JAKARTA – Meski kebanjiran pujian dari seluruh elemen bangsa namun penegak hukum perlu menindak operator jalur transaksi dan lembaga pendukung pembayaran judi online. Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi meminta sistem pembayaran mereka jangan dibiarkan hidup alias harus dimatikan.
Untuk itu, Habib Aboe mendesak mengungkapkqn jaringan judi online internasional oleh Bareskrim Polri di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan. Namun, langkah penegakan hukum dinilai tidak boleh berhenti pada penangkapan operator lapangan semata.
Aparat penegak hukum didorong menelusuri hingga ke akar sistem pembayaran yang menjadi tulang punggung perputaran uang judi online di Indonesia.
“Saya apresiasi kerja polisi yang luar biasa dengan terbpngkar jaringan judol cukup besar di Hayam Wuruk. Kita berharap jaringan judol ini harus diberantas sampai ke skema sistem pembayarannya lembaga mana yang terlibat dalam judi online tersebut. Ini awal dari keseriusan polisi untuk membasmi judi online yang telah memiskinan masyrakat kelas bawah,” kata Habib Aboe kepada wartawan via telepon, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Bekukan Sistem Pembayaran, Judi Online Bisa Lumpuh
Pengungkapan praktik judi online skala besar kembali membuka fakta bahwa bisnis ilegal tersebut tidak hanya dijalankan oleh operator dan bandar, tetapi juga ditopang sistem transaksi keuangan yang rapi, terstruktur, dan sulit dilacak masyarakat awam.
Sejumlah pihak menilai, keberhasilan memberantas judi online sangat bergantung pada kemampuan aparat membongkar jalur pembayaran digital yang digunakan jaringan tersebut.
“Saya apresiasi kerja polisi yang luar biasa dengan terbongkarnya jaringan judol cukup besar di Hayam Wuruk. Berharap jaringan judol ini harus diberantas sampai ke skema sistem pembayarannya, lembaga mana yang terlibat dalam judi online tersebut,” ujar Habib Aboe.
Habib Aboe menegaskan, langkah penangkapan terhadap pelaku lapangan memang penting, tetapi tidak akan cukup menghentikan industri judi online apabila sistem aliran dananya masih terus berjalan.
“Ini awal dari keseriusan polisi untuk membasmi judi online yang telah memiskinkan masyarakat kelas bawah,” lanjut Habib Ahoe.
Menurut Habib Aboe, inti kekuatan judi online bukan hanya pada server atau operator, melainkan pada sistem pembayaran yang memungkinkan transaksi berlangsung cepat, aman, dan masif.
“Karena menangkap pelaku biasa, tapi membekukan atau menghabisi sistem pembayarannya baru luar biasa,” tegasnya.
Judi Online dan Jejak Aliran Dana Digital
Dalam beberapa tahun terakhir, praktik judi online berkembang pesat seiring kemudahan transaksi digital. Modus yang digunakan pun semakin canggih, mulai dari rekening nominee, dompet digital, transfer berlapis, hingga penggunaan payment gateway ilegal.
Investigasi terhadap jaringan judi online internasional menunjukkan bahwa sistem pembayaran menjadi simpul utama operasional. Tanpa jalur transaksi, aktivitas deposit dan penarikan dana tidak dapat berjalan.
Politisi PKS ini menjelaskan, ada dugaan bahwa kejahatan siber ini sengaja membuat rantai transaksi rumit untuk menyamarkan asal-usul uang. Dana pemain biasanya diputar melalui berbagai rekening sebelum akhirnya masuk ke bandar utama.
“Skema tersebut membuat aparat tidak cukup hanya menangkap operator teknis. Penelusuran terhadap rekening penampung, perusahaan cangkang, hingga dugaan keterlibatan pihak penyedia jasa pembayaran dinilai menjadi langkah penting,” tegas Habib Aboe.
Masyarakat Kecil Jadi Korban Terbesar
Fenomena judi online disebut paling banyak menghantam kelompok ekonomi bawah. Banyak warga tergiur janji kemenangan instan, namun akhirnya terjebak utang, kehilangan aset, hingga mengalami keretakan rumah tangga.
Di sejumlah daerah, aparat menemukan kasus pekerja harian, buruh, hingga ibu rumah tangga yang menggunakan kebutuhan pokok untuk bermain judi online.
“Alasan itu, kita mendesak pemberantasan sistem pembayaran. Karena judi online sepertinya bukan lagi sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan ancaman sosial yang menghancurkan ekonomi keluarga kecil,” papar Habib Aboe.
“Judol telah memiskinkan masyarakat kelas bawah, menjadi peringatan yang kini semakin relevan di tengah maraknya akses judi melalui telepon genggam,” sambungnya.
Desakan Audit dan Pembekuan Rekening
Politisi asal Dapil Kalimantan Selatan ini mengungkapkan, publik kini menunggu langkah lanjutan aparat dalam mengusut kemungkinan adanya pihak-pihak yang memfasilitasi transaksi judi online, baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Adalah melakukan audit terhadap rekening mencurigakan, menutup jalur pembayaran ilegal, serta membekukan akun penampung dana disebut menjadi langkah strategis memutus rantai bisnis judi online,” tegas Habib Aboe.
Sejumlah kalangan menilai, jika sistem pembayaran berhasil dilumpuhkan, maka operasional jaringan judi online akan kehilangan denyut utamanya.
Karena itu, lanjutnya, pengungkapan di Hayam Wuruk dipandang bukan sekadar penangkapan kasus biasa, tetapi momentum penting membangun perang total terhadap ekosistem judi online di Indonesia.
Negara Diminta Hadir Melindungi Rakyat
Di akhir keterangannya, penguatan pengawasan transaksi digital kini menjadi tuntutan besar di tengah masifnya kejahatan siber. Negara dinilai harus hadir bukan hanya melalui penindakan hukum, tetapi juga perlindungan terhadap masyarakat dari jeratan ekonomi destruktif akibat judi online.
“Pemberantasan hingga ke akar, termasuk membongkar sistem pembayaran dan aliran dana, dinilai akan menjadi ujian nyata keseriusan perang melawan judi online. Jika hanya pemain dan operator kecil yang ditangkap sementara jaringan keuangan tetap hidup, maka praktik serupa diperkirakan akan terus bermunculan dengan pola baru,” jelas Habib Aboe.
“Karena itu, publik berharap pengungkapan jaringan judi online internasional kali ini menjadi pintu masuk bagi pembongkaran lebih besar terhadap sistem keuangan gelap yang selama ini menopang bisnis haram tersebut,” tutupnya.






