KOTA SERANG – Palang Merah Indonesia Kota Serang resmi melantik jajaran pengurus PMI tingkat kecamatan se-Kota Serang untuk masa bakti 2026–2031. Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Ketua PMI Kota Serang, Adde Rosi, tersebut menandai dimulainya pengabdian 60 pengurus PMI dari enam kecamatan, yakni Kecamatan Serang, Kasemen, Cipocok Jaya, Walantaka, Curug, dan Taktakan seperti dikutip di Instagram pribadinya.
Dalam sambutannya, Adde Rosi menegaskan bahwa PMI kecamatan merupakan garda terdepan pelayanan kemanusiaan yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, keberadaan pengurus di tingkat kecamatan dinilai sangat strategis dalam mempercepat respons sosial, penanganan kebencanaan, hingga pelayanan donor darah di Kota Serang.
“Hari ini saya selaku Ketua PMI Kota Serang resmi melantik pengurus PMI tingkat kecamatan se-Kota Serang masa bakti 2026–2031. Sebanyak 60 pengurus dari Kecamatan Serang, Kasemen, Cipocok Jaya, Walantaka, Curug, dan Taktakan kini siap mengabdi di tengah masyarakat,” ujar Adde Rosi.
Ia menjelaskan, terdapat tiga fokus utama yang harus menjadi perhatian seluruh pengurus PMI kecamatan dalam menjalankan tugas kemanusiaan lima tahun ke depan. Fokus pertama adalah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat perubahan iklim dan dampak El Nino. Menurutnya, ancaman kekeringan, krisis air bersih, hingga potensi kebakaran lahan harus diantisipasi sejak dini melalui koordinasi aktif bersama pemerintah daerah dan masyarakat.
“Kesiapsiagaan bencana harus menjadi prioritas. Kita harus mampu mengantisipasi dampak El Nino, mulai dari risiko kekeringan hingga distribusi air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa fenomena cuaca ekstrem dan kekeringan akibat El Nino dalam beberapa tahun terakhir berdampak pada sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk daerah-daerah yang mengalami keterbatasan akses air bersih saat musim kemarau panjang. Karena itu, PMI di tingkat kecamatan diharapkan mampu bergerak cepat dalam melakukan pemetaan wilayah rawan dan penyaluran bantuan kemanusiaan.
Fokus kedua yang disampaikan Adde Rosi adalah pentingnya membangun sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga unsur masyarakat. Menurutnya, kerja-kerja kemanusiaan tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan lintas sektor agar pelayanan sosial dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Pengurus PMI kecamatan harus memperkuat hubungan dan kolaborasi dengan pemerintah kecamatan maupun desa. Dengan sinergi yang baik, pelayanan sosial kepada masyarakat akan lebih cepat dan efektif,” ungkapnya.
Sementara fokus ketiga adalah penguatan gerakan donor darah secara mandiri melalui Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Serang. Adde Rosi menekankan bahwa kebutuhan darah di masyarakat terus meningkat seiring bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Karena itu, edukasi dan ajakan donor darah rutin harus terus digencarkan hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Kita ingin membangun kemandirian donor darah. Masyarakat harus terus digerakkan untuk melakukan donor darah secara rutin melalui UDD PMI Kota Serang yang kini sudah mandiri,” jelasnya.
Ia berharap seluruh pengurus yang baru dilantik mampu menjadi motor penggerak kegiatan sosial dan kemanusiaan di wilayah masing-masing. Selain aktif dalam penanganan bencana dan donor darah, PMI kecamatan juga diharapkan hadir dalam berbagai kegiatan sosial masyarakat, termasuk edukasi kesehatan, bantuan sosial, hingga pembinaan relawan muda.
Menurut Adde Rosi, keberhasilan PMI bukan hanya diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari seberapa cepat dan tepat organisasi hadir membantu masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus untuk bekerja dengan semangat pengabdian, keikhlasan, dan solidaritas kemanusiaan.
“PMI kecamatan adalah wajah terdekat pelayanan kemanusiaan kita. Mari kita bekerja dengan ikhlas, cepat, dan tepat untuk masyarakat Kota Serang,” pungkasnya.





