JAKARTA – Wakil Ketua Banggar Wihadi Wijanto menegaskan pentingnya kerja sama dan pertukaran pengalaman antarparlemen dalam memperkuat tata kelola anggaran negara. Hal itu disampaikan usai Badan Anggaran DPR RI menerima kunjungan delegasi parlemen Tiongkok di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas mekanisme penyusunan anggaran negara, strategi pengelolaan fiskal, hingga kebijakan prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Menurut Wihadi, Indonesia dan Tiongkok memiliki sejumlah kesamaan dalam pola penyusunan APBN, mulai dari pembahasan kebijakan fiskal hingga proses pengawasan penggunaan anggaran.
“Pertemuan ini menjadi ruang penting untuk bertukar pengalaman dan memperkuat pemahaman bersama terkait pengelolaan anggaran yang efektif dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat,” ujar Wihadi.
Ia menjelaskan, salah satu fokus pembahasan adalah program pembangunan sumber daya manusia, khususnya dukungan terhadap anak-anak dan pendidikan. Indonesia dan Tiongkok sama-sama menjalankan program bantuan bagi anak usia dini serta program makan bergizi bagi pelajar.
Menurut legislator Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya itu, kebijakan tersebut menunjukkan bahwa investasi pada generasi muda menjadi prioritas utama kedua negara dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan pembangunan jangka panjang.
Selain isu sosial, pembahasan juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan fiskal negara. Banggar DPR menegaskan bahwa pengelolaan defisit APBN Indonesia tetap dilakukan secara hati-hati dengan mengacu pada batas maksimal tiga persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebagaimana diatur dalam undang-undang.
Wihadi menilai komunikasi antarparlemen seperti ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas, tidak hanya dalam bidang anggaran, tetapi juga pertukaran kebijakan publik yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Kami sepakat untuk terus memperkuat kolaborasi dan bertukar informasi terkait penyusunan anggaran serta kebijakan pembangunan yang berkelanjutan,” tandasnya.






