Persatuan Nasional Jadi Kunci Hadapi Geopolitik Global, Bamsoet Soroti Peran Generasi Muda

JAKARTA – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15, Bambang Soesatyo, kembali menegaskan pentingnya memperkuat persatuan nasional di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. Hal tersebut disampaikannya dalam sebuah forum kebangsaan yang menyoroti tantangan global serta dampaknya terhadap stabilitas nasional.

Menurut Bamsoet, kondisi dunia saat ini ditandai dengan meningkatnya ketegangan geopolitik, fragmentasi ekonomi global, serta ketidakpastian yang berimbas langsung pada negara berkembang seperti Indonesia. Dalam situasi tersebut, ia menilai bahwa kekuatan utama bangsa tidak hanya terletak pada aspek militer, tetapi juga pada soliditas sosial dan ketahanan ideologi.

Bacaan Lainnya

“Ketahanan nasional harus dibangun dari bawah, dimulai dari keluarga hingga masyarakat luas. Persatuan bangsa adalah benteng utama dalam menghadapi tekanan eksternal maupun gejolak internal,” ujar Bamsoet.

Ia menjelaskan bahwa globalisasi membawa dampak ganda. Selain membuka peluang kemajuan ekonomi dan teknologi, globalisasi juga berpotensi menggerus nilai-nilai kebangsaan melalui masuknya paham individualisme dan ideologi transnasional. Oleh karena itu, penguatan karakter dan jati diri bangsa dinilai menjadi sangat krusial.

Bamsoet juga menyoroti perubahan bentuk ancaman terhadap negara yang kini semakin kompleks dan multidimensi. Ancaman tidak lagi hanya bersifat konvensional, tetapi juga mencakup disrupsi informasi, konflik sosial, hingga tekanan ekonomi global yang dapat memicu instabilitas dalam negeri.

Dalam konteks tersebut, ia menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa. Menurutnya, pembinaan karakter berbasis nilai kebangsaan harus terus diperkuat agar generasi muda tidak kehilangan identitas di tengah arus globalisasi yang masif.

“Generasi muda harus menjadi penjaga nilai-nilai kebangsaan sekaligus agen perubahan yang mampu membawa Indonesia tetap kokoh di tengah dinamika global,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bamsoet mengingatkan bahwa meskipun Indonesia memiliki kekuatan pertahanan yang cukup solid di tingkat global, tantangan terbesar justru datang dari sektor non-militer. Karena itu, sinergi seluruh elemen bangsa dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas nasional.

Ia pun mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *