BEKASI – Di sebuah ruangan sederhana yang dipenuhi semangat pengabdian, sejarah kecil namun bermakna lahir di Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi pada, Kamis (21/5/2026). Tiga perempuan berdiri bukan sekadar sebagai calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), melainkan sebagai representasi keberanian, dedikasi, dan harapan baru bagi wajah demokrasi desa yang semakin inklusif dan berkemajuan.
Pemilihan Anggota BPD Keterwakilan Perempuan Masa Bakti 2026–2034 berlangsung dengan suasana tertib, hangat, dan penuh antusiasme masyarakat. Dari hasil rekapitulasi suara yang terpampang jelas, nama Farida Hanum berhasil memperoleh dukungan terbanyak dengan raihan 36 suara. Sementara Retno Ayu Evana Wulandari memperoleh 14 suara, dan Lilik Nurkhayati, SE meraih 6 suara, dengan 1 suara dinyatakan tidak sah.
Namun lebih dari sekadar angka, proses demokrasi ini menyimpan makna yang jauh lebih dalam: tentang perempuan-perempuan desa yang berani melangkah ke ruang pengabdian publik, membawa gagasan, ketulusan, dan cita-cita untuk kemajuan masyarakat.
Ketiganya hadir dengan wajah teduh dan senyum penuh optimisme. Duduk berdampingan dalam suasana penuh keakraban, mereka menunjukkan bahwa demokrasi sejati bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang persaudaraan, penghormatan, dan semangat membangun bersama.
Pemilihan ini menjadi penanda bahwa perempuan kini semakin mengambil peran strategis dalam pembangunan desa. Mereka bukan lagi sekadar pelengkap dalam struktur sosial, melainkan motor penggerak perubahan yang mampu menghadirkan perspektif baru yang lebih humanis, lebih partisipatif, dan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat akar rumput.

Bak bait pujangga yang mengalir tenang di antara zaman, langkah perempuan-perempuan Desa Mekarsari seakan berkata:
“Ketika perempuan diberi ruang untuk bersuara, maka desa tidak hanya tumbuh, tetapi juga berjiwa.”
Ketua Panitia Pemilihan, Marsidin, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh masyarakat yang telah menjaga proses demokrasi tetap damai, tertib, dan penuh kedewasaan.
“Kami bersyukur seluruh tahapan pemilihan anggota BPD keterwakilan perempuan Desa Mekarsari dapat berjalan dengan aman, lancar, transparan, dan penuh rasa kekeluargaan. Ini membuktikan bahwa masyarakat Desa Mekarsari sudah semakin dewasa dalam berdemokrasi. Siapa pun yang terpilih adalah putri terbaik desa yang harus kita dukung bersama demi kemajuan masyarakat dan pembangunan Desa Mekarsari ke depan,” ujar Marsidin.
Ia juga menegaskan bahwa partisipasi perempuan dalam ruang kebijakan desa merupakan langkah penting dalam membangun pemerintahan desa yang lebih aspiratif dan seimbang.
“Perempuan memiliki peran besar dalam kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, keterwakilan perempuan di BPD bukan hanya formalitas, melainkan kebutuhan penting agar suara masyarakat dapat terwakili lebih luas, lebih bijaksana, dan lebih menyentuh kebutuhan warga,” tambahnya.
Sementara itu, kandidat peraih suara tertinggi, Farida Hanum, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang telah diberikan kepadanya. Dengan penuh haru dan rendah hati, ia menegaskan bahwa kemenangan tersebut bukan kemenangan pribadi, melainkan amanah besar masyarakat Mekarsari yang harus dijaga.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Desa Mekarsari yang telah memberikan doa, dukungan, dan kepercayaan kepada saya. Ini bukan sekadar kemenangan individu, tetapi kemenangan kebersamaan dan semangat perempuan untuk ikut berkontribusi membangun desa,” ungkap Farida Hanum kepada awak media BelaRakyat.com, Kamis (21/5/2026) sore.

Farida juga menegaskan komitmennya untuk menjadi penyambung aspirasi masyarakat tanpa membeda-bedakan golongan.
“Ke depan, saya ingin menjadi jembatan aspirasi warga, mendengar kebutuhan masyarakat secara langsung, serta ikut mendorong program-program yang bermanfaat bagi perempuan, keluarga, generasi muda, dan kemajuan Desa Mekarsari secara menyeluruh. Saya percaya, ketika masyarakat dan pemerintah desa berjalan bersama, maka desa akan tumbuh menjadi lebih kuat, harmonis, dan bermartabat.” Pungkasnya.
Momentum ini sekaligus menjadi pendidikan demokrasi yang elegan bagi masyarakat. Bahwa pemilihan bukan tentang menjatuhkan satu sama lain, melainkan tentang memilih amanah terbaik demi masa depan bersama. Dari desa, peradaban besar selalu menemukan akarnya.
Ke depan, masyarakat berharap anggota BPD terpilih mampu menjadi jembatan aspirasi rakyat, menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada warga, serta menjaga semangat transparansi dan gotong royong dalam pembangunan desa.
Desa Mekarsari hari ini telah menunjukkan satu pelajaran penting: demokrasi akan selalu menemukan keindahannya ketika dijalankan dengan ketulusan, kedewasaan, dan semangat persatuan.
Sebab sejatinya, desa yang hebat bukan hanya dibangun oleh gedung dan jalan yang megah, tetapi juga oleh perempuan-perempuan tangguh yang berani menyalakan cahaya perubahan dari hati yang sederhana.
(CP/red)






