Puasa Ayyamul Bidh Bulan Mei 2026: Sejarah, Dalil dan Keutamaannya

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Dapil Kalsel

Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Disebut Ayyamul Bidh (hari-hari putih) karena dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah—saat bulan purnama bersinar terang di langit malam. Cahaya bulan yang sempurna ini menjadi simbol kejernihan dan kesucian, sejalan dengan tujuan puasa sebagai sarana pensucian jiwa.

Perspektif Sejarah Puasa Ayyamul Bidh

Secara historis, praktik puasa tiga hari setiap bulan telah dikenal sejak masa awal Islam. Bahkan, sebagian ulama menyebut bahwa kebiasaan berpuasa secara berkala juga telah dikenal dalam tradisi umat-umat terdahulu sebagai bentuk pengendalian diri dan pendekatan kepada Tuhan.

Dalam ajaran Islam, puasa Ayyamul Bidh menjadi bagian dari sunnah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau tidak hanya mengamalkannya secara konsisten, tetapi juga menganjurkan para sahabat untuk melaksanakannya.

Salah satu sahabat yang mendapat wasiat khusus terkait amalan ini adalah Abu Hurairah RA. Ia berkata bahwa Rasulullah SAW mewasiatkan kepadanya tiga perkara penting: puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha, dan witir sebelum tidur. Ini menunjukkan bahwa puasa Ayyamul Bidh memiliki nilai spiritual yang tinggi dan menjadi bagian dari amalan rutin yang dianjurkan.

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Bulan Mei 2026

Puasa Ayyamul Bidh bulan Mei 2026 jatuh pada tanggal 1, 2, dan 3 Mei 2026 : (bertepatan dengan 13, 14, 15 Zulkaidah 1447 H). Ibadah ini sangat dianjurkan karena pahalanya setara dengan puasa sepanjang tahun.

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Bulan Mei 2026 berdasarkan Kalender Hijriah 1447 :

13 Zulkaidah 1447 H: Jumat, 1 Mei 2026.

14 Zulkaidah 1447 H: Sabtu, 2 Mei 2026.

15 Zulkaidah 1447 H: Minggu, 3 Mei 2026.

Niat Puasa Ayyamul Bidh

Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh :

Nawaitu shauma yaumul biidh sunnatal lillaahi-ta’aalaa.

Artinya: “Saya niat berpuasa sunnah Yaumul Bidh karena Allah Ta’ala.”

Dalil dan Landasan Hadis

Puasa Ayyamul Bidh memiliki dasar yang kuat dalam hadis Nabi SAW, di antaranya:

Keutamaan seperti puasa sepanjang tahun

“Barangsiapa berpuasa tiga hari setiap bulan, maka itu seperti puasa sepanjang tahun.”

(HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Penjelasannya: setiap satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali, sehingga 3 hari puasa bernilai seperti 30 hari.

Anjuran langsung dari Rasulullah SAW

“Rasulullah SAW memerintahkan kami berpuasa pada hari-hari putih, yaitu tanggal 13, 14, dan 15.”

(HR. An-Nasa’i)

Puasa sebagai perisai

“Puasa adalah perisai (pelindung).”

(HR. Ahmad dan Tirmidzi)

 5 Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Berikut keutamaan Puasa Ayyamul Bidh dan hadis yang mendasarinya:

1. Menghapus dosa-dosa kecil

Puasa Ayyamul Bidh dapat menghapus dosa-dosa kecil yg kita lakukan selama sebulan.

“Barangsiapa yang berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun.”

(HR. Abu Daud & Tirmidzi)*

2. Meningkatkan derajat di sisi Allah SWT

Puasa sunnah mengangkat derajat seorang hamba di sisi Allah.

Makna umum ini didukung oleh banyak hadis tentang keutamaan amal sunnah sebagai penambah kedekatan kepada Allah.

3. Menjadi perisai dari api neraka

Puasa menjadi pelindung dari siksa api neraka.

“Puasa adalah perisai dari api neraka.”

(HR. Ahmad dan Tirmidzi)*

4. Melapangkan rezeki

Puasa melatih kesabaran dan ketakwaan, yang menjadi sebab datangnya keberkahan rezeki.

(Ini termasuk dalam makna umum janji Allah bagi orang bertakwa dalam Al-Qur’an).

5. Memudahkan sakaratul maut

Orang yang terbiasa dengan amal kebaikan akan dimudahkan dalam akhir hidupnya.

Makna ini sejalan dengan prinsip bahwa seseorang akan diwafatkan sesuai kebiasaan amalnya.

Keterkaitan dengan Puasa Sunnah Lain

Selain Ayyamul Bidh, bulan Mei 2026 juga bertepatan dengan puasa sunnah lainnya, termasuk Puasa Tarwiyah & Puasa Arafah menjelang Idul Adha.

Ini menjadi momentum besar bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Penutup

Puasa Ayyamul Bidh bukan sekadar ibadah sunnah biasa, tetapi merupakan latihan spiritual yang konsisten, ringan dikerjakan namun besar pahalanya. Ia mengajarkan keseimbangan antara dunia dan akhirat, antara kebutuhan jasmani dan penyucian ruhani.

Di tengah kesibukan kehidupan modern, amalan ini menjadi pengingat bahwa kedekatan dengan Allah bisa dibangun melalui langkah-langkah sederhana namun istiqamah.

Semoga kita dimudahkan untuk mengamalkannya dan meraih keberkahan dari setiap amal yang kita lakukan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *