Transformasi BKKBN Jadi Kementerian, Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga

JAKARTA – BELA RAKYAT – Transformasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menjadi kementerian melalui Perpres Nomor 180 dan 181 Tahun 2024 menjadi bagian dari penataan kelembagaan untuk menjawab kebutuhan pembangunan kependudukan dan keluarga.

Hal itu disampaikan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN (Mendukbangga/Ka BKKBN) Wihaji seperti dikutip di akun Instagram resmi Menteri Wihaji.

Bacaan Lainnya

Menteri Wihaji menyampaikan apresiasi kepada Presiden dan Wakil Presiden atas terbitnya regulasi tersebut yang menjadi dasar hukum transformasi kelembagaan.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Pak Prabowo bersama Pak Wapres, bukan karena saya sebagai pembantu presiden, lebih dari itu adalah setelah dikeluarkannya Perpres 180 dan 181 yang mengatur tentang transformasi yang dulu Badan sekarang menjadi Kementerian,” ujar Wihaji dalam video tersebut.

Menurut Wihaji, Perpres tersebut yang mengatur tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga maupun tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional atau BKKBN.

Lebih lanjut Wihaji menegaskan, transformasi ini bukan sekadar perubahan nomenklatur, melainkan jawaban atas kebutuhan riil masyarakat saat ini.

“Transformasi ini saya kira bagian dari menjawab suasana kebatinan kebutuhan rakyat hari ini yang isunya lebih kepada dua hal, satu kependudukan dua pembangunan keluarga, maka kita disebut dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga,” jelasnya.

Ia menekankan, dengan adanya kementerian khusus, posisi keluarga kini ditempatkan secara terhormat dalam agenda pembangunan nasional.

“Keluarga hari ini ditempatkan di tempat yang terhormat karena ada kementerian tentang pembangunan keluarga dan itu tidak salah,” tegasnya.

Tak hanya itu, Wihaji juga menjelaskan mandat Kemendukbangga/BKKBN sebagai kementerian yang mengurusi investasi sumber daya manusia melalui pendekatan siklus kehidupan (lifecycle).

“Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga adalah kementerian yang mengurusi investasi sumber daya manusia atau infrastruktur sumber daya manusia. Kementerian kita itu siklus kehidupan mulai dari hulu sampai hilir, mulai dari catin, catin itu calon pengantin sampai lansia,” ungkapnya.

Pendekatan tersebut menempatkan keluarga sebagai fondasi utama dalam menyiapkan SDM berkualitas. Wihaji pun menegaskan filosofi pembangunan yang diusung kementeriannya.

“Apa reasoning-nya? Keluarga adalah unit yang terkecil dan terendah dalam sebuah negara, maka kalau mau memperbaiki negara dimulai dari keluarga,” pungkasnya.
Sejalan dengan itu,

Kemendukbangga/BKKBN menjalankan mandat pembangunan kependudukan dan keluarga dengan menjadikan investasi pada kualitas keluarga sebagai bagian penting dalam menyiapkan generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas untuk masa depan Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *