Menteri Meutya Hafid Dorong Ekosistem Digital Ramah Anak di Momentum Hari Pendidikan Nasional

JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menghadiri kegiatan Belajar Raya yang diselenggarakan oleh komunitas Semua Murid Semua Guru, sebuah gerakan pendidikan yang diinisiasi oleh Najelaa Shihab.

Kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif bagi siswa dan guru dari berbagai latar belakang untuk belajar bersama dalam suasana yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Meutya menegaskan bahwa transformasi digital di sektor pendidikan harus dibarengi dengan upaya serius untuk melindungi anak-anak di ruang digital. Menurutnya, akses terhadap teknologi tidak hanya membuka peluang besar bagi pembelajaran, tetapi juga menghadirkan tantangan yang perlu diantisipasi secara bijak.

“Ruang digital harus menjadi tempat yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak. Negara hadir untuk memastikan bahwa generasi muda kita tidak hanya cakap digital, tetapi juga terlindungi dari berbagai risiko di dunia maya,” ujar Meutya di hadapan peserta Belajar Raya seperti dikutip Instagram pribadinya, Ahad (3/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah memperkuat kebijakan perlindungan anak di ranah digital, salah satunya melalui implementasi PP Tunas. Regulasi ini menjadi langkah konkret dalam menciptakan ekosistem digital yang berpihak pada kepentingan terbaik anak, termasuk dalam hal keamanan data, konten ramah anak, serta pengawasan platform digital.

Kegiatan Belajar Raya sendiri dinilai sebagai contoh nyata praktik pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa kini. Dengan pendekatan kolaboratif, siswa tidak hanya menjadi objek pembelajaran, tetapi juga subjek aktif yang terlibat dalam proses berpikir kritis, kreatif, dan reflektif.

Sementara itu, kehadiran Sekretaris Kabinet Teddy dalam acara tersebut menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mendorong kemajuan pendidikan nasional. Pemerintah memandang pendidikan sebagai fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global.

Najelaa Shihab sebagai penggagas gerakan Semua Murid Semua Guru menyampaikan bahwa Belajar Raya merupakan ruang untuk mempertemukan praktik baik pendidikan dari berbagai daerah. Ia menekankan pentingnya menciptakan ekosistem belajar yang merdeka, inklusif, dan berpusat pada murid.

“Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi di mana saja, selama ada kemauan untuk bertumbuh. Guru dan murid adalah pembelajar sepanjang hayat,” ujar Meutya.

Momentum Hari Pendidikan Nasional tahun ini menjadi refleksi penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus berinovasi dalam menghadirkan sistem pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman. Pemerintah, komunitas, dan masyarakat diharapkan dapat terus bersinergi dalam menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter dan aman dalam menghadapi era digital.

Dengan komitmen bersama, pendidikan Indonesia diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya siap menghadapi tantangan global, tetapi juga mampu menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya arus transformasi digital.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *