JAKARTA – Anggota MPR RI Netty Prasetiyani menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Saladara Convention Hall, Kota Cirebon, Jawa Barat, pada Minggu (15/03/2026). Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai unsur, seperti tokoh masyarakat, kalangan pemuda, perempuan, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Dalam paparannya, Netty menekankan bahwa penguatan nilai-nilai kebangsaan menjadi semakin krusial di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi yang dapat mengikis jati diri bangsa.
“Empat Pilar MPR RI—Pancasila, UUD 1945, NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika—harus diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari, tidak berhenti pada tataran pemahaman saja,” ungkap Netty.
Ia juga mengingatkan bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan besar akibat derasnya arus informasi yang belum tentu tersaring dengan baik, termasuk konten yang berpotensi memecah persatuan. Oleh karena itu, sosialisasi Empat Pilar perlu dilakukan secara luas dan berkesinambungan.
“Jika fondasi kebangsaan tidak kita perkuat sejak dini, kita bisa menghadapi ancaman krisis identitas di masa mendatang. Peran semua elemen, mulai dari keluarga, pendidikan, hingga masyarakat, sangat menentukan,” jelasnya.
Selain itu, Netty menyoroti peran strategis perempuan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Ia menilai perempuan memiliki posisi penting sebagai pendidik utama dalam keluarga.
“Perempuan merupakan fondasi peradaban. Dari para ibu lahir generasi yang menjunjung tinggi persatuan, toleransi, dan rasa cinta tanah air,” ujarnya.
Kegiatan ini berlangsung dinamis melalui sesi dialog interaktif, di mana peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi serta pandangan terkait isu-isu kebangsaan yang berkembang saat ini.
Sebagai penutup, Netty mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
“Indonesia akan tetap kokoh jika kita bersama-sama mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa. Empat Pilar bukan sekadar konsep, melainkan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tutupnya.






