai Rasulullah ﷺ.

Semoga menjadi sebab kita mendapatkan kedudukan yang baik di akhirat.

Dan semoga kelak… ketika seluruh manusia mencari keselamatan, kita termasuk orang-orang yang mendapatkan pertolongan dan syafaat Rasulullah ﷺ dengan izin Allah.

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

آمين يا رب العالمين.

🌹 JUM’AT BERKAH 🌹

اللهم اجعلنا من أكثر الناس صلاةً على نبيك محمد ﷺ، واحشرنا في زمرته، واسقنا من حوضه، وأدخلنا الجنة برحمتك يا أرحم الراحمين.

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga versi ini lebih aman untuk dibagikan karena tetap kuat secara pesan dakwah, tetapi tidak memastikan riwayat “100 hajat, 70 akhirat dan 30 dunia” sebagai hadis sahih.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *