Shalat Dhuha dan Shalat Sunnah, Lebih Utama di Rumah

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Anggota DPR RI, PKS, Kalimantan Selatan I

Menghidupkan Rumah dengan Ibadah, Menjaga Hati dengan Keikhlasan

Bacaan Lainnya

Di tengah kesibukan mencari rezeki, mengejar pekerjaan, memenuhi tanggung jawab, dan menjalani berbagai urusan dunia, jangan sampai kita melupakan waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan adalah shalat Dhuha. Shalat ini bukan sekadar ibadah untuk mengawali aktivitas, tetapi juga menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat kehidupan, kesehatan, kesempatan, dan rezeki yang Allah berikan kepada kita.

Namun, ada satu hal penting yang terkadang luput dari perhatian kita: shalat sunnah pada dasarnya lebih utama dikerjakan di rumah daripada di masjid, kecuali shalat-shalat yang memang disyariatkan untuk dilaksanakan secara berjamaah.

Rasulullah SAW bersabda: “Hendaklah kalian mengerjakan shalat di rumah-rumah kalian. Sesungguhnya sebaik-baik shalat seseorang adalah di rumahnya, kecuali shalat wajib.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini memberikan pelajaran bahwa rumah bukan hanya tempat beristirahat, berkumpul bersama keluarga, atau berlindung dari panas dan hujan. Rumah juga seharusnya menjadi tempat yang hidup dengan ibadah, lantunan ayat suci Al-Qur’an, zikir, doa, dan shalat-shalat sunnah.

1. Membiasakan Shalat Dhuha di Rumah

Shalat Dhuha dapat dikerjakan sejak matahari terbit dan meninggi hingga menjelang waktu Zuhur. Waktu yang utama adalah ketika matahari semakin panas, sebagaimana dijelaskan dalam hadis tentang shalat Awwabin.

Rasulullah SAW bersabda: “Shalat orang-orang yang kembali kepada Allah (shalat Awwabin) adalah ketika anak-anak unta mulai kepanasan karena terik matahari.” (HR. Muslim)

Karena itu, apabila memungkinkan, biasakanlah mengerjakan shalat Dhuha di rumah sebelum berangkat bekerja atau memulai aktivitas.

Jika tidak memungkinkan, kita bisa melaksanakannya di kantor, tempat kerja, atau tempat lain yang bersih dan layak untuk shalat.

2. Menjaga Keikhlasan dengan Ibadah yang Tidak Selalu Terlihat

Tidak semua kebaikan harus diketahui orang lain. Ada ibadah yang justru lebih indah ketika hanya diketahui oleh Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda: “Shalat sunnah seseorang di tempat yang tidak dilihat manusia, lebih utama daripada shalatnya di hadapan banyak orang.” (HR. Abu Ya’la, dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’, no. 7269).

Pesan penting dari hadis ini adalah pentingnya menjaga keikhlasan. Ketika seseorang mampu melaksanakan ibadah tanpa mencari pujian, tanpa mengharapkan pengakuan, dan tanpa ingin dilihat manusia, ia sedang melatih hatinya untuk benar-benar bergantung kepada Allah.

Bukan berarti setiap ibadah harus disembunyikan, tetapi kita perlu memiliki amalan-amalan pribadi yang tidak diketahui siapa pun selain Allah.

Sebab, terkadang kualitas keimanan seseorang justru terlihat dari apa yang dilakukannya ketika tidak ada manusia yang menyaksikan.

3. Jangan Jadikan Kesibukan sebagai Alasan Meninggalkan Dhuha

Pekerjaan memang penting. Mencari nafkah adalah tanggung jawab. Mengurus keluarga juga merupakan ibadah apabila diniatkan karena Allah.

Namun, jangan sampai kesibukan dunia membuat kita lupa kepada Zat yang memberikan rezeki.

Kita bisa meluangkan beberapa menit untuk melaksanakan shalat Dhuha. Tidak harus menunggu memiliki banyak waktu luang.

Mulailah dengan dua rakaat. Jika mampu, tambahkan sesuai kemampuan.

Jadikan Dhuha sebagai kebiasaan, bukan sekadar amalan ketika sedang memiliki waktu kosong.

Ingatlah, rezeki bukan hanya uang dan harta. Kesehatan, ketenangan hati, keluarga yang baik, pekerjaan yang berkah, serta kemampuan untuk terus beribadah juga merupakan rezeki yang luar biasa.

4. Hidupkan Rumah dengan Shalat dan Zikir

Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini mengingatkan kita agar rumah tidak kosong dari ibadah, khususnya shalat sunnah dan bacaan Al-Qur’an.

Bayangkan sebuah rumah yang setiap harinya diisi dengan shalat, doa, zikir, dan lantunan ayat suci Al-Qur’an.

Rumah seperti itulah yang diharapkan menjadi tempat turunnya ketenangan dan keberkahan.

Jangan hanya memperindah rumah dengan perabotan mahal, mempercantik ruangan, atau melengkapi berbagai fasilitas. Perindahlah juga rumah dengan sujud dan ketaatan kepada Allah SWT.

5. Tidak Semua Shalat Sunnah Harus Dilakukan Sendirian

Perlu dipahami bahwa ada shalat sunnah yang memang disyariatkan untuk dilaksanakan secara berjamaah atau ditampakkan, seperti shalat Tarawih, shalat Id, dan shalat Istisqa’.

Karena itu, anjuran mengerjakan shalat sunnah di rumah bukan berarti meninggalkan keutamaan ibadah berjamaah yang memang memiliki tuntunan tersendiri.

Kita perlu memahami setiap ibadah sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

RENUNGAN PAGI: JADIKAN ALLAH SEBAGAI TUJUAN, BUKAN SEKADAR DUNIA

Setiap pagi kita bangun untuk mengejar banyak hal. Ada yang mengejar pekerjaan, ada yang mengejar jabatan, ada yang mencari nafkah, dan ada pula yang sedang berjuang mewujudkan cita-citanya.

Semua itu tidak salah. Namun, jangan sampai kita begitu bersemangat mengejar dunia, sementara untuk menghadap Allah kita selalu merasa kekurangan waktu.

Sisihkan waktu untuk Dhuha. Lakukanlah dengan tenang, penuh keikhlasan, dan tanpa harus diketahui orang lain.

Tidak perlu menunggu kaya untuk bersyukur. Tidak perlu menunggu sukses untuk bersujud lebih lama. Tidak perlu menunggu masalah datang untuk kembali mengingat Allah.

Sebab, orang yang dekat dengan Allah bukan hanya orang yang datang kepada-Nya ketika sedang membutuhkan pertolongan, tetapi juga orang yang tetap mengingat-Nya ketika hidupnya sedang lapang dan penuh kenikmatan.

Mari kita mulai hari dengan Dhuha. Hidupkan rumah dengan ibadah. Jaga hati dengan keikhlasan. Semoga setiap langkah mencari rezeki menjadi jalan menuju keberkahan dan keridaan Allah SWT.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَعْمَارِنَا وَأَرْزَاقِنَا وَأَعْمَالِنَا

Ya Allah, berkahilah umur kami, rezeki kami, dan amal perbuatan kami.

Semoga Allah senantiasa memberikan kita kekuatan untuk istiqamah dalam beribadah.

Selamat menunaikan shalat Dhuha. Jangan lupa, awali hari dengan mengingat Allah.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *