JAKARTA – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI)/BP2MI terus memperkuat kolaborasi dengan institusi pendidikan guna menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di pasar kerja internasional. Terbaru, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin menerima audiensi dari jajaran pimpinan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Kantor KemenP2MI, Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Pertemuan strategis ini menghasilkan kesepakatan penting, yakni rencana pembentukan ULM Migrant Center. Wadah ini dirancang sebagai pusat edukasi, pelatihan, dan riset kolaboratif untuk menyiapkan tenaga kerja asal Kalimantan Selatan agar mampu bersaing secara global sebagai pekerja terampil (skill workers).
Transformasi Menuju Pekerja Profesional
Menteri Mukhtarudin menegaskan, di era kepemimpinan Prabowo Subianto, pemerintah fokus melakukan pergeseran paradigma. Fokus utama negara saat ini adalah menempatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) bukan lagi di sektor informal, melainkan di sektor profesional yang memiliki nilai tambah tinggi.
”Fokus kita jelas: menempatkan pekerja migran Indonesia sebagai skill workers yang profesional, terlindungi, dan berdaya saing global,” ujar Menteri Mukhtarudin dalam keterangannya di hadapan jajaran ULM.
Ia menambahkan bahwa peluang kerja di luar negeri saat ini terbuka sangat lebar. Dengan adanya bonus demografi, kolaborasi antara pemerintah dan akademisi menjadi kunci untuk memastikan setiap tenaga kerja yang berangkat memiliki kompetensi yang mumpuni serta mendapatkan pelindungan maksimal dari negara.
Peran Kampus sebagai Penggerak
Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Ahmad Alim Bachri, menyatakan kesiapan penuh pihaknya untuk mendukung visi besar KemenP2MI. Pembentukan Migrant Center di lingkungan kampus diharapkan menjadi motor penggerak perubahan bagi calon pekerja migran.
”Kami siap memperkuat kolaborasi melalui peningkatan kompetensi, riset, hingga pelaksanaan KKN tematik mengenai migrasi aman. Tujuannya adalah mencetak SDM global yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga terlindungi secara hukum dan prosedural,” ungkap Ahmad Alim Bachri.
Kerja sama ini mencakup berbagai aspek strategis, mulai dari edukasi mengenai skema migrasi aman guna mencegah praktik pemberangkatan non-prosedural, hingga riset kolaboratif yang dapat menjadi dasar kebijakan perlindungan pekerja migran di masa depan.
Melalui sinergi ini, KemenP2MI dan ULM optimistis dapat membuka jalan bagi putra-putri daerah untuk meraih masa depan yang lebih baik di kancah internasional, sekaligus memastikan bahwa negara hadir dalam setiap langkah mereka di luar negeri.





