Menteri Meutya Dorong Kerja Sama Digital RI–Korea, Tegaskan Arahan Presiden Prabowo soal Kolaborasi Global

JAKARTA — Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat transformasi digital nasional melalui kerja sama internasional, sebagaimana disampaikan melalui akun Instagram resminya, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Dalam unggahannya, Meutya menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong penguatan kolaborasi strategis Indonesia dengan berbagai negara, khususnya di sektor-sektor prioritas seperti digitalisasi.

Bacaan Lainnya

“Atas arahan Bapak Presiden yang selalu mengedepankan kerja sama RI dengan berbagai negara di sektor utama termasuk digitalisasi, kami pada 1 April menandatangani Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian Komunikasi dan Digital RI dan Kementerian Sains dan TIK Korea,” ujar Meutya dalam keterangannya.

Kesepakatan tersebut menjadi tonggak penting dalam hubungan bilateral Indonesia–Korea Selatan, khususnya dalam mempercepat transformasi digital nasional. Meutya menjelaskan bahwa kerja sama ini memiliki sejumlah fokus utama yang dinilai strategis.

Pertama, pengembangan talenta digital melalui berbagai program seperti pelatihan, beasiswa, serta pertukaran pengetahuan antar kedua negara. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar siap bersaing di era ekonomi digital.

Kedua, penguatan kebijakan dan tata kelola kecerdasan artifisial (AI), yang menjadi isu krusial di tengah pesatnya perkembangan teknologi global. Pemerintah menekankan pentingnya regulasi yang adaptif namun tetap berlandaskan prinsip etika.

Selain itu, kerja sama juga mencakup kolaborasi dalam riset, standardisasi teknologi, serta pengembangan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kami memastikan bahwa kemajuan teknologi, termasuk AI, berjalan seiring dengan prinsip etika, regulasi yang kuat, dan manfaat nyata bagi publik,” tegas Meutya.

Lebih lanjut, Meutya menambahkan bahwa kemitraan ini diarahkan untuk mendukung berbagai prioritas strategis nasional. Di antaranya adalah sektor pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, hingga reformasi tata kelola pemerintahan berbasis digital.

Sejalan dengan visi Presiden Prabowo, kerja sama internasional ini tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi semata, tetapi juga pada dampak konkret yang dirasakan masyarakat luas.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap Indonesia dapat mempercepat transformasi digital secara menyeluruh sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan digital di kawasan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *