LEBAK – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Banten Adde Rosi Khoerunnisa menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan keluarga dengan mendampingi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji. Pada rangkaian kegiatan “Saba Budaya” Wihaji juga didampingi DR. H. Achmad Dimyati Natakusah, SH, MH, MSi di wilayah pedalaman Kabupaten Lebak, Banten seperti dikutip Instagram milik Adde Rosi.
Kunjungan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memastikan berbagai program strategis pemerintah, khususnya yang berada di bawah koordinasi BKKBN, dapat berjalan optimal hingga menjangkau masyarakat di daerah terpencil.
Dalam kegiatan itu, Adde Rosi bersama Menteri Wihaji melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana). Program ini merupakan salah satu pilar utama pemerintah dalam menciptakan keluarga berkualitas sebagai fondasi pembangunan nasional.
Selain itu, perhatian khusus juga diberikan pada implementasi program MBG 3B (Makan Bergizi, Beragam, dan Berimbang). Program tersebut dinilai sangat krusial dalam menjawab tantangan pemenuhan gizi masyarakat, terutama bagi ibu hamil, balita, dan keluarga di wilayah dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan dan pangan bergizi.
“Pemenuhan gizi yang baik adalah kunci dalam menciptakan generasi yang sehat dan cerdas. Oleh karena itu, kami ingin memastikan bahwa program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, termasuk di wilayah pedalaman,” ujar Adde Rosi di sela kegiatan.
Dalam kesempatan yang sama, rombongan juga meninjau pelaksanaan Pelayanan KB Serentak yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Kegiatan ini melibatkan para bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat akar rumput.
Adde Rosi menegaskan bahwa peran bidan sangat strategis, tidak hanya dalam memberikan layanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga dalam mengedukasi masyarakat terkait pentingnya perencanaan keluarga serta pencegahan stunting sejak dini.
“Bidan adalah garda terdepan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Peran mereka sangat vital dalam meningkatkan kesadaran keluarga tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan gizi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan keberlanjutan program-program tersebut. Menurutnya, kolaborasi yang kuat akan menjadi kunci dalam memperluas jangkauan layanan hingga ke wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau.
“Kita tidak boleh meninggalkan satu pun masyarakat. Semua harus merasakan kehadiran negara, termasuk saudara-saudara kita di daerah pedalaman. Sinergi adalah kunci agar program ini berjalan efektif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Kegiatan “Saba Budaya” ini juga menjadi sarana pendekatan kultural pemerintah kepada masyarakat, dengan mengedepankan nilai-nilai lokal dalam penyampaian program pembangunan. Pendekatan tersebut dinilai efektif dalam meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap berbagai program pemerintah.
Melalui kegiatan ini, Adde Rosi Khoerunnisa berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan keluarga semakin meningkat, sehingga cita-cita besar menuju Indonesia Emas dapat dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga yang sehat, mandiri, dan berdaya.
“Indonesia Emas bukan sekadar visi, tetapi harus kita wujudkan bersama, dimulai dari keluarga yang sehat, cerdas, dan sejahtera,” terang Adde Rosi.
Dalam kunjungan tersebut, Wihaji juga menyampaikan rencana konkret pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedalaman. Ia mengungkapkan bahwa akan ada pembangunan hunian layak bagi warga, dengan alokasi bantuan sekitar Rp40 juta untuk masing-masing unit rumah di dua lokasi yang telah ditinjau.
“Untuk dua titik ini, masing-masing akan kita bantu pembangunan rumah sekitar Rp40 juta per unit. Ke depan akan kita dorong agar menjadi hunian yang benar-benar layak, tidak sekadar standar, termasuk dukungan fasilitas lainnya,” ujar Wihaji.
Selain itu, ia memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat seperti akses air bersih telah dalam kondisi baik. Sementara untuk pemenuhan gizi, pemerintah melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B terus dioptimalkan, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Wihaji menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari arahan langsung Presiden agar kementerian terkait dapat memberikan dukungan maksimal terhadap pelaksanaan program peningkatan gizi nasional. Dalam hal ini, distribusi program MBG 3B menjadi salah satu fokus utama yang berada dalam kewenangan pihaknya.
“Sebagai pembantu Presiden, kami mendapat arahan untuk memastikan program MBG 3B berjalan optimal, khususnya dalam distribusi kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Itu yang terus kita kawal agar benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah akan terus melakukan pemantauan di lapangan guna memastikan seluruh program berjalan sesuai dengan target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.





