JAKARTA – BELA RAKYAT – Calon Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (Caketum DPP AMPI) sekaligus Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Zigo Rolanda tampil sebagai pembicara dalam Leadership Talkshow & Panel Session bertajuk “Make Over AMPI: Belajar dari Masa Lalu, Menjawab Hari Ini, Menyiapkan AMPI 5 Tahun ke Depan” di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat (27/9/2024) semalam.
Dalam forum tersebut, Zigo yang juga Ketua DPD AMPI Provinsi Riau itu memaparkan pandangannya mengenai penguatan peran perempuan, makna make over bagi AMPI, hingga perspektif kader daerah yang ingin dibawa ke tingkat nasional.
Buka Ruang Seluas-Luasnya bagi Kader Perempuan
Menjawab pertanyaan moderator, Kak Widya, mengenai keterwakilan perempuan di tubuh AMPI, Zigo menilai organisasi perlu menyiapkan ruang dan mekanisme yang memungkinkan kader perempuan berkembang lebih leluasa.
“Kalau KPPG supaya perempuan ketemu perempuan. Kalau perempuan ketemu laki-laki kadang agak canggung. Nah, ini yang ke depan mesti harus kita persiapkan,” ujar Zigo.
Ia kemudian menyebut salah satu kader perempuan asal Riau yang menurutnya memiliki potensi untuk menjadi salah satu lokomotif AMPI ke depan.
Moderator Widya menegaskan bahwa perjuangan keterwakilan perempuan bukan semata-mata meminta perlakuan istimewa, melainkan memastikan adanya sistem yang membuka akses terhadap ruang-ruang strategis organisasi.
“Jangan sampai isu perempuan itu hanya sebagai kewajiban yang harus dilaksanakan, tapi itu juga harus ada dalam sistem. Kita memang tidak meminta ruang khusus untuk diistimewakan, tapi sebagai pemimpin tentunya Bang Digo juga harus membuka seluas-luasnya untuk perempuan-perempuan yang sekiranya dapat didukung untuk melangkah ke langkah strategis,” kata Widya.
Make Over AMPI Bukan Mengubah Identitas Organisasi
Zigo menegaskan bahwa gagasan make over AMPI tidak dimaksudkan untuk mengubah identitas maupun jati diri organisasi. Menurutnya, pembaruan justru harus dilakukan dengan tetap berpegang pada nilai dan semangat perjuangan para pendiri AMPI.
“Jadi memang betul, make over itu kita bukan berarti mengubah identitas. Yang perlu kita ketahui bahwa ke depan kita harus menyempurnakan apa saja yang telah menjadi semangat perjuangan para pendiri kita dulu,” tegasnya.
Zigo mengingatkan bahwa AMPI lahir dari Partai Golkar sebagai wadah kepemudaan yang memiliki peran strategis dalam kepentingan politik partai, termasuk berpartisipasi dalam kontestasi pemilu dan pilkada.
Karena itu, menurut Zigo, target dan pendekatan organisasi harus disesuaikan dengan karakter pemilih saat ini. Ia melihat generasi muda menjadi kelompok penting dalam kehidupan politik nasional, terlebih dalam menghadapi agenda pembangunan menuju Indonesia 2045.
Ia juga menilai ukuran keberhasilan organisasi saat ini mengalami perubahan. Jika 10 hingga 15 tahun lalu keberhasilan organisasi sering dikaitkan dengan kemampuan mengelola dinamika dan konflik internal, generasi milenial dan Gen Z justru cenderung menginginkan ruang organisasi yang lebih produktif.
“Mereka itu bagaimana kita sebagai rumah pemuda Partai Golkar, bagaimana kita menyiapkan rumah ini, rumah yang disenangi oleh target-target pemuda. Kalau bisa yang memanaskan tapi dengan tujuan politik yang jelas dan juga mempunyai identitas keorganisasian,” ujarnya.
Terkait dinamika internal, Zigo menilai perbedaan karakter di antara pengurus merupakan sesuatu yang wajar dan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik. Menurutnya, pemimpin harus mampu mengayun dan menyatukan karakter pengurus yang beragam.
Ia mengaku telah menyiapkan visi dan misi secara tertulis sebagai acuan untuk menentukan arah AMPI ke depan. Sejarah kepemimpinan AMPI sebelumnya, kata dia, tetap menjadi kompas dalam melakukan pembaruan organisasi.
Anak Daerah dan Harapan Membawa Perspektif ke Tingkat Nasional
Ketika ditanya mengenai perspektif anak daerah yang ingin dibawa ke tingkat nasional, Zigo menyebut dirinya banyak terinspirasi dari perjalanan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, yang menurutnya juga berasal dari daerah dan kemudian dipercaya memimpin di tingkat nasional.
“Sebagai anak daerah, sebetulnya kita semua sama ya. Mungkin takdir kita aja yang berbeda dilahirkan di mana. AMPI itu besarnya tidak bisa berdiri sendiri, kita harus membangun ekosistem yang utuh, bagaimana DPP itu sejalan dengan DPD provinsi,” katanya.
Zigo mengaku memahami suasana kebatinan kader-kader daerah yang terkadang merasa belum mendapatkan ruang dan perhatian yang cukup di tingkat pusat.
“Bagaimana kami di DPP, banyak yang bertanya senior, ketua daerah ada, cuma kita enggak pernah dilirik. Mending mengolah siapa tapi tidak disapa,” ujarnya yang disambut tawa audiens.
Menurut Zigo, apabila seorang Ketua DPD AMPI provinsi dapat dipercaya menjadi Ketua Umum DPP AMPI, hal tersebut akan menjadi sejarah sekaligus memberikan harapan baru bagi kader-kader daerah lainnya.
“Yakin dan percaya, kalau ini kita bisa sukses, ini adalah sejarah baru bagi AMPI. Ketua DPD provinsi menjadi Ketua DPP AMPI, maka harapan itu bisa dirasakan oleh DPD-DPD yang lain di Indonesia,” tegasnya.
“Satu Karya Nyata, Berkarya Bersama AMPI”
Ketika ditanya mengenai alasan maju sebagai calon Ketua Umum DPP AMPI, Zigo mengatakan bahwa dirinya maju karena merupakan kader AMPI dan melihat momentum saat ini sebagai kesempatan untuk membawa gagasan bersama.
Ia menekankan bahwa keputusan tersebut bukan semata-mata perjuangan personal untuk mendapatkan posisi kepemimpinan.
“Kita boleh idealis, tapi kita juga harus rasional. Idealis pengin punya peluang jadi Ketua AMPI. Tapi setelah jadi Ketua AMPI, setelah itu apa? Dan perjuangan pengin jadi Ketua AMPI itu bukan perjuangan individual,” katanya.
Zigo mengusung tagline “Satu Karya Nyata, Berkarya Bersama AMPI”. Menurutnya, tagline tersebut lahir dari proses diskusi bersama berbagai elemen AMPI, termasuk kader-kader daerah, Ketua Umum AMPI Jerry Sambuaga, Sekretaris Jenderal AMPI Robi Marpaung, serta jajaran dan kader AMPI lainnya.
Zigo juga melihat AMPI memiliki sumber daya politik dan kader yang besar di lingkungan Partai Golkar. Ia menyebut banyak tokoh Partai Golkar yang memiliki pengalaman berproses di AMPI.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal organisasi untuk mengambil bagian dalam perjalanan dan masa depan Partai Golkar.
“Saya jujur memang dari daerah, baru masuk Jakarta baru dua tahun. Tapi apa yang menjadi kegelisahan, kegundahan kawan-kawan daerah dan teman-teman DPP, ini kita jadikan pelajaran bersama bagaimana ke depan AMPI bisa guyub kembali. Kita jadikan ini pendewasaan bagi kita bersama,” pungkasnya.
Pernyataan Zigo yang menekankan pentingnya rasionalitas, komunikasi, persatuan, serta penguatan peran kader daerah tersebut disambut tepuk tangan audiens. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang bagi para peserta untuk melihat kembali perjalanan AMPI sekaligus mendiskusikan arah organisasi dalam menghadapi tantangan lima tahun ke depan.





