Olahraga dan Otot Mental

Bagi orang-orang yang jarang berolah raga, kegiatan olah raga yang baru diikutinya sangat menyiksanya. Otot-otot terasa sakit selama berhari-hari. Pada saat saya baru belajar tenis lapangan, beberapa hari saya merasa sakit menggerakkan lengan saya.

Demikian juga kaki-kaki saya terasa pegal-pegal. Setelah latihan beberapa kali, rasa sakit tersebut mulai hilang dan saya merasakan dapat bergerak dan memukul bola dengan baik dan leluasa. Hari-hari latihan berikutnya saya sudah dapat lebih menikmati permainan tenis saat latihan.

Bacaan Lainnya

Pada saat latihan berikutnya, pelatih menempatkan bola-bola yang sulit untuk dipukul. Bola kiri, bola kanan, bola atas, bola melambung, dan penempatan bola lainnya yang memerlukan gerakan sulit dan cepat.

Semua penempatan bola dimaksudkan agar saya dapat melatih otot-otot tubuh saya supaya kuat sehingga penempatan bola-bola sulit yang diarahkan pada saya dapat diantisipasi dengan baik.

Otot-otot tubuh sudah terbentuk dan dapat melakukan gerakan tubuh yang diperlukan untuk memukul bola-bola yang datang. Sesulit apapun bola tersebut!

Dalam kehidupan, kita menghadapi masalah setiap hari. Masalah-masalah dalam keluarga, masalah pekerjaan di kantor, masalah dalam masyarakat, dan masalah-masalah yang melibatkan pribadi kita.

Masalahnya pun bervariasasi. Ada yang biasa-biasa saja, ada yang sedang, dan ada yang sulit untuk dipecahkan. Bahkan, ada masalah-masalah yang sangat menyita waktu dan perhatian serta perasaan kita.

Bagi orang yang tidak terbiasa menghadapi masalah, masalah yang datang seperti musibah. Pikirannya kalut, hatinya gundah, dan tubuhnyapun terasa sakit-sakit semua.

Seperti dalam olah raga tenis tadi, kita harus membiasakan menghadapi masalah dalam kehidupan. Jangan biarkan hindari masalah! Hadapi masalah tersebut dan cari solusi sedikit demi sedikit. Menghindari masalah tidak menyelesaikan masalah. Menghindari masalah kadang-kadang bahkan memperbesar masalah tersebut.

Hadapi masalah tersebut, cari alternatif pemecahannya, dan lihat hasilnya. Latih otot mental Anda supaya menjadi kuat untuk menghadapi masalah-masalah yang lebih besar dan sulit dikemudian hari.

Seperti dalam olahraga, dalam kehidupan kita perlu coach (pelatih) yang dapat menuntun dan memberi nasihat bila kita menghadapi masalah-masalah yang sulit diselesaikan. Coach tersebut seperti pelatih olah raga. Dia akan memberikan nasihat, dorongan, dan semangat sehingga kita tidak perlu menghabiskan waktu lama untuk menyelesaikannya.

Coach kehidupan harus punya pengalaman kehidupan dan sudah teruji kehandalannya. Coach kehidupan akan membantu memperkuat otot-otot mental Anda sehingga lebih tangguh menghadapi masalah, sebesar apapun.

Hadapi masalah yang datang, konsultasi pada ahlinya, cari alternative solusi. Otot-otot mental Anda akan semakin kuat untuk menghadapi tantangan kehidupan yang akan datang.

Mentor dalam hidup itu penting, jadi pilihlah dengan bijak.” Robert T. Kiyosaki []

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.